Mayat Istri Tinggal Tulang: Suami Siri Hilang, Polisi Ungkap KDRT di Depok

Penemuan Mayat Mengenaskan di Depok: Korban Tinggal Bersama Suami Siri, Barang Berharga Hilang

Depok – Sebuah penemuan mayat yang menggemparkan terjadi di sebuah rumah di Jalan Damai Raya Nomor 51 RT 05/RW 11, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Korban, seorang wanita berinisial DH (55), ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, menimbulkan berbagai pertanyaan dan spekulasi di kalangan warga serta pihak kepolisian.

Kondisi jasad yang ditemukan sungguh mengejutkan. Berdasarkan laporan awal tim identifikasi dari Polres Metro Depok, jenazah DH ditemukan dalam keadaan yang sudah menjadi tulang belulang dengan kulit yang mengering. Keadaan ini mengindikasikan bahwa korban telah meninggal dunia dalam kurun waktu yang cukup lama.

Lebih lanjut, penemuan mayat ini semakin mengerikan karena jasad korban tidak ditemukan dalam posisi yang wajar. Tubuhnya ditemukan tersembunyi di bawah tumpukan karpet, berbagai pakaian, dan sebuah alas setrika. Penataan barang-barang tersebut menimbulkan dugaan bahwa ada upaya untuk menyembunyikan keberadaan jasad korban.

Kejanggalan tidak berhenti sampai di situ. Tim identifikasi juga menemukan taburan bubuk kopi di atas jasad korban. Keberadaan bubuk kopi ini menjadi salah satu petunjuk yang sedang didalami oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif di balik kematian korban.

Kehidupan Korban dan Keberadaan Suami Siri

Menurut keterangan dari Kompol Chairul Saleh, Kapolsek Cinere, korban DH diketahui tinggal di rumah tersebut bersama dengan suami sirinya. Keberadaan suami siri korban ini menjadi fokus utama penyelidikan, mengingat ia adalah orang terakhir yang diduga memiliki kedekatan dengan korban dan berpotensi mengetahui lebih banyak tentang peristiwa ini.

Informasi dari pengurus RT setempat juga mengungkap adanya riwayat keributan rumah tangga antara korban dan suami sirinya. Pernah terjadi laporan mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan keduanya. Hal ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan suami siri dalam kasus ini.

“Keberadaan suami siri korban saat ini tidak diketahui,” ujar Kompol Chairul Saleh pada Senin, 9 Maret 2026, menegaskan bahwa pihak kepolisian sedang berupaya melacak keberadaan pria tersebut.

Hilangnya Barang Berharga

Selain penemuan mayat dalam kondisi mengenaskan, kasus ini juga diwarnai dengan hilangnya sejumlah barang berharga milik korban. Diduga kuat, pelaku juga mengambil barang-barang tersebut setelah melakukan perbuatannya.

Barang-barang yang dilaporkan hilang meliputi:

  • Sepeda motor Suzuki dengan nomor polisi PB 6613 ZME.
  • Satu unit telepon genggam milik korban.

Hilangnya barang-barang ini menambah dimensi perampokan atau motif ekonomi dalam dugaan kasus pembunuhan ini.

Kronologi Penemuan Mayat yang Menggemparkan

Penemuan mayat ini bermula dari kehebohan yang terjadi di lingkungan RT 05/RW 11 Kelurahan Meruyung. Warga setempat melaporkan adanya bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban, yang kemudian memicu rasa penasaran dan kecurigaan.

Pada Sabtu, 7 Maret 2026, sekitar pukul 08.30 WIB, warga bersama dengan anak korban memutuskan untuk membersihkan rumah tersebut. Saat melakukan pembersihan, mereka menemukan sesuatu yang mencurigakan di dalam kamar korban.

Menurut Ketua RT setempat, Sagian Saprudin, laporan awal yang diterima adalah adanya penemuan “kaki” yang mencuat dari dalam kamar. Ketika diperiksa lebih lanjut, ditemukanlah kondisi mayat yang sudah dalam keadaan memar dan terlentang.

“Laporan dari warga, salah satu ke rumah dia informasinya ada kaki,” kata Sagian Saprudin saat ditemui di lokasi kejadian.

Sejak penemuan awal ini, garis polisi segera dipasang di depan pintu rumah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas kepolisian dari Polres Metro Depok langsung bergerak cepat untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban. Warga sekitar tampak mengerumuni lokasi, menanti proses evakuasi yang berlangsung hingga sore hari.

Sekitar pukul 16.55 WIB, jenazah korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

Informasi dari warga juga menyebutkan bahwa korban DH sudah tidak terlihat keluar rumah selama beberapa bulan terakhir. Diperkirakan, korban sudah tidak tampak sejak bulan September tahun 2025. Kondisi ini menjelaskan mengapa penemuan jasadnya baru terjadi setelah sekian lama, dan mengapa suami sirinya menjadi saksi kunci yang keberadaannya sangat dicari.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian tragis korban DH dan menemukan pelaku di balik kejadian mengerikan ini.

Pos terkait