Kartu Merah Morata Jadi Petaka, Como Tumbang 1-2 dari Fiorentina

Kemenangan Dramatis Fiorentina atas Como, Ambisi Tuan Rumah Terganjal Kartu Merah

Fiorentina berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Serie A musim 2025/2026, dengan mengalahkan tuan rumah Como dengan skor tipis 2-1. Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu (14/2) ini menyajikan drama yang cukup menegangkan, di mana Como sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya harus bermain dengan 10 pemain di menit-menit akhir. Kekalahan ini juga berdampak pada posisi Como di klasemen sementara Serie A.

Sejak awal pertandingan, Fiorentina menunjukkan kedisiplinan yang apik dalam menjaga pertahanan dan efektif dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Keunggulan tim tamu dibuka pada menit ke-26 melalui gol indah dari Nicolo Fagioli. Gelandang berusia 25 tahun ini berhasil membobol gawang Como dengan tendangan akurat dari dalam kotak penalti yang mengarah ke sudut bawah gawang. Gol tersebut bertahan hingga paruh pertama usai, memberikan keunggulan 1-0 bagi Fiorentina.

Como, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, berusaha keras untuk bangkit di babak kedua. Intensitas serangan mereka meningkat, menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui aksi Nico Paz dan Martin Baturina. Namun, penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat upaya mereka untuk mencetak gol penyeimbang sebelum jeda belum membuahkan hasil.

Keunggulan Ganda Fiorentina dan Balasan Singkat Como

Memasuki babak kedua, Fiorentina mendapatkan keuntungan tambahan. Pada menit ke-52, wasit menunjuk titik putih setelah adanya pelanggaran di dalam kotak terlarang. Moise Kean yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-54. Tendangan kerasnya ke sudut atas gawang tak mampu diantisipasi oleh kiper Como, menggandakan keunggulan Fiorentina menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol tidak membuat Como patah semangat. Mereka terus melancarkan serangan demi serangan untuk memperkecil ketertinggalan. Upaya gigih mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Sebuah gol bunuh diri dari bek Fiorentina, Fabiano Parisi, saat mencoba mengantisipasi bola silang, justru berbelok masuk ke gawang timnya sendiri. Gol ini berhasil memperkecil skor menjadi 2-1 dan membangkitkan asa Como untuk menyamakan kedudukan.

Drama Kartu Merah dan Kegagalan Comeback

Di sisa waktu pertandingan, Como terus berusaha keras untuk mencari gol penyeimbang. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk sebuah sundulan dari Marc Oliver Kempf yang nyaris merobek jala gawang Fiorentina. Namun, penampilan gemilang penjaga gawang Fiorentina, David de Gea, menjadi tembok kokoh yang menggagalkan setiap upaya tuan rumah.

Situasi Como semakin memburuk pada menit-menit akhir pertandingan. Alvaro Morata, yang baru saja mendapatkan kartu kuning pada menit ke-88 akibat protes keras terhadap keputusan wasit, kembali berulah. Hanya berselang satu menit, pada menit ke-89, penyerang asal Spanyol itu terlibat insiden dengan Luca Ranieri. Kontak fisik di luar bola, di mana Morata menyundul pemain lawan, berujung pada kartu kuning kedua alias kartu merah. Pengusiran Morata ini memaksa Como harus bermain dengan 10 pemain di saat krusial, yang semakin menipiskan peluang mereka untuk menyamakan kedudukan.

Meskipun ada tambahan waktu lima menit, Como tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol tambahan. Peluit panjang dibunyikan, mengakhiri pertandingan dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan Fiorentina.

Komentar Pelatih dan Dampak Klasemen

Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyikapi insiden panas yang terjadi di akhir pertandingan dengan tegas. Dalam sebuah wawancara, Fabregas menekankan bahwa provokasi adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika sepak bola. Ia menyatakan bahwa pemain harus mampu mengendalikan emosi mereka, terutama pemain berpengalaman seperti Morata.

“Provokasi adalah bagian dari sepak bola. Siapa pun yang tidak bisa hidup dengan provokasi, maka sebaiknya memilih pekerjaan lain. Dia adalah pemain berpengalaman, dan saya mengharapkan lebih darinya dalam hal ini,” ujar Fabregas.

Hasil pertandingan ini memberikan dampak signifikan pada posisi Como di klasemen sementara Serie A musim 2025/2026. Dengan kekalahan ini, Como harus rela turun ke peringkat ketujuh dengan koleksi 41 poin. Posisi mereka disalip oleh Atalanta yang berhasil mengumpulkan 42 poin setelah meraih kemenangan atas Lazio.

Sementara itu, kemenangan ini belum mampu mengangkat posisi Fiorentina secara drastis di klasemen. Mereka masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 21 poin dari 25 pertandingan. Namun, tambahan tiga poin ini sangat berharga bagi Fiorentina dalam upaya mereka untuk menjauh dari zona degradasi dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi Serie A.

Pos terkait