Lelang SUN Rp33 T: Pemerintah Bidik Dana Besar Besok

Pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, bersiap untuk menyelenggarakan lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Lelang ini ditargetkan untuk mengumpulkan dana sebesar Rp33 triliun secara indikatif.

Pengumuman resmi dari laman DJPPR mengungkapkan bahwa pemerintah akan menawarkan sembilan seri SUN dalam lelang kali ini. Rinciannya, tiga seri SUN akan memiliki tenor pendek, sementara enam seri lainnya menawarkan tenor yang lebih panjang.

Seri SUN Berpenor Pendek

Tiga seri SUN dengan tenor pendek yang akan dilelang adalah sebagai berikut:

  • SPN01260221 (Terbitan Baru): Seri ini memiliki tenor satu bulan dan akan diterbitkan sebagai terbitan baru. Imbal hasil yang ditawarkan bersifat diskonto.
  • SPN12260423 (Terbitan Ulang): Dengan tenor tiga bulan, seri ini merupakan terbitan ulang dari seri yang sudah ada. Imbal hasil juga ditawarkan dalam bentuk diskonto.
  • SPN12270107 (Terbitan Ulang): Seri ini memiliki tenor dua belas bulan dan juga merupakan terbitan ulang. Model imbal hasil yang berlaku adalah diskonto.

Seri SUN Berpenor Panjang

Sementara itu, enam seri SUN dengan tenor lima tahun ke atas yang akan ditawarkan dalam lelang ini adalah:

  • FR0109 (Terbitan Ulang): Seri ini memiliki tanggal jatuh tempo terdekat di antara seri obligasi negara yang ditawarkan, yaitu pada 15 Maret 2031. Tingkat imbal hasil yang ditawarkan untuk seri ini adalah 5,87%.
  • FR0108 (Terbitan Ulang): Obligasi ini akan jatuh tempo pada 15 April 2036 dan menawarkan tingkat imbal hasil sebesar 6,50%.
  • FR0106 (Terbitan Ulang): Seri ini memiliki tanggal jatuh tempo pada 15 Agustus 2040. Menariknya, FR0106 bersama dengan FR0107 menawarkan kupon terbesar, yaitu 7,125%.
  • FR0107 (Terbitan Ulang): Dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Agustus 2045, seri ini juga menawarkan kupon sebesar 7,125%, menjadikannya salah satu instrumen dengan imbal hasil tertinggi dalam lelang ini.
  • FR0102 (Terbitan Ulang): Seri ini memiliki tanggal jatuh tempo yang cukup panjang, yaitu pada 15 Juli 2054, dengan imbal hasil yang ditawarkan sebesar 6,87%.
  • FR0105 (Terbitan Ulang): Seri ini menawarkan tenor terpanjang dari seluruh seri yang dilelang, jatuh tempo pada 15 Juli 2064. Kupon yang ditawarkan untuk FR0105 adalah sebesar 6,87%.

Detail Lelang SUN

Target indikatif lelang ini adalah Rp33 triliun. Namun, pemerintah juga menetapkan target maksimal yang dapat melebihi target indikatif hingga 150% dari jumlah tersebut, memberikan fleksibilitas dalam penyerapan dana.

Pelaksanaan lelang akan menggunakan sistem yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang ini bersifat terbuka dan menerapkan metode harga beragam, yang berarti penawaran dapat masuk dengan berbagai tingkat harga.

Partisipasi Investor

Penawaran pembelian dalam lelang SUN ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan investor, baik individu maupun institusi. Namun, perlu dicatat bahwa setiap penawaran pembelian harus disampaikan melalui dealer utama yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Keuangan.

Beberapa institusi keuangan yang terdaftar sebagai dealer utama dalam lelang ini meliputi:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
  • PT Bank Permata Tbk. (BNLI)
  • Dan sejumlah perbankan terkemuka lainnya di Indonesia.

Selain institusi perbankan, beberapa perusahaan sekuritas juga tercatat sebagai dealer utama yang memfasilitasi lelang ini.

Lelang Surat Utang Negara ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Dengan menerbitkan SUN, pemerintah berupaya mengelola kebutuhan pendanaan negara secara efektif dan efisien.

Pos terkait