Lapangan JIS Dikritik Souza Pasca Persija Ditahan Imbang

Keluhan Pelatih Persija Jakarta: Kualitas Lapangan JIS Pengaruhi Permainan Tim

Jakarta – Pasca pertandingan lanjutan BRI Super League yang berakhir imbang 1-1 melawan Dewa United pada Minggu (15/3), pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, melontarkan kritik tajam mengenai kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS). Menurut Souza, kualitas rumput stadion yang dianggap tidak ideal secara signifikan menghambat permainan timnya, serta tim lawan, untuk menampilkan sepak bola yang berkualitas.

Souza mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya pertandingan, menilai bahwa secara teknis, laga tersebut berjalan buruk. “Menurut saya pertandingan ini secara teknis sangat buruk. Jika dianalisis, hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim,” ujar Souza. Ia berpendapat bahwa kondisi lapangan yang buruk menjadi faktor utama kesulitan kedua tim dalam memainkan pola permainan yang mengandalkan teknik dan kecepatan.

Dalam pertandingan tersebut, Persija sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Maxwell menjelang babak pertama usai. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Di awal babak kedua, Dewa United berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Alexis Messidoro, membuat skor kembali imbang.

Pelatih asal Brasil ini secara spesifik menyoroti bagaimana kondisi rumput yang tidak memenuhi standar minimum telah menyulitkan Persija untuk menerapkan strategi permainan yang mengandalkan umpan-umpan pendek dan tempo cepat. “Lapangan tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik,” tegasnya. Situasi ini, menurut Souza, membuat Persija kesulitan dalam membangun serangan yang efektif, meskipun timnya memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan teknik yang mumpuni.

Lebih lanjut, Souza juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap catatan performa Persija saat bermain di kandang sendiri di JIS pada musim ini. Ia mencatat bahwa timnya justru kehilangan sejumlah poin krusial ketika bertanding di stadion tersebut. “Di sini kami kehilangan poin saat melawan Bali United (imbang 1-1), Malut United (imbang 1-1), dan sekarang Dewa. Total ada enam poin yang tertinggal di JIS,” jelasnya.

Souza membandingkan hasil tersebut dengan performa Persija saat melakoni laga tandang. Ia mengungkapkan bahwa ketika bermain di kandang lawan, Persija justru mampu meraih kemenangan atas tim-tim yang sama yang mereka hadapi di JIS. Perbandingan ini semakin memperkuat argumennya mengenai dampak negatif kondisi lapangan JIS terhadap performa tim.

Selain masalah kualitas lapangan, Souza juga mengidentifikasi adanya kesalahan pengambilan keputusan oleh pemain Persija di momen-momen krusial sebagai penyebab gol balasan Dewa United. Ia menjelaskan bahwa pada situasi tersebut, bola seharusnya dibuang menjauh dari area berbahaya untuk meredakan tekanan dari lawan. Namun, bola justru dikembalikan ke area tengah lapangan, yang kemudian dimanfaatkan oleh Dewa United untuk melancarkan serangan balik cepat.

“Bola ada di kaki pemain kami. Seharusnya bola dibuang ke belakang atau keluar lapangan, tetapi justru dimasukkan kembali ke duel. Dari situ mereka melakukan serangan balik empat lawan tiga dan akhirnya mencetak gol,” terang Souza, merinci bagaimana momen tersebut berujung pada gol penyama kedudukan bagi tim tamu.

Hasil imbang melawan Dewa United ini berdampak pada posisi Persija di klasemen sementara BRI Super League. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini tertahan di peringkat ketiga dengan raihan 52 poin. Kegagalan meraih poin penuh membuat mereka gagal memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya, yakni Persib Bandung yang memimpin klasemen dengan 58 poin, dan Borneo FC yang berada di posisi kedua dengan 54 poin.

Menariknya, pada waktu yang bersamaan, pertandingan lain yang melibatkan tim papan atas, yaitu antara Borneo FC dan Persib Bandung, juga berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini menjaga persaingan di papan atas klasemen tetap terbuka, meskipun Persija harus merelakan kesempatan untuk mendekat.

Kritik dari pelatih Persija ini menyoroti pentingnya kualitas infrastruktur pertandingan, khususnya kondisi lapangan, dalam mendukung jalannya kompetisi sepak bola yang berkualitas dan menghibur bagi para penonton.

Pos terkait