Kuliner Kebi Kendari Hancur Lebur Diterjang Angin Kencang

Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach Rusak Parah Akibat Hantaman Badai

Kendari, Sulawesi Tenggara – Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu, 8 Maret 2026, meninggalkan jejak kerusakan yang cukup signifikan di salah satu destinasi kuliner favorit warga, Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach, yang akrab disapa Kebi. Peristiwa alam ini menyebabkan berbagai fasilitas milik para pedagang berantakan, mengubah pemandangan yang biasanya ramai dan tertata rapi menjadi pemandangan porak-poranda.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat jelas bagaimana amukan angin kencang menghantam lapak-lapak pedagang yang berjajar di sepanjang pinggir jalan. Kerusakan yang terjadi tidak hanya bersifat minor, melainkan cukup parah. Beberapa tiang lampu penerangan jalan umum yang seharusnya kokoh, ditemukan roboh dan menimpa langsung area berjualan para pedagang. Beban tiang lampu yang jatuh tersebut tentu saja menambah tingkat kerusakan pada bangunan lapak dan barang dagangan yang ada di bawahnya.

Tak hanya fasilitas permanen, perabotan sederhana milik pedagang pun tak luput dari terjangan angin. Meja dan kursi plastik yang biasanya digunakan untuk melayani pengunjung, kini terlihat terbalik dan berserakan di area pejalan kaki. Kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya hembusan angin yang melanda kawasan tersebut, mampu mengangkat dan memindahkan benda-benda yang relatif ringan namun tersebar di area yang luas.

Lebih memprihatinkan lagi, beberapa tenda jualan yang menjadi ciri khas kawasan kuliner ini, dilaporkan roboh. Parahnya, ada beberapa tenda yang terbawa angin hingga tercebur ke laut, menambah kerugian bagi para pemiliknya. Tenda yang roboh ini tidak hanya merusak struktur tenda itu sendiri, tetapi juga berpotensi merusak peralatan dagang lain yang tersimpan di dalamnya.

Peralatan dagang yang lebih berat pun turut menjadi korban. Kulkas yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan minuman, serta penanak nasi yang menjadi alat utama dalam menyajikan hidangan, terlihat berantakan dan terlempar dari tempatnya. Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para pedagang mengenai nasib usaha mereka, mengingat kerugian materiil yang timbul akibat kerusakan peralatan ini.

Salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, yang diidentifikasi sebagai MU, menceritakan suasana mencekam saat angin kencang melanda. “Angin kencang datang dengan gerimis, habis da sapu rata itu tenda-tenda,” ujarnya dengan nada prihatin. Deskripsi ini menggambarkan betapa cepat dan dahsyatnya terjangan angin tersebut, yang hanya dalam hitungan menit mampu meratakan tenda-tenda yang kokoh sekalipun.

Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach (Kebi) sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Kendari. Lokasinya yang strategis, meskipun berjarak sekitar 6,9 kilometer dari Tugu Religi Sultra atau eks MTQ Kendari di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, dengan waktu tempuh sekitar 14 menit berkendara, menjadikannya mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Keindahan pantai yang berpadu dengan ragam kuliner lokal selalu menarik pengunjung untuk datang.

Peristiwa ini tentu menjadi pukulan telak bagi para pedagang yang menggantungkan hidup mereka pada usaha di kawasan ini. Kerusakan yang terjadi memerlukan upaya perbaikan yang sigap, baik dari pemerintah daerah maupun dari para pedagang sendiri, agar Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach dapat kembali berfungsi normal dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian kota.

Dampak dari angin kencang ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Pemulihan kawasan ini diharapkan dapat dilakukan secepatnya, dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi tantangan yang ada.

Kronologi Kejadian dan Dampak Kerusakan

Peristiwa angin kencang yang melanda Kendari Beach terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, bertepatan dengan hujan deras. Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan serangkaian kerusakan yang merata di seluruh kawasan.

  • Kerusakan Fasilitas Pedagang:

    • Tiang lampu penerangan jalan roboh, menimpa lapak pedagang.
    • Meja dan kursi plastik terbalik dan berserakan.
    • Tenda jualan roboh, bahkan ada yang tercebur ke laut.
    • Peralatan dagang seperti kulkas dan penanak nasi rusak dan berantakan.
  • Kesaksian Warga:

    • Angin kencang datang bersamaan dengan gerimis.
    • Angin mampu meratakan tenda-tenda dalam waktu singkat.

Lokasi Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach

Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach (Kebi) terletak di pinggir pantai Kota Kendari. Lokasinya relatif mudah dijangkau, dengan jarak sekitar 6,9 kilometer dari pusat kota atau Tugu Religi Sultra (eks MTQ Kendari).

  • Jarak dari Tugu Religi Sultra: 6,9 km
  • Waktu Tempuh (berkendara): Sekitar 14 menit

Peristiwa ini menjadi pengingat akan kekuatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap cuaca ekstrem. Upaya mitigasi dan pemulihan pasca-bencana diharapkan dapat segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan keindahan Kawasan Wisata Kuliner Kendari Beach.

Pos terkait