Patung Macan Putih di Desa Balung Jeruk Viral dan Berdampak Positif
Patung macan putih yang berdiri di Desa Balung Jeruk, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi perhatian banyak orang sejak akhir 2025. Bentuknya yang tidak biasa membuat banyak orang terkesan dan menganggapnya mirip dengan badak atau kuda nil. Hal ini menarik minat warganet hingga wisatawan dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.
Di balik kepopulerannya, patung tersebut memiliki cerita unik yang melibatkan proses pembuatan, legenda desa, serta dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dalam wawancara eksklusif, Mbah Suwari, sang pematung, menjelaskan bahwa patung tersebut dibuat dengan biaya terbatas dan tanpa menggunakan dana desa. Ia menyebut total biaya yang dikeluarkan adalah Rp3,5 juta, dengan rincian Rp2 juta untuk ongkos pengerjaan dan Rp1,5 juta untuk material.
Mbah Suwari bercerita bahwa awalnya ia ditawari oleh kepala desa untuk membuat patung sebagai ikon desa. Material seperti pasir, semen, besi, dan kawat sudah disiapkan, sementara pengerjaan dilakukan hampir setiap hari. Proses pembuatan memakan waktu sekitar 18 hari. Awalnya ia merasa biasa saja, tetapi kaget ketika tahu patung tersebut viral.
Meskipun ada beragam komentar di media sosial, Mbah Suwari tetap bersyukur. Sejak patung tersebut viral, ia mulai menerima banyak pesanan patung dari berbagai daerah, mulai dari patung naga hingga tokoh pewayangan seperti Semar, Gareng, dan Bagong. Ia juga mengatakan bahwa harga patungnya menyesuaikan, namun tetap murah.
Berawal dari Legenda Desa
Kepala Desa Balung Jeruk menjelaskan bahwa ide pembuatan patung macan putih bukanlah tiba-tiba. Sosok macan putih telah lama hidup dalam cerita dan legenda warga setempat. Dari cerita tokoh masyarakat dan sesepuh desa, dulu sering disebut ada macan putih sebagai penjaga atau danyang desa.
Dalam musyawarah desa, warga sepakat menjadikan macan putih sebagai ikon desa. Namun karena aturan penggunaan dana desa yang ketat, proyek tersebut akhirnya dibiayai secara pribadi oleh kepala desa. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika patung tersebut menimbulkan kegaduhan di dunia maya. Meski demikian, ia mengapresiasi perhatian publik dan berharap kritik serta saran dapat menjadi bahan perbaikan ke depan.
Berkah untuk UMKM Warga
Dampak paling terasa dari viralnya patung macan putih adalah meningkatnya aktivitas ekonomi warga sekitar. Sejumlah pedagang mengaku dagangannya jauh lebih laris sejak lokasi patung ramai dikunjungi. Alhamdulillah, berkah buat UMKM. Dulu cuma dua-tiga yang jualan, sekarang rame, ujar salah satu pedagang.
Kenaikan omzet pun signifikan, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Beberapa pedagang mengaku pendapatannya naik hingga 80 persen dibanding sebelum patung tersebut viral. Selain menjadi spot foto, patung macan putih kini berperan sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus ikon baru Desa Balung Jeruk.





