Jetstar Tambah Rute, Bali Makin Dekat untuk Turis Australia

Bali Perkuat Konektivitas Internasional dengan Dua Rute Baru dari Australia

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat konektivitas internasional dengan meresmikan dua rute penerbangan baru dari Australia. Langkah strategis ini diharapkan dapat semakin mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Benua Kanguru, ke Pulau Dewata.

Rute Avalon: Kembali Terhubung dengan Bali

Pada Senin, 23 Maret, Bandara I Gusti Ngurah Rai menyambut kedatangan perdana pesawat Jetstar dengan nomor penerbangan JQ49 yang berasal dari Avalon Airport (AVV). Pesawat tersebut mendarat dengan selamat pada pukul 20.56 WITA. Tidak lama berselang, pada pukul 23.03 WITA, pesawat yang sama dengan nomor penerbangan JQ50 telah kembali lepas landas menuju Avalon, membawa serta 222 penumpang.

Sejak penandatanganan rute baru ini, penerbangan menuju Bali dari Avalon akan dilayani sebanyak lima kali dalam seminggu. Jadwal penerbangan yang tersedia meliputi hari Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Minggu. Dengan demikian, wisatawan dari wilayah Avalon kini memiliki akses yang lebih mudah dan frekuensi penerbangan yang lebih memadai untuk mengunjungi Bali.

Sunshine Coast: Sejarah Baru Konektivitas Bali

Selang dua hari kemudian, pada Rabu, 25 Maret, giliran Sunshine Coast (MCY) yang resmi menjadi rute penerbangan teranyar Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penerbangan perdana maskapai Jetstar dengan nomor JQ86 berhasil mendarat di Bali pada pukul 13.52 WITA, membawa serta 229 penumpang. Kehadiran rute ini bukan sekadar penambahan jadwal, melainkan sebuah tonggak sejarah baru, karena untuk pertama kalinya wilayah Sunshine Coast terhubung langsung dengan Bali.

Penerbangan dari Sunshine Coast menuju Bali akan beroperasi secara reguler sebanyak tiga kali dalam seminggu, yakni setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Ini membuka peluang baru bagi wisatawan dari kawasan Sunshine Coast untuk menjelajahi keindahan dan kekayaan budaya Bali dengan lebih efisien.

Penguatan Akses Wisatawan Australia

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menyambut baik kedua rute baru ini. Ia menyatakan bahwa aktifnya kembali rute Avalon dan pembukaan rute Sunshine Coast merupakan bukti nyata upaya bandara dalam memperkuat jejaring konektivitas internasional.

“Kehadiran rute ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat akses turis mancanegara, khususnya dari Australia menuju Pulau Bali,” ujar Nugroho Jati. Menurutnya, pembukaan rute baru ini mencerminkan sinergi positif antara operator bandara dan maskapai penerbangan dalam mendukung pertumbuhan sektor aviasi serta industri pariwisata.

Nugroho Jati menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi kembali beroperasinya rute Avalon, serta rute Sunshine Coast yang menjadi rute terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ini bukti bahwa Bali tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan internasional, khususnya dari Australia.”

Australia, Pasar Wisatawan Terbesar Bali

Data menunjukkan bahwa Australia masih menjadi negara penyumbang kunjungan wisatawan asing terbanyak di Bali. Hingga dua bulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 240.897 wisatawan asal Australia telah mengunjungi Bali. Angka ini melanjutkan tren positif dari tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2025, wisatawan Australia menduduki peringkat pertama dengan total 1,6 juta kunjungan. Potensi pertumbuhan angka ini diperkirakan akan terus meningkat.

“Jumlah tersebut selaras dengan Australia yang menjadi negara dengan konektivitas rute internasional terbanyak, yakni 11 rute,” jelas Nugroho Jati. Saat ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai telah terhubung langsung dengan 11 destinasi di Australia. Rute-rute tersebut meliputi Perth, Melbourne, Sydney, Brisbane, Adelaide, Gold Coast, Darwin, Cairns, Newcastle, serta dua rute terbaru, yakni Avalon dan Sunshine Coast.

Dengan semakin banyaknya pilihan rute penerbangan langsung, diharapkan hubungan konektivitas antara Indonesia dan Australia akan semakin erat. Hal ini dipercaya akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor pariwisata dan berbagai industri pendukungnya.

Pos terkait