Lippo Group Sumbang 30 Hektare untuk Program 3 Juta Rumah Prabowo

Lippo Group Sumbang Lahan 30 Hektare di Cikarang untuk Program Sejuta Rumah

Lippo Group secara resmi menyerahkan hibah lahan seluas 30 hektare yang berlokasi strategis di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Langkah monumental ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan satu juta rumah yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak akan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia.

Penyerahan lahan bersejarah ini dilakukan langsung oleh pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, didampingi oleh putranya yang kini memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Lippo Group, James Riady. Pihak pemerintah menerima hibah tersebut melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, yang kemudian menyerahkannya kepada CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, untuk dikelola dan dikembangkan.

Acara penyerahan hibah lahan yang berlangsung khidmat ini turut disaksikan oleh Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, serta jajaran pejabat penting dari pemerintah provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kehadiran para tokoh kunci ini menegaskan komitmen kolektif untuk mewujudkan program perumahan rakyat yang ambisius.

Visi Pembangunan Hunian Terjangkau di Cikarang

Di atas lahan seluas 30 hektare tersebut, direncanakan sebuah mega proyek pembangunan yang difokuskan untuk menciptakan sekitar 140.000 unit apartemen bersubsidi. Proyek ini secara spesifik dirancang untuk melayani kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), memberikan mereka kesempatan untuk memiliki hunian yang aman dan nyaman.

James Riady, CEO Lippo Group, menyatakan dengan lugas alasan di balik keputusan hibah ini. “Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat,” ujarnya singkat pasca acara penyerahan di Cikarang pada Minggu, 8 Maret 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi semangat filantropi dan kepedulian sosial yang menjadi pendorong utama Lippo Group dalam berkontribusi pada program kerakyatan ini.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa pihaknya akan segera menggerakkan roda pembangunan begitu lahan diterima. “Lippo Group telah memberikan tanah seluas 30 hektare kepada pemerintah, kepada kami Danantara untuk bisa dibangun sebagai tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah. Ini lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa,” papar Rosan, menekankan aspek kolaboratif dan kemanusiaan di balik proyek ini.

Danantara Indonesia akan bertanggung jawab penuh dalam hal pembiayaan pembangunan berbagai menara apartemen di atas lahan yang telah dihibahkan. Hal ini menunjukkan kesiapan dan optimisme lembaga tersebut dalam mengeksekusi rencana pembangunan yang telah dirancang.

Dukungan Penuh dari Berbagai Pihak

Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengapresiasi langkah Lippo Group sebagai sebuah peristiwa bersejarah. Ia menyoroti inisiatif besar dari sektor swasta yang secara proaktif berkontribusi pada sektor perumahan di tanah air.

“Ini bersejarah karena ada pihak swasta menyerahkan kepada pemerintah, Lippo Group memberikan 30 hektare lebih lahan yang luas untuk dibangun dan diserahkan kepada rakyat kita. Diharapkan ini akan sediakan 140 ribu unit apartemen untuk rakyat kita yang mau memiliki rumah,” ujar Hashim, menggambarkan signifikansi hibah ini dalam skala nasional.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, tak ketinggalan menyampaikan apresiasinya yang mendalam kepada keluarga besar Lippo Group, khususnya kepada Mochtar Riady, atas kedermawanan mereka. Ia menegaskan bahwa hibah ini bukan sekadar bentuk komitmen, melainkan manifestasi dari rasa kebersamaan dan kepedulian kemanusiaan yang tinggi.

“Ini bukan sekadar komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara.

Lebih lanjut, Ara menjelaskan bahwa proses pembangunan hunian di atas lahan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Dengan estimasi yang ada, lahan seluas 30 hektare ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 140.000 unit apartemen yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Dari gambaran tim, dengan lahan sekitar 30 hektare ini kita kurang lebih bisa membangun sekitar 140.000 unit,” ucapnya, memberikan gambaran kuantitatif mengenai potensi proyek ini.

Proyek pembangunan apartemen subsidi di Cikarang ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pemerintah mewujudkan program sejuta rumah. Dengan kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan lembaga pengelola seperti Danantara Indonesia, diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati fasilitas hunian yang layak dan terjangkau di masa depan.

Langkah Lippo Group ini diharapkan dapat memicu partisipasi lebih lanjut dari berbagai pihak, baik swasta maupun individu, untuk turut serta dalam pembangunan perumahan yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh Indonesia.

Pos terkait