Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok: Dua Pelaku Tertangkap

Dua Pemuda Diciduk Polisi Terkait Pengeroyokan Kapolsek dan Anggota di Kendal

Kepolisian Resor Kendal berhasil mengamankan dua orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, beserta seorang anggota polisi dari Polsek Kaliwungu. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari insiden kekerasan yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) dini hari.

Kedua terduga pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial MH (20 tahun), seorang warga Dukuh Gambiran, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, dan AF (18 tahun), warga Dukuh Kandangan, Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu. Keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Kaliwungu untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, membenarkan penangkapan tersebut pada Senin (9/3/2026). Meskipun demikian, Kapolres belum merinci lebih jauh mengenai motif pasti di balik tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh kedua tersangka terhadap pimpinan dan anggota kepolisian di wilayahnya.

“Pelaku sudah kami amankan di Polsek Kaliwungu,” ujar AKBP Hendry Susanto Sianipar. “Hasil lengkapnya akan kami sampaikan secara terbuka nanti siang ini saat rilis,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga tengah mendalami dugaan adanya rencana tawuran yang melibatkan para pelaku dengan kelompok lain. Hal ini mengindikasikan bahwa aksi kekerasan tersebut mungkin bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari konflik yang lebih besar antar kelompok pemuda.

Kapolres Kendal menyatakan keprihatinan dan kekecewaan mendalam atas insiden pengeroyokan terhadap anggotanya. Ia menekankan bahwa jajaran kepolisian secara rutin telah meningkatkan patroli di berbagai wilayah untuk menekan potensi terjadinya tawuran maupun perang sarung, terutama selama bulan Ramadan yang seringkali diwarnai aktivitas semacam itu.

“Kami menyayangkan dan menyesalkan adanya pengeroyokan terhadap anggota kami,” tegas Kapolres. “Padahal kami sudah rutin melakukan patroli ke sejumlah wilayah untuk menekan potensi tawuran maupun perang sarung saat Ramadan.”

Pentingnya Pengawasan Orang Tua dan Peran Serta Masyarakat

Menyikapi kejadian ini, Kapolres Kendal mengimbau keras kepada seluruh warga, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Pengawasan yang ketat sejak dari lingkungan rumah dianggap menjadi kunci utama untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam kegiatan negatif dan berpotensi membahayakan.

“Kepada orang tua agar memperhatikan anak-anaknya untuk ikut melakukan pembinaan dan pengawasan sejak dari rumah,” ujar Kapolres. “Jangan izinkan keluar malam kalau tidak ada kegiatan penting.”

Imbauan ini menekankan bahwa tanggung jawab pencegahan kenakalan remaja tidak hanya berada di pundak aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari keluarga dan masyarakat. Dengan pengawasan yang lebih baik, diharapkan para pemuda dapat terhindar dari pengaruh buruk dan tidak terlibat dalam aksi-aksi yang merugikan.

Kronologi Kejadian: Upaya Pembubaran Tawuran Berujung Pengeroyokan

Insiden ini bermula ketika Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, bersama seorang anggotanya, sedang melakukan patroli rutin pada Minggu (8/3/2026) dini hari, sekitar pukul 03:30 WIB. Patroli tersebut bertujuan untuk mengamankan situasi dan mencegah potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran yang kerap terjadi di bulan Ramadan.

Saat sedang berpatroli di sekitar depo ban di tikungan Jalan Desa Krajan Kulon, Kaliwungu, petugas kepolisian menerima laporan mengenai adanya indikasi dua kelompok remaja yang hendak terlibat tawuran. Dalam video yang beredar, jajaran Polsek Kaliwungu memang terlihat sedang melakukan patroli pengamanan kegiatan membangunkan warga untuk sahur, yang dikenal dengan istilah “ngangklang”. Kegiatan ngangklang ini biasanya dilakukan dengan menggunakan alat musik tradisional seperti kentongan, angklung, dan panci.

Ketika mobil patroli Polsek Kaliwungu mendekat, sebagian pemuda yang berada di lokasi langsung membubarkan diri. Namun, tidak disangka, sekelompok pemuda lainnya justru menunjukkan sikap represif. Alih-alih mengikuti instruksi untuk membubarkan diri, mereka justru bertindak anarkis dan menyerang petugas tanpa peringatan.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat beberapa pemuda melayangkan pukulan ke arah kepala Kapolsek. Anggota Polsek Kaliwungu yang menyaksikan kejadian tersebut segera berusaha melerai. Namun, upaya tersebut justru disambut dengan perlawanan lebih lanjut. Pemuda lain dalam kerumunan ikut serta dalam penyerangan, memukuli secara bergantian dan mendorong tubuh anggota polisi hingga terjatuh. Aksi kekerasan ini menunjukkan betapa nekatnya para pelaku yang tidak segan menyerang aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya.

Penangkapan para pelaku ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman di masyarakat. Kepolisian berkomitmen untuk terus menindak tegas segala bentuk tindakan kriminalitas, terutama yang membahayakan ketertiban umum dan mengancam keselamatan warga.

Pos terkait