Perubahan Lokasi Laga PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta
Laga antara PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta resmi dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Keputusan ini diambil setelah pertimbangan matang dari pihak manajemen klub dan otoritas terkait.
Prioritas Utama: Keamanan dan Kenyamanan
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam pertandingan. Menurutnya, hal ini menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan laga.
Pertandingan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung pada Rabu (22/4/2026) kini dialihkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Laga akan digelar tanpa kehadiran penonton sebagai bagian dari kesepakatan perizinan dengan otoritas setempat.
Alasan Pemindahan Lokasi
Yuliana mengakui bahwa bermain di luar Yogyakarta bukanlah keputusan ideal bagi tim. Sebagai tuan rumah, PSIM Yogyakarta tentu ingin tampil di hadapan pendukung sendiri. Namun, penggunaan stadion di Bali disebut sebagai solusi teknis agar pertandingan tetap dapat berlangsung sesuai jadwal.
“Ini bukan bentuk menjauh dari Jogja, melainkan tanggung jawab kami untuk menjaga jalannya kompetisi dan nama besar PSIM,” ujarnya.
Manajemen juga memahami kekecewaan suporter atas situasi ini. Namun, Yuliana menekankan bahwa yang dibutuhkan tim saat ini adalah dukungan positif, bukan perpecahan. Ia juga memastikan klub akan terus berupaya agar PSIM Yogyakarta dapat kembali bermain di kandang sendiri pada kesempatan berikutnya, sekaligus membangun komunikasi dengan seluruh stakeholder terkait.
“Kami percaya suporter PSIM adalah pendukung yang loyal, cerdas, dan mencintai klub dengan hati besar. Mari hadapi situasi ini dengan elegan,” pungkasnya.
Penjelasan Panpel PSIM
Keputusan pemindahan venue sendiri diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan fasilitas di Bantul. Ketua Panpel PSIM, Wendy Umar Seno Aji, menjelaskan bahwa seluruh persiapan awal sebenarnya telah rampung, termasuk perizinan dan kesiapan operasional di Stadion Sultan Agung.
“Namun, setelah koordinasi intensif dan mempertimbangkan rekomendasi dari kepolisian serta pihak terkait, kami sepakat bahwa kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk mengakomodasi tingginya animo penonton,” ujarnya.
Manajemen sempat mencari alternatif stadion yang lebih dekat dari Yogyakarta, termasuk Stadion Jatidiri. Namun, opsi tersebut urung terealisasi karena terbentur jadwal penggunaan yang sudah lebih dulu terisi. Sebagai solusi, pemindahan ke Bali dipilih agar kompetisi tetap berjalan sesuai kalender.
Meski demikian, laga harus digelar tanpa penonton sebagai bagian dari kesepakatan perizinan dengan otoritas setempat. Menurut Wendy, langkah ini juga diambil untuk menghindari potensi sanksi administratif maupun pengurangan poin yang bisa berdampak pada posisi PSIM Yogyakarta di klasemen.





