Aktivis HAM KontraS Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Polri Berikan Atensi Khusus
Jakarta – Kehidupan aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, kini tengah berjuang melawan masa kritis setelah menjadi korban serangan keji berupa penyiraman air keras. Insiden yang terjadi di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, ini meninggalkan luka bakar kimia yang parah pada tubuhnya, menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi keluarga besar KontraS dan para pegiat HAM di seluruh Indonesia.
Kondisi kesehatan Andrie Yunus dilaporkan masih dalam pengawasan ketat tim medis. Luka bakar korosif yang dialaminya mencapai 24 persen dari total luas tubuhnya, dengan area yang paling terdampak adalah wajah, dada, kedua tangan, dan yang paling mengkhawatirkan, mata kanannya.
Jane Rosalina, Kepala Divisi Impunitas KontraS, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi rekannya. “Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan. Saat ini, korban telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata,” ujar Jane. Tim medis berupaya maksimal untuk menyelamatkan fungsi penglihatan Andrie yang terancam akibat paparan zat korosif tersebut. Demi memaksimalkan proses pemulihan, Andrie kini ditempatkan di ruang perawatan intensif dengan standar sterilisasi yang sangat tinggi.
Kronologi Penyerangan yang Mengerikan
Peristiwa nahas ini terjadi ketika Andrie Yunus sedang melintas di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba, dua orang pelaku laki-laki yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik mendekatinya dengan cara yang nekat, bahkan melawan arus lalu lintas.
Menurut saksi mata dan keterangan dari pihak KontraS, pelaku diduga menggunakan motor Honda Beat dengan perkiraan tahun produksi antara 2016 hingga 2021. Salah satu pelaku terlihat mengenakan masker hitam yang menutupi wajahnya. Dalam jarak yang sangat dekat, pelaku langsung menyiramkan cairan korosif ke arah tubuh Andrie. Serangan mendadak ini menyebabkan Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari kendaraannya.
Cairan berbahaya tersebut seketika menimbulkan luka bakar kimia serius pada area wajah, dada, serta kedua tangan aktivis tersebut. Namun, cedera paling parah dilaporkan terjadi pada mata kanan korban yang terkena paparan langsung zat kimia tersebut. Pihak KontraS juga memberikan deskripsi awal mengenai penampilan pelaku, di mana pelaku pertama mengenakan helm hitam, sementara pelaku kedua memakai kaus biru tua dan celana jeans pendek.
Aparat kepolisian kini tengah bekerja keras untuk mengungkap identitas dan motif di balik aksi keji ini. Pendalaman terhadap ciri-ciri pelaku dan analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian menjadi prioritas utama dalam penyelidikan.
Polri Berikan Atensi Khusus
Kasus penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia ini tidak luput dari perhatian serius pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan atensi khusus untuk memastikan kasus ini diusut tuntas.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan komitmen institusinya. “Kami dari segenap personel Polri, baik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, termasuk Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” tegas Irjen Isir. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memberikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya aksi serupa di masa mendatang.
Mengenal Sosok Andrie Yunus: Aktivis Kritis Pembela HAM
Di balik peristiwa tragis ini, sosok Andrie Yunus dikenal luas sebagai seorang aktivis yang vokal dan berada di garis depan dalam menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan negara. Sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, ia mendedikasikan dirinya untuk advokasi isu-isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan reformasi sektor keamanan.
Perjalanan panjangnya di dunia advokasi hukum publik telah terbentuk sejak ia masih aktif di berbagai lembaga bantuan hukum. Andrie menempuh pendidikan tinggi hukum di STH Indonesia Jentera pada rentang tahun 2016 hingga 2020, yang ia jalani melalui jalur beasiswa. Selama masa studinya, ia menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap akses keadilan, yang tercermin dalam skripsinya yang membahas peran penting paralegal dalam sistem hukum.
Sebelum dikenal luas sebagai bagian dari KontraS, Andrie Yunus telah membangun fondasi pengalaman yang kuat di dunia bantuan hukum. Ia pernah menjalani peran sebagai Legal Intern di LBH APIK Jakarta dan LBH Jakarta. Setelah menyelesaikan masa magangnya, Andrie melanjutkan kariernya di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebagai advokat hukum publik dari tahun 2020 hingga 2022.
Babak baru dalam kariernya dimulai pada tahun 2022 ketika ia bergabung dengan KontraS. Di organisasi ini, Andrie aktif terlibat dalam berbagai advokasi, kampanye, dan pernyataan sikap terkait kebijakan negara yang dinilai berdampak pada kebebasan sipil. Jabatannya sebagai Wakil Koordinator KontraS menunjukkan posisinya yang strategis dalam organisasi, bukan sekadar sebagai anggota biasa.
Salah satu ciri paling menonjol dari profil Andrie Yunus adalah sikap kritisnya terhadap kebijakan negara, terutama yang berkaitan dengan sektor keamanan. Ia kerap terlibat dalam advokasi dan kampanye publik yang menyoroti isu reformasi sektor keamanan. Salah satu contohnya adalah kritiknya terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil.
Pada tahun 2025, Andrie sempat menjadi sorotan publik ketika bersama sejumlah aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi UU TNI yang berlangsung tertutup. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap proses legislasi yang dinilai tidak transparan. Selain terlibat dalam aksi publik, Andrie Yunus juga tercatat pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi, memberikan keterangan dari perspektif masyarakat sipil. Keberanian dan dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak sipil menjadikannya sosok yang inspiratif, namun juga rentan terhadap serangan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.




