Kisah menyentuh bocah Gunungkidul: Tinggalkan sekolah 3 tahun untuk jaga ibu, kini kembali ke kelas

Kembalinya Fendi ke Sekolah Setelah Tiga Tahun Putus

Seorang bocah bernama Ahmad Tri Efendi, yang akrab dipanggil Fendi, akhirnya bisa kembali mengenyam pendidikan setelah sempat putus sekolah selama tiga tahun. Keputusan tersebut diambil karena ia harus membantu ayahnya merawat ibunya yang mengalami lumpuh dan kehilangan penglihatan.

Fendi sebelumnya terpaksa berhenti sekolah saat masih duduk di kelas 1 madrasah ibtidaiyah. Kini, harapan baru mulai terbuka. Ia kembali masuk sekolah di MI Yappi Pijenan sejak Senin (30/3/2026), disambut hangat oleh teman-teman sebayanya.

“Hari ini kembali masuk, tadi bersama salah seorang temannya diampiri (diajak bareng),” kata Dukuh Jeruken, Winarsih saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/3/2026).

Kembalinya Fendi ke bangku sekolah tidak lepas dari perhatian pemerintah. Kementerian Agama melalui Kantor Kemenag Gunungkidul memastikan seluruh biaya pendidikan Fendi ditanggung sepenuhnya. Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Mukotip, menegaskan bahwa Fendi akan dibebaskan dari seluruh biaya administrasi sekolah.

“Saya minta untuk Fendi itu masuk dan alhamdulillah memastikan akan masuk. Karena apa? Saya yakin karena kami menginginkan anak kami akan saya edukasi dan saya bebaskan dari segala tarikan,” kata Mukotip di Kantor Kemenag Gunungkidul.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta untuk terus memantau perkembangan Fendi agar ia bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. “Sehingga anak-anak bisa mengenyam secara merata dan tinggi sehingga SDM di Gunungkidul semakin baik,” tuturnya.

Kondisi Keluarga yang Memprihatinkan

Di balik semangatnya untuk kembali bersekolah, Fendi masih harus menghadapi kondisi keluarga yang memprihatinkan. Ayahnya, Slamet (51), menderita gangguan saraf sehingga tidak dapat bekerja secara optimal. Sementara itu, ibunya, Siaminah (48), hanya bisa terbaring di rumah sederhana dengan lantai tanah akibat lumpuh dan kehilangan penglihatan.

Pada hari pertama Fendi kembali ke sekolah, sang ibu diketahui tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Wonosari. Selama ini, Fendi dikenal sebagai anak yang berbakti dan setia merawat ibunya. Meski menghadapi keterbatasan, ia tetap memiliki semangat belajar tinggi, terutama dalam pelajaran matematika.

Kini, dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, Fendi diharapkan dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya menjadi seorang polisi. “Mohon doanya semoga tetap semangat bersekolah,” ujar Winarsih.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Kondisi keluarga Fendi memicu perhatian dan bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar, semua memberikan dukungan untuk memastikan Fendi bisa kembali bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Selain bantuan finansial, Fendi juga mendapat dukungan moral dari guru-guru dan teman-temannya. Mereka percaya bahwa Fendi memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Dukungan ini juga didukung oleh komunitas lokal yang peduli terhadap nasib anak-anak kurang mampu. Banyak dari mereka yang menyumbangkan waktu dan tenaga untuk membantu Fendi dalam proses belajarnya.

Dengan adanya dukungan ini, Fendi tidak hanya bisa kembali bersekolah, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengejar impian dan cita-citanya. Semangatnya dalam belajar menjadi contoh bagi banyak orang, bahwa dengan tekad dan dukungan, siapa pun bisa meraih kesuksesan.

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

Fendi kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya dan mengejar cita-cita yang telah ia idamkan. Dengan bantuan pemerintah dan masyarakat, ia diharapkan bisa meraih prestasi yang maksimal di sekolahnya.

Kehadiran Fendi di sekolah juga memberikan semangat kepada teman-temannya, bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses, terlepas dari kondisi ekonomi atau lingkungan.

Dukungan yang diberikan oleh pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan Fendi bisa fokus pada pembelajaran dan pengembangan diri. Dengan begitu, ia bisa tumbuh menjadi individu yang tangguh dan berkontribusi positif bagi masyarakat di masa depan.

Pos terkait