Kereta Api (KA) Pandanwangi telah membuktikan diri sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur, sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan bahwa sebanyak 1.154.619 penumpang telah memanfaatkan layanan kereta api lokal dengan rute Jember–Ketapang pulang pergi (PP) ini. Angka ini merupakan sebuah peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2024, yang mencatat jumlah penumpang sebanyak 1.128.843 orang.
Secara rata-rata, KA Pandanwangi mampu mengangkut sekitar 791 penumpang setiap harinya. Spektrum penumpang yang dilayani sangat beragam, mencakup para pelajar yang membutuhkan akses mudah ke sekolah, para pekerja yang beraktivitas antara dua kota, masyarakat umum yang melakukan perjalanan rutin, hingga para wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan Jawa Timur bagian timur.
Kepercayaan Masyarakat Meningkat, Layanan Publik Berkualitas
Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa lonjakan jumlah penumpang ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api. Kepercayaan ini didasari oleh reputasi kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan yang terpenting, terjangkau. Hal ini sangat terasa di wilayah Jember hingga Banyuwangi.
Salah satu faktor utama yang menjadikan KA Pandanwangi pilihan favorit adalah tarifnya yang sangat bersahabat. Kereta api ini beroperasi di bawah skema Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban pelayanan publik yang didukung oleh pemerintah. Skema ini memastikan bahwa masyarakat dari berbagai lapisan dapat mengakses transportasi yang inklusif dan merata, sekaligus menjadi motor penggerak bagi mobilitas sosial dan ekonomi di sepanjang koridor Jember-Banyuwangi.
Cahyo menekankan bahwa kehadiran KA Pandanwangi lebih dari sekadar sarana transportasi. Ia merupakan bagian integral dari pelayanan publik yang memberikan dampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.
“KA Pandanwangi hadir sebagai layanan transportasi yang terjangkau dan inklusif melalui dukungan PSO, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Peningkatan jumlah penumpang di tahun 2025 menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai pilihan utama mobilitas.”
Pernyataan ini diungkapkan Cahyo di Jember pada hari Selasa, 13 Januari 2026, menggarisbawahi peran strategis kereta api dalam kehidupan sehari-hari warga Tapal Kuda.
Konsistensi Layanan dan Kapasitas Optimal
Pertumbuhan positif ini tidak terlepas dari upaya konsisten KAI dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan. Cahyo menambahkan bahwa KA Pandanwangi telah menjelma menjadi penopang utama mobilitas warga di wilayah Tapal Kuda.
“Peningkatan jumlah penumpang di tahun 2025 menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama.”
Dari sisi kapasitas, KA Pandanwangi dirancang untuk melayani dengan baik. Setiap perjalanan dilengkapi dengan 636 kursi. Namun, kapasitas ini dapat terlampaui, dengan tingkat okupansi maksimal yang bisa mencapai 120 persen pada periode-periode tertentu. Periode-periode yang dimaksud meliputi akhir pekan yang ramai, masa liburan sekolah atau keagamaan, serta momen-momen ketika arus wisata meningkat.
Mendorong Sektor Pariwisata dan Ekonomi Regional
Lebih lanjut, Cahyo menguraikan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap KA Pandanwangi juga sangat didorong oleh peran strategisnya dalam mendukung sektor pariwisata di Jawa Timur bagian timur. Rute Jember–Ketapang secara efektif menghubungkan berbagai destinasi unggulan yang memikat.
Destinasi-destinasi ini meliputi pesona wisata alam dan budaya yang khas di Banyuwangi, keindahan Pantai Boom yang ikonik, keajaiban alam Kawah Ijen yang mendunia, hingga berbagai pilihan destinasi edukasi dan kuliner khas Jember yang menggugah selera. Bagi para wisatawan, KA Pandanwangi menjadi moda transportasi pilihan yang ideal karena menawarkan kepraktisan, keekonomisan, dan kenyamanan dalam satu paket perjalanan.
Komitmen KAI untuk Masa Depan
Ke depannya, KAI Daop 9 Jember tidak berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih. Ada komitmen kuat untuk terus menjaga konsistensi kualitas pelayanan yang telah terbangun. Selain itu, upaya peningkatan kenyamanan sarana kereta api juga akan terus dilakukan. Penguatan peran kereta api sebagai penggerak ekonomi daerah dan sektor pariwisata juga menjadi prioritas utama.
“Kami akan terus berinovasi dan menjaga kualitas layanan kereta api lokal agar tetap menjadi solusi transportasi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian regional.”
Pernyataan ini menegaskan visi KAI untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah melalui layanan transportasi kereta api yang andal dan berkelanjutan.





