Berita Duka: Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Usia 84 Tahun
Indonesia berduka atas berpulangnya salah satu tokoh penting di kancah pemerintahan dan diplomasi, Juwono Sudarsono. Mantan Menteri Pertahanan ini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta. Beliau wafat di usianya yang ke-84 tahun setelah berjuang melawan penyakit stroke keempat yang dideritanya.
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, kolega, serta seluruh bangsa Indonesia yang mengenalnya sebagai sosok yang berdedikasi. Selama hayatnya, beliau telah mengabdikan diri di berbagai posisi strategis yang krusial bagi pembangunan bangsa.
Perjalanan Karier yang Gemilang
Juwono Sudarsono bukanlah nama yang asing dalam dunia pemerintahan Indonesia. Rekam jejaknya menunjukkan dedikasi yang luar biasa dan kontribusi signifikan di berbagai bidang. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pertahanan pada dua periode yang berbeda, membuktikan kemampuannya dalam memimpin sektor pertahanan negara.
- Menteri Pertahanan: Periode pertama jabatannya sebagai Menteri Pertahanan adalah dari 29 Oktober 1999 hingga 26 Agustus 2000, di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri. Kemudian, beliau kembali dipercaya menduduki kursi Menteri Pertahanan pada periode 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009, di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Sebelum menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Gus Dur, Juwono Sudarsono juga pernah berkontribusi di sektor pendidikan. Beliau menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada periode 23 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, di bawah pemerintahan Presiden B.J. Habibie.
- Menteri Negara Lingkungan Hidup: Perhatiannya terhadap isu lingkungan juga terbukti saat beliau menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup RI pada periode 16 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998, juga di masa Presiden B.J. Habibie.
- Duta Besar RI untuk Britania Raya: Selain peran di dalam negeri, Juwono Sudarsono juga pernah mengemban tugas penting sebagai perwakilan negara di kancah internasional. Beliau bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya pada periode 2003–2004, di masa kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.
Dedikasi dan kontribusi beliau di berbagai lini pemerintahan ini menjadikan Juwono Sudarsono sebagai figur yang dihormati dan dikenang.
Perjuangan Melawan Penyakit
Putra sulung almarhum, Vishnu Juwono, mengungkapkan bahwa mendiang telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama empat tahun terakhir. “Beliau menderita sakit stroke keempat,” ujar Vishnu saat ditemui di rumah duka di kawasan Pondok Indah, Jakarta, pada Sabtu malam. Penyakit yang diderita Juwono Sudarsono ini memang membuatnya harus fokus pada proses penyembuhan dan membatasi aktivitas publiknya dalam beberapa waktu terakhir.
Vishnu menambahkan bahwa meskipun telah berjuang keras, takdir berkata lain. “Tetapi sepertinya takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan lain, sehingga beliau dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala hari ini,” tuturnya dengan penuh kesedihan.
Rencana Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Jenazah almarhum Juwono Sudarsono rencananya akan disemayamkan terlebih dahulu di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai bentuk penghormatan terakhir dari institusi yang pernah dipimpinnya. Upacara persemayaman dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu, 29 Maret 2026, di Ruang Hening Kemhan.
Setelah prosesi persemayaman, jenazah akan dibawa ke Lapangan Bela Negara Kemhan untuk menjalani upacara pelepasan jenazah. Upacara pelepasan ini akan dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan.
Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman secara militer di TMP Kalibata ini direncanakan akan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan RI. Kepemimpinan Menteri Pertahanan dalam upacara pemakaman ini menegaskan betapa pentingnya sosok Juwono Sudarsono bagi pertahanan dan keamanan negara.
Kepergian Juwono Sudarsono merupakan kehilangan besar bagi Indonesia. Beliau akan dikenang sebagai seorang negarawan, diplomat ulung, dan intelektual yang telah memberikan banyak sumbangsih bagi kemajuan bangsa. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.



