Melon Premium Jepang-Aceh: Laboratorium Agrowisata Unimal

Miharu Farm: Agrowisata Melon Premium Berbasis Smart Farming, Lahir dari Pengalaman Jepang

Di tengah geliat perkembangan teknologi pertanian, sebuah inovasi menarik hadir di Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Abdul Hamid, SP, seorang pemuda yang pernah menimba ilmu pertanian di Jepang, kini sukses mentransformasi lahan menjadi agrowisata petik melon premium yang mengusung konsep smart farming. Tempat ini, yang diberi nama Miharu Farm, tidak hanya menjadi destinasi edukasi menarik, tetapi juga telah membuka pintunya lebar-lebar bagi kegiatan penelitian mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal).

Konsep yang diusung Miharu Farm sangatlah modern. Budidaya melon dilakukan di dalam screen house dengan menerapkan sistem pertanian hidroponik yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Pendekatan ini memungkinkan seluruh aspek produksi dikontrol secara presisi dan real-time.

“Seluruh proses produksi dikontrol secara presisi, mulai dari pengaturan irigasi tetes, pemantauan intensitas cahaya, hingga pengelolaan nutrisi tanaman secara real-time,” ungkap Abdul Hamid, pemilik Miharu Farm, pada Sabtu (21/2/2026). Kontrol yang cermat ini memastikan setiap tanaman mendapatkan perawatan optimal, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Miharu Farm sendiri merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara serta PT Pupuk Iskandar Muda turut membina dan mendorong pengembangan pertanian berbasis teknologi di wilayah tersebut. Keberadaan Miharu Farm menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha dapat memajukan sektor pertanian.

Inspirasi di balik layar kesuksesan Miharu Farm datang dari pengalaman berharga Abdul Hamid saat mengikuti program Petani Muda Indonesia Kementerian Pertanian pada tahun 2023. Selama satu tahun, ia menjalani magang di Ouchi Farm, sebuah fasilitas pertanian di Kabupaten Miharu, Provinsi Fukushima, Jepang. Di sana, ia mendalami seluk-beluk budidaya melon premium dari tahap awal hingga akhir.

“Di Jepang saya belajar budidaya melon premium dari hulu ke hilir. Setelah kembali ke Aceh, saya ingin menerapkan sistem pertanian modern berbasis teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen,” jelas Abdul Hamid. Niat kuat untuk membawa pulang ilmu dan mengembangkannya di tanah air inilah yang menjadi pondasi utama Miharu Farm.

Miharu Farm: Laboratorium Lapangan bagi Mahasiswa Unimal

Lebih dari sekadar tempat wisata dan pusat produksi melon premium, Miharu Farm kini juga menjelma menjadi laboratorium lapangan yang berharga bagi para akademisi. Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) secara resmi telah menugaskan mahasiswa Program Studi Agribisnis untuk melaksanakan penelitian tugas akhir mereka di lokasi ini.

Salah satu mahasiswa yang berkesempatan melakukan penelitian di Miharu Farm adalah Dwi Artika Dewi. Penelitiannya yang berjudul “Analisis Pendapatan dan Saluran Pemasaran Melon Hidroponik Smart Farming Berbasis IoT di Desa Peureupok Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara (Studi Kasus: Miharu Farm)” bertujuan untuk mengupas tuntas aspek ekonomi dan efektivitas sistem pemasaran dari melon premium yang dihasilkan dengan teknologi canggih ini.

Abdul Hamid menyambut baik inisiatif ini. Ia melihat penerimaan mahasiswa penelitian sebagai bagian dari komitmennya untuk membuka ruang belajar dan berbagi pengetahuan bagi generasi muda. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat mereka agar lebih tertarik dan berani terjun ke sektor pertanian modern yang penuh inovasi.

“Sistem IoT memungkinkan seluruh data lahan dipantau secara real-time untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan operasional. Kami ingin mahasiswa belajar langsung bagaimana teknologi meningkatkan efisiensi air, pupuk, serta menjaga keberlanjutan lingkungan,” tuturnya. Dengan demikian, para mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang mendalam tentang bagaimana teknologi pertanian dapat diaplikasikan untuk mencapai hasil yang optimal sekaligus ramah lingkungan.

Dekan Fakultas Pertanian Unimal, Dr. Baidhawi MP, memberikan apresiasi tinggi terhadap Miharu Farm. Ia menilai bahwa kesempatan yang diberikan oleh Miharu Farm bagi mahasiswa untuk melakukan penelitian lapangan sekaligus mempelajari metode budidaya melon premium dengan sistem smart farming ala Jepang adalah sebuah langkah yang sangat positif.

Kolaborasi antara dunia usaha seperti Miharu Farm dan institusi pendidikan tinggi seperti Unimal ini diharapkan akan menjadi model yang inspiratif. Melalui sinergi semacam ini, diharapkan dapat tercipta lulusan-lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian yang pesat. Lebih jauh lagi, kolaborasi ini diharapkan dapat memicu lahirnya generasi petani muda yang inovatif dan berdaya saing di Kabupaten Aceh Utara, serta berkontribusi pada kemajuan sektor pertanian di tingkat yang lebih luas.

Pos terkait