PLN Hadirkan Listrik ke Dusun Terpencil, Mengubah Kehidupuan Masyarakat
PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumba berhasil membawa jaringan listrik ke wilayah Dusun Mbindudita, Desa Tandula Jangga, Kecamatan Ngaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur. Penyalaan listrik di wilayah tersebut terjadi pada Rabu (20/05/2026), menjadi momen penting bagi masyarakat setempat.
Kehadiran listrik negara ini menunjukkan komitmen PLN dalam mewujudkan pemerataan energi hingga ke daerah terpencil dan pulau terluar. Hal ini memastikan bahwa tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan.
Kepala Dusun Mbindudita, Fredirikus, menyampaikan rasa syukur atas perubahan besar yang kini dirasakan warganya. Selama bertahun-tahun, aktivitas malam hari di dusun tersebut sangat terbatas karena hanya mengandalkan penerangan seadanya dan bantuan perangkat tenaga surya rakitan.
“Sekarang masyarakat kami sudah bisa menikmati listrik PLN yang stabil. Aktivitas di malam hari jauh lebih mudah, anak-anak bisa belajar dengan lampu yang terang dan nyaman, dan warga semakin semangat untuk maju. Ini benar-benar menjadi momen kebangkitan bagi desa kami,” ujar Fredirikus dengan mata berkaca-kaca.
Secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa penyalaan listrik di Dusun Mbindudita ini merupakan pengejawantahan sejati dari nilai-nilai kebangsaan.
“Dari Hari Kebangkitan Nasional menuju Hari Lahir Pancasila yang sesaat lagi kita peringati, PLN ingin menunjukkan bahwa keadilan sosial melalui pemerataan energi itu nyata. Listrik yang masuk ke pelosok Sumba ini adalah perwujudan sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ungkap Eko.
Lebih lanjut, Eko mengajak masyarakat Mbindudita untuk tidak hanya memanfaatkan listrik sebagai alat penerangan, tetapi juga mulai mengadopsi gaya hidup baru berbasis listrik (Electrifying Lifestyle) guna mendorong produktivitas ekonomi daerah.
“Dengan hadirnya listrik yang andal, kami berharap masyarakat bisa beralih ke Electrifying Lifestyle. Mulai dari menggunakan alat pemotong atau pemrosesan hasil pertanian berbasis listrik, hingga pemanfaatan alat rumah tangga elektronik. Gaya hidup modern yang efisien dan ramah lingkungan ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi keluarga di pedesaan,” tambahnya.
Perjuangan membawa terang ke dusun ini bukannya tanpa hambatan. Manager PLN UP2K Sumba, A. Iman Krismanto, menjelaskan bahwa kondisi geografis Sumba Timur yang didominasi perbukitan menjadi tantangan utama tim di lapangan.
“Medan menuju Dusun Mbindudita terbilang ekstrem dan menantang. Namun, komitmen kami tidak surut demi menghadirkan hak energi bagi masyarakat. Untuk melistriki dusun ini, PLN berhasil membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,21 kilometer sirkuit (kms) menembus jalur perbukitan,” papar Iman.
Dengan menyalanya listrik di Dusun Mbindudita, PLN berharap kualitas hidup masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian lokal dapat melesat maju, membawa masyarakat Sumba Timur menyongsong masa depan yang lebih cerah, mandiri, dan sejahtera.




