Pemkab Sorong Selatan Perkuat Sektor Kesehatan untuk Tekan Penyebaran TB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat sektor kesehatan, khususnya untuk menekan penyebaran tuberkulosis (TB), terutama di wilayah terpencil dan pesisir. Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, mengungkapkan bahwa langkah-langkah konkret akan segera dilakukan melalui Dinas Kesehatan, rumah sakit daerah, serta 18 puskesmas yang tersebar di 15 distrik.
Fasilitas kesehatan ini akan menjadi ujung tombak sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Petronela menyatakan bahwa setelah tiba di Sorong Selatan, dinas teknis akan langsung melakukan sosialisasi masif. Ini merupakan langkah penting, khususnya bagi masyarakat pesisir.
Lima distrik pesisir akan menjadi prioritas utama dalam intervensi tersebut. Selain layanan kesehatan, pemerintah juga fokus membenahi kebutuhan dasar seperti rumah layak huni, sanitasi, dan air bersih. Menurut Petronela, perbaikan lingkungan sangat krusial untuk menekan penyakit menular seperti TB.
Sorong Selatan sendiri telah mencatat beberapa capaian kesehatan, seperti bebas malaria pada tahun 2024 dan target bebas stunting pada tahun 2025. Namun, Petronela mengakui bahwa penanganan TB masih menjadi pekerjaan rumah besar akibat faktor lingkungan dan keterbatasan akses air bersih.
“Ini PR besar. Saya akan turun langsung memimpin Dinas Kesehatan, DPPKB, rumah sakit, dan puskesmas secara kolaboratif untuk menekan angka TB,” tegasnya.
Kepala Daerah se-Papua Kompak Perangi TBC dan Kawal Program Makan Bergizi
Di tempat yang sama, para kepala daerah se-Tanah Papua mendeklarasikan Gerakan Nasional Pemberantasan TBC Berbasis Komunitas serta Akselerasi Quality Control Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Deklarasi ini berlangsung dalam Rapat Koordinasi di Aston Hotel Sorong, Sabtu (30/5/2026).
Langkah kolaboratif ini bertujuan mengeliminasi TBC melalui perbaikan sanitasi sekaligus memperketat pengawasan keamanan pangan pada program MBG. Dalam sambutannya, Penjabat Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengapresiasi kehadiran para kepala daerah, Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).
“Kehadiran Bapak dan Ibu adalah bukti komitmen nyata memperkuat kesehatan masyarakat di Papua,” ujar Septinus. Ia menekankan bahwa TBC tidak bisa diselesaikan hanya dengan penanganan medis, melainkan butuh perbaikan sanitasi lingkungan dan edukasi masyarakat.
Selain TBC, pertemuan ini fokus pada pengawasan keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG. Septinus menyebutkan bahwa program MBG di Kota Sorong berjalan lancar secara bertahap.
“Pemkot Sorong mendukung penuh. Pemenuhan gizi anak adalah investasi penting untuk mencetak generasi Papua yang sehat dan cerdas,” tegasnya.
Program MBG ini juga mulai mendongkrak ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM, petani, dan nelayan setempat. Meski ada tantangan distribusi dan pengawasan, Pemkot Sorong optimis target eliminasi TBC dan peningkatan kesehatan di Papua dapat tercapai melalui pendampingan Badan Gizi Nasional (BGN).
Fokus pada Perbaikan Lingkungan dan Edukasi Masyarakat
Pemkab Sorong Selatan menegaskan bahwa penanganan TB tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada perbaikan lingkungan dan edukasi masyarakat. Salah satu strategi utamanya adalah memastikan akses air bersih, sanitasi yang memadai, dan lingkungan hidup yang sehat.
Dalam upaya ini, pemerintah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, DPPKB, rumah sakit, dan puskesmas. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya PHBS dalam mencegah penyebaran penyakit menular.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem pengawasan dan distribusi makanan bergizi melalui program MBG. Hal ini tidak hanya membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal, seperti UMKM, petani, dan nelayan.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada tantangan dalam distribusi dan pengawasan, Pemkab Sorong Selatan tetap optimis bahwa target eliminasi TB dan peningkatan kesehatan masyarakat dapat tercapai. Dengan dukungan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan partisipasi aktif masyarakat, harapan besar ditempatkan pada keberhasilan program ini.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan semua warga memiliki akses yang sama terhadap fasilitas kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. Dengan pendekatan holistik dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat di Sorong Selatan dan seluruh Papua akan terus meningkat.






