jatim.
SURABAYA – Kebijakan pemerintah yang mendorong penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai direspons oleh kampus-kampus di Surabaya. Sejumlah perguruan tinggi telah menyiapkan skema kuliah daring hingga hybrid. Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi energi nasional dengan menekan mobilitas, termasuk di sektor pendidikan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa PJJ difokuskan pada mata kuliah teoritis, sedangkan praktik tetap dilakukan secara tatap muka. Ia menegaskan bahwa setiap program studi diminta untuk mencermati mata kuliah yang memungkinkan dilaksanakan secara daring.
Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof Bambang Pramujati mengatakan bahwa kampusnya masih dalam proses pengkajian terhadap penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, karakter pembelajaran berbasis laboratorium membuat PJJ tidak bisa diterapkan sepenuhnya.
“Tidak semua perkuliahan bisa dilakukan dari rumah. Ada kelas yang wajib dilakukan di laboratorium, itu tidak bisa digantikan,” ujar Prof Bambang, Rabu (8/4).
ITS juga mempertimbangkan skema kerja empat hari dan satu hari WFH, dengan opsi pelaksanaan pada Jumat. Namun, penyesuaian jadwal tidak mudah karena sistem perkuliahan sudah tersusun padat.
“Minggu ini kami rapatkan, minggu depan insyaallah mulai dijalankan,” katanya.
Di sisi lain, UPN Veteran Jawa Timur lebih dulu menerapkan skema hybrid pada semester genap 2025/2026. Rektor UPNVJT, Prof Akhmad Fauzi menyebut bahwa selama periode tertentu seperti pelaksanaan UTBK 20–30 April 2026, kuliah dilakukan secara daring, kecuali praktikum, seminar, ujian, dan riset.
Selain itu, pengaturan juga dibedakan berdasarkan semester. Semester II dan IV wajib luring, sementara semester VI dan VIII dapat daring.
“Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara daring, kecuali praktikum, seminar, ujian, dan riset yang tetap luring,” tuturnya.
Pengaturan juga berlaku bagi dosen dan tenaga kependidikan. Dosen tanpa tugas tambahan diperbolehkan WFH/WFA, sedangkan tenaga kependidikan tetap bekerja luring dengan skema tertentu.
Sementara itu, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya masih dalam proses pengkajian terhadap kebijakan tersebut. Rektor Untag Surabaya, Dr Harjo Seputro mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan kuliah daring khususnya pada Jumat untuk semester lima ke atas.
“Kami juga mengkaji WFH 50 persen bagi tenaga kependidikan,” ujarnya.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa mata kuliah praktik tidak akan dialihkan ke daring. “Praktikum tidak bisa ditawar. Kedokteran juga tetap 100 persen luring,” jelasnya.






