Mantan Kader PDIP dan Golkar Pimpin PSI Bali, Termasuk Mantan Wakil Bupati

Susunan Kepengurusan PSI Bali yang Baru Terbentuk

Susunan kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bali telah terbentuk dan akan segera dilantik pada 24 Januari 2026. DPW PSI Bali kini berada di bawah komando I Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD II Golkar Badung. Kepengurusan ini juga diisi oleh beberapa tokoh yang pernah aktif di partai lain seperti PDIP dan Golkar.

  • Komang Suarsana, mantan kader Golkar dan pernah menjadi Plt Ketua DPD II Golkar Bangli, kini menjabat sebagai bendahara DPW PSI Bali.
  • I Ketut Badra, eks kader Golkar yang pernah dua periode duduk di kursi DPRD Karangasem sejak 2014 hingga 2029, kini menjabat sebagai Ketua PSI Karangasem.
  • I Wayan Mardana, Bendahara PSI di Klungkung, juga merupakan mantan politisi Golkar.

Selain itu, ada juga eks tokoh PDIP yang bergabung dengan PSI. Contohnya adalah I Made Edi Wirawan, mantan Wakil Bupati Tabanan, yang kini memimpin PSI Tabanan. I Putu Alit Yandinata, Ketua PSI Badung, juga merupakan mantan kader PDIP yang pernah mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Badung pada Pilkada 2024. Di Klungkung, Anak Agung Gde Bagus, kader senior PDIP yang pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Klungkung dan Ketua DPRD Klungkung dari 2004 hingga 2009, juga bergabung dengan PSI.

PSI sebagai Partai Terbuka

Menurut I Wayan Suyasa, Ketua DPW PSI Bali, PSI merupakan partai yang terbuka bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam dunia politik. Ia menyebut bahwa PSI identik dengan partai yang didominasi oleh generasi muda dan Gen Z. Namun, ia juga menekankan bahwa kolaborasi dengan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman di Bali sangat penting.

“Kita kolaborasikan dengan tokoh-tokoh karena Bali itu kan beda. Ketokohan dan figur identik, kita kolaborasi dengan adanya kader dari partai-partai yang lain,” ujarnya.

Suyasa juga menyampaikan bahwa PSI membuka peluang bagi tokoh dan figur muda untuk bergabung. Hal ini bertujuan agar PSI bisa lebih dekat dengan masyarakat dan menjawab tantangan politik di Bali.

Harapan Bersama untuk Masa Depan PSI

Dengan keterlibatan Joko Widodo di dewan pembina, Suyasa optimis bahwa PSI akan masuk parlemen pada tahun 2029. Ia mengatakan bahwa figur Jokowi masih diterima baik di Bali dan para tokoh di kabupaten/kota juga memiliki reputasi yang bagus.

“Saya kira akan mampu bersaing secara sehat di perpolitikan di Bali. Target kami empat besar,” tambahnya.


Pos terkait