Microsoft dan Anthropic Sepakati Kemitraan AI Maia dengan Investasi 5 Miliar Dolar

Perkembangan Terkini dalam Pasar Cip AI

Percepatan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global telah membuat sektor cip menjadi arena strategis baru bagi perusahaan teknologi terbesar dunia. Di tengah meningkatnya permintaan daya komputasi untuk model generatif yang semakin kompleks, Microsoft dan Anthropic kini sedang menjajaki kerja sama untuk memanfaatkan cip AI kustom yang dikembangkan oleh Microsoft.

Menurut laporan media, Microsoft dikabarkan sedang dalam pembicaraan awal untuk menyediakan cip kecerdasan buatan kustom kepada Anthropic. Namun, hingga saat ini, kesepakatan tersebut belum ditandatangani. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa “Anthropic sedang dalam pembicaraan dengan Microsoft untuk mengadopsi cip kecerdasan buatan Maia milik perusahaan tersebut, namun hingga saat ini kedua pihak belum menandatangani kesepakatan apa pun.”

Microsoft sebelumnya telah meluncurkan cip AI generasi kedua bernama Maia, meskipun hingga kini cip tersebut belum tersedia secara luas untuk pelanggan Azure. Hal ini menunjukkan upaya Microsoft untuk memperkuat posisinya di pasar cip AI khusus, yang selama ini masih didominasi oleh Amazon dan Google.

Sementara itu, Anthropic belum mengonfirmasi kesepakatan final terkait penggunaan cip Maia tersebut. Di sisi lain, sumber yang mengetahui proses pembicaraan menyebutkan bahwa negosiasi masih berlangsung.

Kebutuhan Komputasi yang Meningkat

Tekanan kebutuhan komputasi di tubuh Anthropic terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan asisten AI Claude dan alat pemrograman Claude Code. Kepala eksekutif Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya menyebut perusahaan menghadapi “kesulitan dalam hal komputasi”, yang menandakan bahwa keterbatasan kapasitas komputasi telah menjadi tantangan operasional yang serius.

Pada November, Microsoft mengumumkan investasi sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 88,3 triliun (kurs Rp 17.660 per dolar AS) ke Anthropic. Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Anthropic juga berkomitmen membelanjakan 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp 529,8 triliun untuk layanan cloud Azure milik Microsoft.

Namun, strategi komputasi Anthropic tidak hanya bergantung pada satu penyedia. Perusahaan juga menggunakan layanan cloud dari Amazon dan Google, serta secara historis sangat bergantung pada unit pemrosesan grafis dari Nvidia untuk pelatihan model AI.

Kerja Sama Lintas Perusahaan

Selain itu, pada April, Anthropic juga menyepakati penggunaan cip Trainium milik Amazon Web Services dalam kontrak jangka panjang senilai lebih dari 100 miliar dolar AS. Perusahaan juga sebelumnya mengumumkan rencana penggunaan cip Tensor Processing Unit milik Google, yang memperlihatkan strategi multi-pemasok dalam memenuhi kebutuhan komputasi.

Tambahan beban komputasi juga datang dari kesepakatan lain. Pada Rabu, SpaceX mengungkapkan bahwa Anthropic akan membayar sekitar 1,25 miliar dolar AS per bulan atau sekitar Rp 22,07 triliun per bulan hingga Mei 2029 untuk kebutuhan komputasi, yang menunjukkan besarnya skala konsumsi infrastruktur AI saat ini.

Keunggulan Teknis Cip Maia

Kepala Eksekutif Microsoft Satya Nadella menegaskan keunggulan teknis cip Maia 200 dengan menyatakan, “menawarkan peningkatan lebih dari 30 persen token per dolar dibandingkan dengan silikon terbaru dalam armada kami.” Dia juga menambahkan bahwa cip tersebut sudah mulai digunakan di pusat data Microsoft di Arizona dan Iowa, sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas komputasi untuk layanan AI.

Dengan berbagai pembicaraan, investasi besar, dan kontrak komputasi lintas perusahaan, hubungan Microsoft dan Anthropic memperlihatkan bahwa persaingan AI global kini tidak hanya soal model dan aplikasi, tetapi juga perebutan kendali atas infrastruktur komputasi yang menjadi fondasinya.

Pos terkait