Korban Perampokan Sadis di Boyolali Pulang ke Rumah, Pelaku Diduga Terlilit Utang Judi Online
Daryanti (33), korban yang selamat dari perampokan brutal di Pengkol, Karanggede, Boyolali, telah berhasil melewati masa kritisnya. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, ia kini telah diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di kediamannya. Kondisi Daryanti, meskipun masih lemah akibat luka-luka serius yang dideritanya, menunjukkan perkembangan positif dan terus mendapat pengawasan medis dari tim dokter.
Peristiwa nahas yang menimpa Daryanti ini terjadi pada Kamis, 29 Januari lalu. Ia menjadi korban keganasan pelaku yang diduga bernama Agus Ratmono. Pelaku menyerang Daryanti dengan membabi buta menggunakan senjata tajam, menyebabkan korban mengalami luka parah. Berdasarkan hasil visum, Daryanti menderita 22 luka sayat di sekitar leher, serta 5 luka tusukan di leher dan 5 luka tusuk di bagian tengkuk. Luka-luka ini diduga kuat akibat serangan brutal pelaku yang menggunakan benda tajam.
Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, mengonfirmasi bahwa Daryanti kini telah kembali ke rumahnya. “Alhamdulillah, untuk kondisi ibu korban, sudah kembali dari rumah sakit. Dan saat ini sedang menjalani rawat jalan di kediaman korban, namun tetap dalam pengawasan dokter dan perawatan intensif,” ujar AKBP Indra. Meskipun sudah diizinkan pulang, Daryanti masih membutuhkan pendampingan intensif dari keluarga dan pemantauan medis secara rutin untuk memastikan kesembuhannya.
Motif Pelaku: Jeratan Utang Judi Online
Motif di balik aksi perampokan sadis ini diduga kuat berkaitan dengan masalah keuangan yang dihadapi pelaku. Agus Ratmono, terduga pelaku, diduga nekat melakukan perampokan karena mengalami kekalahan dalam permainan judi online. Dalam upaya merampok, pelaku dilaporkan datang ke rumah korban dengan modus berpura-pura untuk melunasi utang.
Agus Ratmono diketahui mendatangi rumah korban dengan dalih akan membayar sisa utang sebesar Rp1 juta. Namun, niat sebenarnya adalah untuk merampok sepeda motor milik korban. Tindakan ini dilakukan Agus pada Kamis pagi, dalam kondisi gelap mata akibat kekalahan judi online yang dialaminya.
Identitas Pelaku dan Hubungannya dengan Korban
Pelaku perampokan di Dukuh/Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, yang teridentifikasi berinisial AG (30), berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penangkapan ini telah dikonfirmasi oleh Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku AG ternyata merupakan warga Dukuh/Desa Pengkol sendiri, hanya berbeda RT dengan korban. Wahyudi (60), salah seorang anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa AG dan korban sebenarnya saling mengenal. Hubungan antara keduanya bahkan terbilang cukup baik.
“Bahkan istrinya terduga pelaku ini sering main ke sini (rumah korban),” ujar Wahyudi, menambahkan bahwa pelaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Pendalaman Motif dan Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait motif pasti pelaku melakukan aksi keji tersebut. “Untuk motif dan lain-lain, harap sabar, masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” jelas AKBP Indra Maulana.
Saat ini, polisi memastikan bahwa hanya satu orang yang diamankan terkait kasus ini, yaitu AG yang berusia 30 tahun. Namun, kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus perampokan ini juga masih terus didalami oleh tim penyidik.
Anak Sulung Selamat karena Berada di Luar Rumah
Dalam peristiwa tragis ini, anak sulung korban, CF (12), berhasil selamat dari maut. Keberadaannya di luar rumah saat kejadian menjadi faktor kunci keselamatannya. Perampokan ini menimpa rumah pasangan suami istri Purwanto dan Daryanti, yang memiliki dua orang anak perempuan. Pasangan ini menjalani long distance marriage (LDM), di mana Purwanto merantau ke Singkawang, Kalimantan Barat, untuk usaha kuliner sate kambing, sementara Daryanti tinggal bersama kedua anaknya di Dukuh/Desa Pengkol.
Saat perampokan terjadi, Daryanti hanya bersama anak keduanya, AO. Sementara anak sulungnya, CF, tidak berada di rumah. Terdapat dua versi mengenai keberadaan CF saat insiden tersebut. Sebagian warga menyebutkan CF berada di rumah neneknya yang masih di Desa Pengkol, sementara warga lainnya mengatakan CF sedang pergi mengaji.
Peristiwa Menggemparkan Warga
Perampokan yang terjadi di Dukuh Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali, pada Kamis (29/1/2026) lalu, sontak menggemparkan warga sekitar. Suasana mencekam terasa di lokasi kejadian. Ngatirin, paman korban, yang pertama kali dihubungi oleh suami korban yang berada di Kalimantan Barat, segera bergegas menuju rumah korban.
Setibanya di lokasi, Ngatirin terkejut melihat kondisi Daryanti yang sudah terluka parah. Ia juga mendapati anak kedua korban telah meninggal dunia. Kejadian ini luput dari perhatian warga karena lokasi rumah korban yang cukup terpencil dan dikelilingi pekarangan luas serta kebun jati. Jarak rumah korban dengan tetangga terdekat sekitar 20 meter, dan rumah tersebut juga dikelilingi pagar, sehingga suara teriakan saat kejadian tidak terdengar oleh warga.
Kepala Dusun (Kadus) Pengkol, Sarjono, baru menerima informasi kejadian tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah menerima kabar, ia langsung mendatangi lokasi dan mendapati banyak warga serta aparat kepolisian telah berada di sana. Ibu korban yang mengalami luka parah telah dievakuasi ke rumah sakit.

Ratusan warga memadati rumah korban untuk melihat langsung lokasi kejadian, banyak di antaranya yang menangis sedih atas peristiwa nahas ini. Daryanti dikenal sebagai istri dari seorang pengusaha kuliner sate kambing yang sukses di Singkawang, Kalimantan.





