Kehidupan di Balik Kesuksesan Aldi’s Burger
Sosok artis Aldi Taher kini menjadi perbincangan hangat berkat keberhasilannya menjalankan bisnis kuliner yang bernama Aldi’s Burger. Usaha ini viral dan menarik banyak perhatian publik, terutama karena promosi yang dilakukan oleh Aldi Taher sendiri. Tidak hanya itu, kesuksesan bisnis ini juga berdampak pada karyawan yang bekerja di dalamnya.
Puluhan karyawan Aldi’s Burger harus bekerja dengan ritme yang lebih tinggi dari biasanya untuk memenuhi permintaan pembeli. Sejak dibuka pada Januari 2026, jumlah produksi burger mencapai ribuan porsi setiap hari, jauh melampaui ekspektasi awal. Hal ini membuat tekanan kerja meningkat, tetapi kualitas produk tetap menjadi prioritas utama.
Gamma Atletika, Store Manager Aldi’s Burger, mengungkapkan bahwa antusiasme pembeli sangat tinggi. “Customer antusias, kami harus bekerja ekstra,” kata Gamma kepada TribunTangerang.com di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026). Dalam sehari, timnya bisa memproduksi hingga 4.000 sampai 5.000 burger. Jumlah tersebut menuntut kesiapan tenaga dan fokus yang tinggi dari seluruh karyawan.
Meski bekerja di bawah tekanan, Aldi Taher memberikan perhatian khusus kepada para karyawan. Ia memberikan pesan agar mereka tetap menjaga kondisi tubuh. “Pesan owner, harus tetap jaga kesehatan, vitamin juga sudah disediakan, tidur cukup,” kata Gamma. Karyawan juga diingatkan untuk menjaga waktu istirahat di tengah jadwal kerja yang padat. Hal ini penting agar performa tetap optimal dalam menghadapi lonjakan pesanan.
Peran Aldi Taher dalam Bisnis
Aldi Taher tidak hanya menjadi pemilik bisnis, tetapi juga aktif dalam promosi Aldi’s Burger. Ia sering menyeret artis lain dalam promosi, seperti menyebut roti burgernya selembut Juicy Luicy atau seenak Mahalini. Hal ini membuat bisnisnya semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat.
Selain itu, Aldi Taher juga memiliki jargon unik yang sempat menjadi sorotan, yaitu “Semua Milik Allah”. Jargon ini viral seusai digaungkan oleh Aldi Taher di berbagai kesempatan. Namun, jargon tersebut sempat mendapat sorotan dan teguran dari salah satu ustaz. Meski begitu, Aldi Taher memberikan jawaban yang rendah hati dan mengaku telah melakukan tabayun (klarifikasi) dengan pemuka agama tersebut.
Aldi Taher menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat buruk dengan jargon tersebut. Baginya, kalimat itu adalah pengingat diri agar tidak terjerumus dalam sifat sombong. Ia bahkan menyebutkan bahwa sang ustaz telah mengklarifikasi masalah tersebut di media sosial setelah mereka berbincang lewat pesan singkat.
“Alhamdulillah sudah tabayun juga. Pak Ustaz juga sudah mengklarifikasi, sudah screenshot chat saya sama beliau,” terang Aldi Taher saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu malam (11/4/2026). Ia kemudian menjelaskan makna mendalam di balik kalimat yang selalu ia ucapkan itu.
“Waktu itu mungkin belum lengkap, saya lengkapi di sini ya. Saya bilang waktu itu, stres milik Allah, bingung milik Allah. Kita diuji, siapa yang menguji? Allah,” ucapnya. Aldi Taher merasa bahwa mengakui segala hal sebagai milik Tuhan lebih aman daripada merasa memiliki sesuatu karena kekuatan diri sendiri.
Masa Depan Aldi’s Burger
Meski sempat menuai pro dan kontra, Aldi Taher mengaku akan terus menggunakan jargon tersebut. Ia merasa bahwa segala ujian datang dari Sang Pencipta, sehingga satu-satunya jalan keluar adalah kembali berlindung kepada-Nya. Di akhir penjelasannya, Aldi Taher kembali menunjukkan sisi rendah hatinya. Ia enggan disebut sebagai ahli agama atau orang pintar, melainkan hanya orang biasa yang sedang berjuang mencari nafkah.
“Saya mah orang biasa, Aldi Taher tukang obat. Tapi saya nggak ada niat jelek. Saya cuma mau bilang kalau kita lagi capek atau stres nyari pekerjaan, berlindunglah kepada Allah, karena yang menguji Allah,” tutupnya.




