Menhaj Pastikan Ibadah Haji 2026 Lancar, Kuota 221.000 Jemaah dan Skenario Mitigasi

Persiapan Ibadah Haji Tahun 2026 Tetap Berjalan Lancar

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2026 tetap berjalan normal dan aman, meskipun terdapat dinamika di kawasan Timur Tengah. Pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Arab Saudi serta perwakilan Indonesia untuk memastikan keselamatan jemaah calon haji.

”Kami selalu melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Saudi. Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri kita, KBRI di Saudi, serta panitia haji yang ada di sana,” ujar Menhaj saat menghadiri kegiatan Manasik Haji di Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Senin 6 April 2026.

Menurutnya, hingga saat ini semua pihak terkait masih memberikan lampu hijau terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini, sehingga persiapan berjalan seperti biasa. Ia memastikan aspek keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, pemerintah telah menyiapkan beberapa skenario mitigasi secara berlapis.

”Kami menyiapkan beberapa rencana, yaitu plan A, plan B, dan plan C. Semua rencana ini sudah kami koordinasikan dengan teman-teman dari Komisi VIII DPR RI. Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain itu, Irfan menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan layanan jemaah calon haji, seperti konsumsi, akomodasi hotel, hingga transportasi lokal di Arab Saudi, telah dipersiapkan secara menyeluruh.

”Semuanya sudah selesai. Katering siap, hotel siap, transportasi lokal di sana siap. Semuanya sudah siap,” kata Irfan.

Kuota Jemaah Haji Tahun 2026

Terkait kuota, Irfan menjelaskan bahwa tidak ada penambahan jemaah calon haji pada tahun ini, sehingga jumlahnya tetap sekitar 221.000 orang. Dari jumlah tersebut, 203.320 jemaah (92%) adalah kuota reguler, sedangkan 17.680 (8%) merupakan kuota khusus.

”Para jemaah haji Indonesia dipastikan mulai berangkat pada 22 April 2026. Jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026. Rangkaian keberangkatan terbagi dalam dua gelombang, dengan puncak wukuf di Arafah diperkirakan pada 26 Mei 2026,” kata Gus Irfan.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke Mekah. Hasilnya, sejumlah fasilitas untuk jemaah haji dipastikan mengalami perbaikan.

Peran Pemerintah Daerah

Bupati Majalengka Eman Suherman mengaku sempat khawatir dengan kondisi global, khususnya konflik yang melibatkan Israel dan Iran, yang dianggap bisa berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

”Tapi setelah manasik ini, kami optimistis jemaah bisa berangkat tahun ini,” ujar Eman yang menyampaikan doa dan dukungan penuh agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan memberikan dukungan fasilitas bagi jemaah, mulai dari keberangkatan menuju embarkasi di Indramayu hingga kepulangan kembali ke daerah.

Data Jemaah Haji Asal Kabupaten Majalengka

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian menyebutkan bahwa jumlah jemaah haji asal Kabupaten Majalengka tahun 2026 totalnya sebanyak 776 orang, terdiri dari jemaah haji 729 orang, petugas kloter 16 orang, petugas haji daerah 4 orang, pembimbing ibadah KBIH 4 orang, Ketua FK KBIHU 1 orang, ketua KBIHU 17 orang, dan PPIH Arab Saudi sebanyak 5 orang.

Pos terkait