Longsor Sampah di Bantargebang: 13 Korban Teridentifikasi, Pencarian 5 Korban Masih Berlangsung
Bekasi – Bencana longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang merupakan fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, telah menimbulkan dampak serius. Hingga saat ini, sebanyak 13 orang tercatat sebagai korban dalam insiden tersebut. Upaya pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh ratusan petugas gabungan untuk menemukan lima orang yang masih dinyatakan hilang.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, merinci data korban yang berhasil dihimpun. Dari total 13 korban, empat orang telah ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, empat korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Sisa ada lima orang sesuai laporan yang masuk dari kepolisian dan sedang diupayakan untuk dievakuasi,” ujar Rizkiansah pada hari Senin, 9 Maret 2026. Kelima orang yang masih dicari ini terdiri dari dua sopir truk sampah dan tiga orang pemulung yang sehari-hari beraktivitas di area tersebut.
Pencarian korban longsor sampah ini telah memasuki hari kedua. Untuk memaksimalkan upaya penyelamatan, sebanyak 336 personel gabungan telah dikerahkan. Mereka berasal dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Fokus Evakuasi dan Alat Berat yang Dikerahkan
Prioritas utama dalam operasi gabungan ini adalah menemukan kelima orang yang masih hilang akibat tertimbun longsoran timbunan sampah. Tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat proses evakuasi.
“Evakuasi dilakukan menggunakan 15 alat berat berjenis ekskavator milik DLH,” jelas Rizkiansah. Penggunaan alat berat ini diharapkan dapat membantu menggali dan membersihkan material sampah yang menumpuk, sehingga memperluas jangkauan pencarian korban.
Perkembangan Jumlah Korban Meninggal
Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, menginformasikan adanya penambahan jumlah korban meninggal dunia. Pada Minggu, 8 Maret 2026, tercatat satu korban meninggal tambahan, sehingga total korban jiwa menjadi empat orang.
Korban tambahan tersebut diketahui merupakan seorang sopir truk pengangkut sampah. Jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penyerahan kepada keluarga.
Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, telah mengumumkan adanya temuan tiga jenazah. Ketiga korban yang meninggal tersebut diidentifikasi sebagai Enda Widayanti (25 tahun), Sumine (60 tahun), dan Dedi Sutrisno, yang merupakan seorang sopir truk.
Dampak Longsor Sampah
Insiden longsor di TPST Bantargebang ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga menyebabkan sejumlah kendaraan, khususnya truk pengangkut sampah, tertimbun di bawah tumpukan sampah. Kejadian ini menyoroti kembali pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur pengelolaan sampah yang aman dan memadai.
Pihak berwenang terus berupaya keras dalam proses pencarian dan investigasi penyebab pasti dari insiden longsor ini. Harapannya, korban yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang melalui evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan sampah yang ada.




