Peristiwa Agustus Kelabu dan Dampaknya terhadap Stabilitas Kamtibmas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah menyampaikan perihal peristiwa yang dikenal dengan sebutan “Agustus Kelabu”. Peristiwa ini merupakan insiden demonstrasi besar-besaran yang berujung pada kematian pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan setelah dilindas kendaraan taktis Brimob. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Listyo menyebutkan bahwa peristiwa Agustus Kelabu memicu berbagai peristiwa perusakan fasilitas publik di sejumlah kantor lembaga negara, seperti di kantor-kantor Polri, DPRD maupun di pemerintah daerah. Ia mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi tahun yang sangat sulit dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di tanah air, khususnya peristiwa-peristiwa yang dikenal sebagai Agustus Kelabu.
Meski begitu, ia bersyukur bahwa peristiwa tersebut dapat segera diredam berkat dukungan seluruh elemen bangsa. Secara umum, ia menyatakan bahwa situasi Kamtibmas pada 2025 berjalan kondusif. Hal ini didukung oleh hasil survei Global Safety Report yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-19 dari 140 negara dengan nilai 89. Survei tersebut dilakukan pasca-insiden Agustus Kelabu, yaitu pada 18 September 2025.
Pada survei tersebut, responden ditanya apakah mereka merasa aman saat berjalan di malam hari atau berjalan sendirian di malam hari. Sebanyak 83 responden mengaku merasa aman. Terkait hal ini, Indonesia berada di peringkat ke-25 dari 144 negara dengan nilai 89.
Selain itu, Litbang Kompas juga merilis survei pada bulan November 2025. Dari survei tersebut, Polri menjadi salah satu lembaga negara yang paling dipercaya dan berada pada posisi peringkat ketiga. Selain itu, Polri juga menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya pada peringkat pertama.
Peran Komisi III dalam Membahas Stabilitas Kamtibmas
Dalam sebuah rapat bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dan menjelaskan berbagai isu terkait stabilitas Kamtibmas. Rapat ini dihadiri oleh seluruh Kapolda di berbagai provinsi. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk membahas berbagai tantangan dan langkah-langkah yang perlu diambil guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Listyo juga menyampaikan beberapa data penting terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri meningkat secara signifikan sejak peristiwa Agustus Kelabu. Hal ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat telah mulai memberikan hasil yang positif.
Selain itu, Listyo juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara aparat kepolisian dengan berbagai pihak lainnya, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa dicapai hanya oleh satu pihak, tetapi memerlukan kerja sama yang kuat dan komitmen yang tinggi dari semua elemen bangsa.





