Pohon Pisang Tumbuh di Jalan Cepu-Randublatung, Gubernur Jateng: Sudah Tidak Ada



jateng.

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa tidak ada lagi pohon pisang yang ditanam di Jalan Cepu-Randublatung, Kabupaten Blora. Hal ini dilakukan karena jalan provinsi tersebut sudah ditangani untuk perbaikan.

Luthfi juga menyatakan bahwa aksi warga yang sebelumnya melakukan protes terkait masalah jalan tersebut kini sudah tidak ada lagi.

“(Aksi warga) tidak ada, pohon pisangnya juga sudah tidak ada,” ujar Luthfi seusai menghadiri Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Hotel Gumaya Tower Semarang, Kamis (4/6).

Pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait perbaikan jalan yang juga menghubungkan dengan Provinsi Jawa Timur.

“(Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung) Blora sudah kami jalankan,” kata eks Kapolda Jawa Tengah tersebut.

Selain ruas Cepu-Randublatung, perbaikan juga akan dilakukan secara menyeluruh pada jalan provinsi di seluruh Jawa Tengah.

“(Selain Blora) banyak, tidak hafal saya, tetapi prinsip itu menjadi prioritas kami,” ujar mantan Kapolda Jawa Tengah tersebut.

Luthfi menyebut bahwa alokasi dana untuk perbaikan jalan di Jawa Tengah mencapai Rp 75 miliar pada 2025. Rinciannya, Rp 45 miliar untuk jalan provinsi dan Rp 30 miliar untuk jalan kota/kabupaten.

Untuk tahun ini, pihaknya mengakui bahwa anggaran untuk penanganan jalan rusak berkurang. Kekurangan itu akan dibahas dalam rapat anggaran perubahan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah pada September mendatang.

“Bahkan September nanti kami mengubah terkait dengan anggaran perubahan. Jalan-jalan yang belum maksimal kami maksimalkan. Pokir-pokir dan lain sebagainya kami arahkan ke revitalisasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan menjelang penyusunan anggaran tahun ini. Evaluasi diperlukan karena musim hujan yang berlangsung cukup panjang berpotensi menimbulkan kerusakan baru pada sejumlah ruas jalan.

“Hari ini sudah mulai musim kering, maka kami harus cek lagi dan kemarin sudah rapat. Jadi dinas kami rapatkan, kami cek lagi mana yang mempunyai jalan yang belum sampai mantap atau jalan yang rusak yang berat,” ujarnya.

“Kami bangun semua. Kalau masih ada lubang-lubang harus kami revisi lagi,” katanya, lagi.

Pos terkait