Bali. Serang – Nasib sial menimpa Persis Solo dalam pertandingan terakhir pekan ke-34 Super League 2025-2026, Sabtu (23/5) kemarin. Berjuang keras untuk meraih kemenangan saat menghadapi tuan rumah Persita Tangerang di Banten International Stadium (BIS), Persis Solo harus menerima kenyataan bahwa mereka akan turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Persis Solo menjadi tim ketiga yang terdegradasi dari Super League setelah Semen Padang dan PSBS Biak. Meski tampil dominan, mereka akhirnya harus rela berada di bawah level kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Dalam pertandingan ini, Persis Solo secara meyakinkan mengalahkan Persita dengan skor 3-1. Gol-gol kemenangan Persis Solo dicetak oleh Jefferson de Souza pada menit ke-43, Miroslav Maricic pada menit ke-73, dan Dejan Tumbas pada menit ke-90+1. Sementara itu, gol balasan Persita datang dari Pablo Ganet pada menit ke-89.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, memberikan apresiasi atas penampilan anak asuhnya meskipun harus menghadapi degradasi ke Liga 2 musim depan. Ia menyebut bahwa Persita adalah tim yang sangat bagus dan terorganisir dengan baik.
“Di babak pertama, performa kami cukup solid. Sayangnya, banyak perubahan di babak kedua membuat kami sempat kehilangan fokus hingga akhirnya kebobolan,” ujar Milomir Seslija. “Untungnya, kami masih bisa membalas dan menambah pundi-pundi gol.”
Yang disesalkan oleh Milomir adalah fakta bahwa meskipun menang dengan cara fantastis, Persis Solo tetap harus turun kasta. Ia menilai bahwa Persis Solo seharusnya tidak pantas untuk turun divisi karena memiliki fasilitas yang baik dan suporter yang luar biasa.
“Menurut saya, Persis seharusnya tidak pantas untuk turun divisi karena Solo punya segalanya seperti fasilitas yang baik, suporter yang fantastik,” kata mantan pelatih Arema FC hingga Borneo FC ini. Ia berharap agar Persis Solo segera bangkit dan kembali bersaing di kasta teratas Liga Indonesia.
“Siapapun yang berada di tim nanti, saya pastikan Persis Solo akan segera bangkit. Lewat pelajaran berharga musim ini, Persis bakal tumbuh, berkembang jauh lebih baik, dan kembali dengan kekuatan yang jauh lebih tangguh,” tutur Milomir Seslija.
Persis Solo terpaksa turun ke Liga 2 setelah berada di peringkat ke-16 dengan total 34 poin, hasil dari delapan kali menang, 10 kali seri, dan 16 kali kalah. Kekalahan di laga terakhir menjadi titik akhir bagi perjalanan mereka di Super League musim ini.





