Kemendikdasmen bakal gelar Olimpiade Sains Nasional 2026, ini jadwal dan ketentuannya

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Akan Gelar OSN 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. OSN merupakan ajang kompetisi yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa di bidang sains, baik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah. Selain itu, OSN juga menjadi wadah pembinaan karakter serta pengembangan bakat peserta.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa OSN tidak hanya berfokus pada prestasi akademis, tetapi juga pada proses belajar dan pengembangan diri. Ia menekankan bahwa nilai sejati dari prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi bagaimana prosesnya dilalui dengan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan integritas.

“Prestasi sejati bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana proses itu ditempuh dengan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Karakter adalah fondasi utama dari prestasi,” ujar Suharti dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Selain itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan berbagai langkah preventif dan pengawasan berlapis untuk memastikan seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan kredibel. Ia menegaskan bahwa setiap peserta harus mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkompetisi secara sehat, adil, dan bermartabat. Integritas menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan OSN tahun ini.

Cabang Ajang OSN 2026

Pada OSN 2026, cabang ajang untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat meliputi Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan Matematika. Sementara itu, cabang ajang untuk jenjang SMA/MA/SMK/MAK/sederajat terdiri atas Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika/Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian, Geografi, serta Ekshibisi Kecerdasan Artifisial (KA).

Partisipasi OSN Meningkat

Tahun ini, partisipasi OSN menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data Puspresnas, total pendaftar OSN naik dari 806.285 peserta pada 2025 menjadi 941.692 peserta pada 2026, atau meningkat sebanyak 17 persen. Peserta berasal dari 38 provinsi, 506 kabupaten/kota, dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di 6 negara.

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus terhadap perluasan akses murid di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerataan kesempatan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan bermutu untuk semua.

Pengawasan dan Teknis Pelaksanaan OSN 2026

Dalam aspek pengawasan, pelaksanaan OSN 2026 diperkuat melalui pengawasan silang, pemantauan oleh panitia pusat dan panitia daerah. Disediakan pula penggunaan siaran langsung YouTube atau rekaman ruangan bagi wilayah 3T yang memiliki keterbatasan internet dan melakukan tes dengan moda semi daring. Mekanisme ini tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian teknis, tetapi juga sebagai upaya menjaga integritas dan kualitas penyelenggaraan secara menyeluruh.

Jadwal OSN 2026

Berikut lini masa per jenjang pendidikan OSN 2026:

Jenjang SD dan SMP Sederajat

  • Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K)
  • OSN-K SD: 8 Juni 2026
  • OSN-K SMP: 11 Juni 2026
  • Ketentuan: Diikuti maksimal 5 murid/cabang ajang/sekolah.

  • Tingkat Provinsi (OSN-P)

  • OSN-P SD: 6 Juli 2026
  • OSN-P SMP: 9 Juli 2026
  • Ketentuan: Diikuti maksimal 5 murid/cabang ajang/kabupaten/kota.

  • Tingkat Nasional (OSN)

  • Pelaksanaan: 25 – 31 Agustus 2026
  • Ketentuan: Kuota finalis nasional sebanyak 115 murid per cabang ajang.


Pos terkait