Lonjakan 30% Konsumsi Bensin Saat Lebaran

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memproyeksikan peningkatan signifikan dalam kebutuhan masyarakat terhadap produk bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin bensin di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode libur Lebaran 2026. Kenaikan ini diperkirakan akan mendorong konsumsi harian BBM mesin bensin hingga 30,3 persen, dari rata-rata normal 12.943 kiloliter menjadi sekitar 16.863 kiloliter.

Prediksi Peningkatan Konsumsi BBM Mesin Bensin

Menurut Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, lonjakan konsumsi BBM mesin bensin selama libur Lebaran 2026 akan terlihat pada beberapa jenis produk unggulan. Pertamax Turbo diprediksi mengalami kenaikan permintaan paling tinggi, mencapai 55,3 persen. Diikuti oleh Pertalite dengan kenaikan sekitar 30,2 persen, dan Pertamax dengan lonjakan permintaan sebesar 29,7 persen.

Peningkatan permintaan ini dapat dikaitkan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik dan berwisata selama periode libur panjang tersebut.

Penurunan Konsumsi BBM Mesin Diesel

Berbanding terbalik dengan tren kenaikan BBM mesin bensin, konsumsi bahan bakar untuk mesin diesel atau gasoil diperkirakan akan mengalami penurunan. Estimasi penurunan konsumsi harian gasoil adalah sebesar 10,3 persen, dari rata-rata normal 7.069 kiloliter menjadi sekitar 6.340 kiloliter.

Penurunan ini secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan Kementerian Perhubungan yang memberlakukan pembatasan terhadap angkutan barang selama periode arus mudik dan balik Lebaran. Pembatasan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 29 Maret 2026, yang secara otomatis mengurangi aktivitas kendaraan niaga bermesin diesel.

Antisipasi Pasokan di Tengah Momen Libur yang Padat

Fanda Chrismianto menekankan bahwa momen mudik Lebaran tahun ini sangat padat dan berdekatan dengan libur nasional lainnya, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam persiapan pasokan. Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 21-22 Maret berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi pada 18-19 Maret. Kondisi ini mendorong Pertamina untuk menyiagakan stok BBM, LPG, dan Avtur di seluruh titik pasokan strategis guna memastikan ketersediaan bagi masyarakat.

Strategi Distribusi dan Puncak Arus Mudik

Dalam sektor distribusi, Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah telah memetakan puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama diprediksi pada tanggal 14-15 Maret 2026, diikuti oleh gelombang kedua pada tanggal 18-20 Maret 2026.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, khususnya pada puncak arus mudik, Pertamina akan mengandalkan dukungan sistem one way yang diterapkan di jalan tol Trans Jawa. Sistem ini akan mulai berlaku dari Kilometer 70 Cikampek hingga Kilometer 421 ruas tol Semarang-Solo. Penerapan sistem one way ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas dan mempercepat mobilitas kendaraan, termasuk distribusi BBM.

Peningkatan Konsumsi dan Stok LPG

Selain BBM, konsumsi elpiji (liquefied petroleum gas) rumah tangga juga diprediksi mengalami peningkatan selama periode Ramadan hingga Lebaran. Menurut Region Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Priyo Djatmiko, konsumsi elpiji rumah tangga diprediksi naik sebesar 9 persen, dari rata-rata normal menjadi sekitar 5.293 metrik ton per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan ini, Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan stok. Salah satunya adalah dengan melakukan alokasi tambahan berupa extra dropping sebesar 8,33 persen, yang setara dengan 3.145.050 tabung elpiji. Penyaluran extra dropping ini akan dilakukan secara bertahap.

Alokasi Tambahan dan Jaminan Ketersediaan

Lebih lanjut, Priyo Djatmiko menjelaskan bahwa Pertamina juga telah mengalokasikan sebanyak 5.902.480 tabung LPG untuk kebutuhan fakultatif. Alokasi fakultatif ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang mungkin terjadi secara mendadak, terutama saat puncak perayaan Lebaran dan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.

Guna menjamin ketersediaan dan kelancaran penyaluran elpiji 3 kg, Pertamina juga mempersiapkan rencana alokasi reguler tambahan. Total alokasi reguler yang disiapkan mencapai 37,7 juta tabung di seluruh wilayah Jawa Bagian Tengah. Dengan berbagai strategi ini, Pertamina berupaya memastikan pasokan energi, baik BBM maupun LPG, tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat sepanjang periode libur Lebaran 2026.

Pos terkait