Kemendikdasmen: MBG Ubah Karakter Siswa Jadi Lebih Semangat dan Paham Gizi

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Berdampak Positif pada Siswa

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menemukan data yang menarik terkait dampak positif dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama 1 tahun 3 bulan di Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti proses belajar.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, program MBG terbukti membuat jasmani siswa lebih sehat dan bersemangat. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan tingkat kehadiran anak di sekolah.

“Jarang sekali anak yang sakit. Lebih semangat masuk sekolah,” kata Gogot dalam konferensi pers 1 Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis di Jakarta, Kamis (16/4).

Studi Bersama dengan LabSosio UI

Dari hasil studi bersama dengan LabSosio Universitas Indonesia (UI), diketahui bahwa siswa lebih bersemangat untuk bersekolah. Bahkan, studi ini juga menemukan fakta bahwa MBG menjadi salah satu layanan yang paling diharapkan di sekolah, terutama di kalangan siswa dengan ekonomi rendah.

Gogot juga memaparkan hasil quick assessment pada 2025 terkait dampak dari pelaksanaan MBG. Dari sisi edukasi gizi, survei tersebut mencatat MBG membuat anak-anak lebih mengerti mengenai gizi.

“Anak-anak sekarang lebih paham terkait dengan edukasi gizi,” ujar Gogot.

Edukasi Gizi yang Dilakukan Guru

Kemendikdasmen memang menugaskan guru yang secara spesifik memberi edukasi mengenai asupan gizi. Para guru ini juga ditugaskan untuk memastikan setiap anak menerima MBG.

“Nah dari sisi pengetahuan gizi, anak-anak sekarang sangat paham. Pada saat mereka makan setiap hari, melihat menu-menu yang memang idealnya seperti itu, mereka mulai bergeser paradigmanya. Mereka lebih paham terkait dengan apa itu makanan bergizi,” jelas Gogot.

Guru matematika pun kerap memberikan pelajaran berdasarkan menu MBG yang dimakan siswa. Para siswa punya kebiasaan menghitung kandungan gizi dari setiap menu yang ada di ompreng MBG.

Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran

Berdasarkan survei nasional terbaru dari Poltracking Indonesia, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka yang sangat kokoh, yakni 75,1%. Menariknya, dari 74,1% masyarakat yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah, faktor utama yang mendongkrak angka tersebut adalah keberhasilan program MBG.

“Kita mendalami program prioritas MBG. Dari data ini, 88 persen publik tahu tentang program yang sangat populer dan fenomenal ini, hanya saja yang puas terhadap program ini adalah 55 persen,” ujar Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi.

Manfaat MBG yang Dirasakan Secara Langsung

Data Poltracking menunjukkan bahwa 36,5% publik menilai MBG sebagai program yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung, melampaui program bantuan lain seperti subsidi upah maupun layanan kesehatan.

Pandangan Ekonomi dari Oscar Darmawan

Temuan Poltracking ini sejalan dengan pendapat Oscar Darmawan, pendiri sekaligus chairman Indodax, bursa aset digital pertama dan terbesar di Indonesia. Oscar menilai program ini menarik. Dari sudut pandang makroekonomi, dia berpendapat ada banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dari MBG ini.

“MBG itu menyerap tenaga kerja yang besar. Dapur-dapur MBG di setiap titiknya menyerap tenaga kerja yang besar. Indonesia punya tantangan, dengan rakyat banyak tapi banyak pula yang nganggur. Kalau rakyat nganggur, itu efeknya tidak baik buat negara. Jadi salah satu jalannya adalah kita harus ada suatu usaha yang mempekerjakan orang banyak dengan skill yang bisa dipelajari semua orang,” ungkapnya.

Lebih dari itu, menurut Oscar, anak-anak sekolah yang tinggal di kota-kota kecil masih belum mendapatkan makan siang yang layak. Terlepas dari semua kontroversi tentang program MBG, tetap mereka lebih baik dapat makan siang daripada tidak makan. Daripada cuma makan snack-snack instan. Minimal di MBG mereka dapat nasi, ayam, dan telur,” ujarnya.

Oscar juga sepakat bahwa anggaran MBG yang besar membentuk roda perputaran ekonomi yang lebih luas. Bicara soal uang, ekonomi bukan cuma uang itu masuk ke kas orang-orang tertentu. “Yang mengelola dapur MBG kan banyak orang. Jadi uang dari APBN itu akan mengalir,” tegasnya.

Pos terkait