Menhub Ancam Tutup Rest Area KM 57, Ini Alasannya!

Ancaman Menhub untuk Tutup Rest Area KM 57

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi rest area KM 57 yang menjadi salah satu titik kemacetan utama selama arus mudik dan balik pada musim Lebaran tahun ini. Menurutnya, rest area tersebut berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas karena jaraknya yang cukup jauh dari mulai turunnya Tol MBZ hingga akses masuk ke rest area.

Pada masa mudik tahun lalu, rest area KM 57 tidak menjadi isu besar. Namun, saat ini, dengan aliran kendaraan yang sangat besar, situasi berubah. “Ketika terjadi aliran yang demikian besar, yang di depan sampai dan yang di belakang sudah menyusul, akhirnya itulah yang menyebabkan kepadatan,” ujarnya.

Catatan Menhub

Kementerian Perhubungan bersama sejumlah stakeholder telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak berlama-lama beristirahat di rest area KM 57. Namun, hal itu belum berhasil mengurangi kepadatan yang terjadi selama Lebaran.

Dudy mengatakan bahwa pihaknya telah membuat catatan khusus untuk memperbaiki beberapa aspek di rest area tersebut. “Dari catatan sementara kami yang ingin kita perbaiki adalah akses masuk, flow di dalam. Kemudian juga kapasitas yang harus kita tambah di dalamnya. Itu harapannya supaya bisa menampung apabila terjadi arus yang cukup besar,” tuturnya.

Ancaman Penutupan Rest Area KM 57

Dudy mengancam akan menutup rest area KM 57 jika tidak ada perbaikan sesuai evaluasi yang dilakukan. Penutupan ini dimaksudkan agar rest area tersebut tidak menjadi tempat persinggahan pemudik yang justru menyebabkan kemacetan. Setelah rest area tersebut, lalu lintas biasanya lancar.

Selain penutupan, Dudy juga menyarankan adanya buka tutup rest area KM 57 jika V/C ratio alias tingkat kepadatan kendaraan sudah tinggi. Hal ini sudah diterapkan oleh pemerintah dan stakeholder pada Lebaran ini di rest area KM 62 dan KM 52.

“Kemarin saya sampaikan kepada Jasa Marga kalau tidak diperbaiki tutup atau dilakukan buka tutup dengan menghitung V/C ratio kepadatan flow pada saat mudik maupun arus balik. Jadi, semua rest area kita jadikan catatan dan saya minta ada perbaikan,” ujarnya.

Menhub: Rest Area KM 57 Bukan Tempat yang Tepat untuk Berhenti

Di sisi lain, Dudy mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dan balik lebih baik lagi pada momen Lebaran tahun depan. Informasi tentang kemacetan dan kondisi lalu lintas tersedia setiap waktu. Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan aturan work from anywhere (WFA) agar pemudik bisa memilih waktu yang tidak bertepatan dengan puncak arus mudik.

“Namun, sepertinya masyarakat masih belum terbiasa merencanakan perjalanan. Kalau KM 57 mestinya kan kalau yang dari Jakarta belum waktunya untuk berhenti, tapi ya mungkin karena kebiasaan dan sebagainya mereka mampir,” kata Dudy.

Ia juga menyoroti adanya pemudik yang tidak langsung mengisi bahan bakar kendaraan secara penuh di awal perjalanan dan merencanakan mengisinya di rest area KM 57. “Kalau misalnya mereka isi di awal dengan full tank kemudian makanan mereka tersedia mungkin bisa mereka tidak perlu berhenti sebenarnya. Kalau yang kendaraan dari Jakarta maupun Jabodetabek, KM 57 sebenarnya bukan tempat yang yang pas untuk berhenti, tapi ternyata banyak juga yang yang berhenti karena isi bensinnya mungkin pada saat berangkat kurang, tidak bawa makanan, tapi juga kita memaklumi mungkin ada kondisi-kondisi memaksa mereka kemudian harus masuk ke rest area,” papar Dudy.

Pos terkait