PUB biasanya punya batasan usia minimum pelanggan yang boleh masuk karena mereka menjual minuman alkohol. Umumnya batasan usia minimum adalah 18 tahun. Tapi, sebuah pub di Jepang beda. Tori Yaro Dogenzaka, izakaya (pub Jepang yang terjangkau) yang terletak di distrik Shibuya, Tokyo, justru punya aturan usia maksimum yang boleh masuk. Sebuah papan larangan masuk bagi pengunjung berusia 40 tahun ke atas di pasang di pintunya.
“Masuk terbatas untuk pelanggan berusia antara 29 dan 39 tahun. Ini adalah izakaya untuk generasi muda. Pub hanya untuk usia di bawah 40 tahun.”, seperti dilansir Euronews, 28 Januari 2026.
Berdasarkan keterangan perwakilan Tori Yaro seperti yang dilansir SoraNews24, kebijakan batas usia atas ini bertujuan untuk menyesuaikan suasana pub yang rata-rata dipenuhi pelanggan muda. Dengan menawarkan harga murah, pub ini menjadi daya tarik bagi anak muda.
“Pelanggan tua cenderung banyak mengeluh tentang restoran yang terlalu berisik dan sebagainya, jadi kami memutuskan untuk membatasi siapa yang masuk, agar semua orang bisa pulang dengan senang hati atas pengalaman yang mereka dapatkan,” kata dia.
Dengan membatasi usia maksimal hingga 39 tahun, Tori Yaro berharap bisa menciptakan ruang bagi anak muda untuk bisa bebas berekspresi tanpa merasa terintimidasi, atau menyesuaikan standar kesopanan generasi tua.
Pilihan Editor: Cara Menikmati Jakarta dengan Bus Tingkat Atap Terbuka
Umum di Korea Selatan
Jepang mulai mengikuti praktik yang sudah biasa di Korea Selatan. Distrik populer seperti Hongdae dan Seoul sudah jadi rahasia umum karena banyak klub dan pub yang menerapkan batasan usia maksimum. Mereka menerapkannya sangat ketat, terkadang batasannya bisa 25 atau 28 tahun saja.
Di Korea, praktik ini tidak hanya berlaku di hiburan malam saja. Area fasilitas dan kedai kopi di negara ini menerapkan aturan “No Senior Zones”. Alasannya, pemilik bisnis ingin menjaga citra “keren” dan eksklusif bagi brand mereka, sekaligus menghindari pelanggan lansia yang dianggap tidak cocok dengan konsep yang mereka bangun.
Jepang dan Eksperimen Aturan
Jepang mengikuti tren ini sebagai bentuk eksperimen aturan. Selain Tori Yaro, tempat lain seperti Yaoya Ba di Shibuya juga menerapkan batas usia. Tempat ini hanya menerima pelanggan di atas 25 tahun untuk menjaga ketenangan.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari kritik. Meskipun dianggap sebagai strategi manajemen, banyak pihak yang menyebut langkah ini sebagai tindakan diskriminatif. Di tengah masyarakat yang populasinya semakin menua, kebijakan ini dianggap tidak inklusif, meskipun secara bisnis mungkin menguntungkan bagi pemilik tempat.
IMANDA ZAHWAPilihan Editor: Masjid India di Jantung Malaysia




