Konflik Transfer Julian Alvarez Memanas antara Atletico Madrid dan Barcelona
Konflik antara Atletico Madrid dan Barcelona semakin memanas terkait transfer Julian Alvarez. Klub ibu kota Spanyol itu menuding Barcelona melakukan kampanye hitam untuk merebut striker asal Argentina tersebut. Hal ini diungkapkan melalui unggahan media sosial yang menampilkan editan pemain Barcelona seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Raphinha memakai jersey Atletico.
Atletico Madrid mengklaim bahwa Alvarez ingin pindah ke Barcelona meskipun mereka bersikeras tidak akan menjual sang striker. Hubungan antara dua klub besar Spanyol ini semakin memburuk dalam saga transfer Alvarez. Atletico menyatakan bahwa Barcelona menjalankan kampanye hitam demi menggoyang Alvarez.
Klub ibu kota Spanyol itu bahkan secara terbuka menyerang Barcelona lewat serangkaian unggahan sinis di media sosial resmi mereka. Awalnya, konflik bermula setelah laporan di Spanyol menyebut Barcelona dan Arsenal tengah memantau situasi Alvarez di Atletico Madrid. Penyerang asal Argentina itu disebut memiliki keinginan meninggalkan Atletico dan lebih tertarik bergabung dengan Barcelona demi peluang meraih lebih banyak gelar.
Namun, situasi berubah panas setelah Alvarez dikabarkan ingin meninggalkan Atletico dan lebih memilih pindah ke Barcelona. Muncul laporan yang menyatakan Barcelona telah mengajukan proposal pertama senilai 100 juta euro kepada Atletico Madrid. Tawaran yang setara dengan Rp1,7 triliun itu disebut tanpa bonus tambahan maupun pemain barter.
Namun, respons Atletico Madrid justru bernada sindiran. Melalui media sosial resminya, klub ibu kota Spanyol itu menulis pesan satir. Atletico mengedit foto beberapa pemain Barcelona Lamine Yamal, Pedri, dan Raphinha memakai seragam Atletico. Mereka menulis: “Atletico telah mengirim fax kepada Barcelona berisi empat tiket konser Bad Bunny, langganan koran ABC setahun, dan sebungkus kuaci,” sambil memakai jargon terkenal “Here We Go” milik jurnalis transfer Fabrizio Romano.
Atletico Madrid kemudian merilis pernyataan lanjutan yang jauh lebih serius. Mereka menegaskan tidak pernah berniat merekrut direktur olahraga Barcelona, Deco, ke tim pencari bakat mereka. Namun setelah itu, Atletico menuduh Barcelona melakukan “kampanye kotor” terhadap salah satu pemain mereka. Klub ibu kota Spanyol itu menyebut selama beberapa bulan terakhir mereka menjadi sasaran kebocoran informasi, berita palsu, hingga upaya memengaruhi pemain lewat media.
“Atletico Madrid tidak akan melakukan hal seperti itu. Namun selama beberapa bulan terakhir kami mengalami kampanye hitam terhadap salah satu pemain kami,” tulis mereka. Mereka juga menyinggung isu sensitif terkait Barcelona, termasuk kasus pembayaran kepada mantan wakil ketua wasit Spanyol serta kontroversi registrasi pemain. “RESPECT dan VALUES,” tutup pernyataan Atletico dengan nada menyindir.
Atletico lalu mengunggah video seekor singa mengejar sekumpulan orang, yang kemudian ternyata hanyalah seekor anjing. Video itu diberi caption: “Barcelona mencoba merekrut salah satu pemainmu.” Sindiran tersebut menjadi penegasan bahwa Atletico tidak berniat melepas Alvarez dengan harga 100 juta euro.
Striker yang didatangkan dari Manchester City itu masih terikat kontrak empat tahun lagi dengan klausul pelepasan mencapai 500 juta euro. Sejak bergabung dengan Atletico, Alvarez tampil tajam dengan mencetak 49 gol dari 106 pertandingan. Catatan itu membuat Atletico enggan kehilangan salah satu aset terpenting mereka.
Meski begitu, sejumlah laporan menyebut Atletico sebenarnya bersedia melepas Alvarez jika ada tawaran sekitar 130 juta poundsterling. Barcelona memang sedang berburu striker baru untuk menggantikan Robert Lewandowski yang akan meninggalkan Spotify Camp Nou pada akhir kontraknya musim panas ini. Nama Alvarez pun dianggap sebagai target utama karena usia yang lebih muda, fleksibilitas bermain, dan pengalaman di level tertinggi bersama Manchester City serta Timnas Argentina.
Di saat bersamaan, Barcelona baru saja mendapatkan winger Anthony Gordon dari Newcastle United dengan nilai transfer mencapai 80 juta euro. Dengan kedatangan Gordon, maka peluang Marcus Rashford bertahan di Barcelona semakin kecil. Opsi pembelian permanen Rashford kabarnya tidak akan diaktifkan sehingga ia bakal kembali ke Manchester United.






