Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Menggantikan Sang Ayah
Majelis Pakar Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran yang baru. Penunjukan ini dilakukan sembilan hari setelah wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Kabar penting ini telah dikonfirmasi oleh media Iran, Tasnimnews.ir. Mojtaba Khamenei kini memegang estafet kepemimpinan sebagai Pemimpin Revolusi Islam ketiga, menggantikan ayahnya yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.
Peran Kunci dan Pengaruh Mojtaba Khamenei
Meskipun Mojtaba Khamenei tidak pernah secara resmi mencalonkan diri untuk jabatan publik atau berpartisipasi dalam pemilihan umum, posisinya dalam lingkaran kekuasaan Iran selama beberapa dekade terakhir telah sangat signifikan. Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh kuat di kalangan elit politik dan agama, serta telah membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebuah pilar utama kekuatan militer Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Mojtaba Khamenei semakin sering disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisinya ayahnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak hanya terbatas pada ranah politik, tetapi juga merambah ke struktur kekuasaan yang lebih dalam.
Proses Penunjukan yang Hati-hati
Proses penunjukan pemimpin tertinggi baru Iran dilakukan dengan sangat hati-hati oleh Majelis Pakar. Mohammad Mehdi Mirbagheri, seorang tokoh terkemuka di Majelis Pakar, menyatakan bahwa penunjukan ini dilakukan untuk menghindari penolakan di internal badan tersebut. Majelis Pakar, yang beranggotakan 88 orang, telah berembuk secara intensif untuk menentukan nama pengganti Ali Khamenei.
Kepala Akademi Ilmu Islam Qom, dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor berita Fars, mengatakan bahwa “Suatu pendapat yang hampir pasti telah tercapai. Mayoritas yang signifikan telah terbentuk.” Pernyataan ini mengindikasikan adanya konsensus yang kuat di antara anggota Majelis Pakar.
Lebih lanjut, Ahmad Alamolhoda, seorang pemimpin Muslim ultra-konservatif terkemuka yang mewakili kota suci Syiah Mashhad di Majelis Pakar, menegaskan pada Minggu (8/3/2026) bahwa pemimpin baru telah dipilih. Ia menekankan bahwa semua rumor mengenai belum adanya keputusan adalah kebohongan belaka. “Semuanya sekarang bergantung pada sekretaris Majelis Pakar, Ayatollah Hosseini Bushehri, yang berkewajiban untuk mengumumkan keputusan Majelis kepada publik,” ujar Alamolhoda.
Badan yang beranggotakan 88 orang ini memiliki wewenang konstitusional untuk menunjuk pemimpin baru Iran. Sesuai dengan Pasal 111 Konstitusi Iran, apabila pemimpin tertinggi Iran wafat atau tidak lagi mampu memimpin, para ahli yang tergabung dalam Majelis Pakar memiliki kewajiban untuk segera menunjuk penggantinya.
Respons Donald Trump dan Potensi Ketidakstabilan
Penunjukan pemimpin tertinggi Iran yang baru tidak luput dari perhatian internasional. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan respons yang tajam terkait langkah Iran ini. Trump berjanji akan memberikan pengaruhnya terhadap siapa pun yang dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump. “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama.” Trump juga mengungkapkan harapannya agar pemerintahan Iran ke depan tidak kembali ke masa lalu atau bahkan lebih buruk lagi, yaitu memiliki senjata nuklir. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa AS akan memantau ketat kepemimpinan Iran yang baru dan siap mengambil tindakan jika dianggap tidak sesuai dengan kepentingan AS.
Mengenal Sosok Mojtaba Khamenei Lebih Dekat
Mojtaba Khamenei adalah putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei. Ia dikenal sebagai seorang ulama garis keras yang memiliki pengaruh signifikan di lingkaran dalam kekuasaan Iran. Laporan media internasional menyebutkan bahwa Mojtaba selamat dari serangan yang merenggut nyawa ayahnya karena ia tidak berada di lokasi kejadian saat kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran diserang.
- Kedekatan dengan Garda Revolusi Islam (IRGC): Hubungan Mojtaba dengan IRGC sangat erat. IRGC merupakan kekuatan militer elite yang menjadi tulang punggung kekuasaan di Iran. Kedekatan ini memberikannya akses dan pengaruh yang luas.
- Jarang Tampil di Publik: Berbeda dengan ayahnya, Mojtaba Khamenei termasuk sosok yang sangat menjaga privasi. Ia jarang tampil di depan publik, tidak pernah memberikan pidato politik, atau khutbah terbuka. Banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar suaranya secara langsung, meskipun namanya sering disebut dalam percakapan politik.
- Tuduhan Keterlibatan dalam Penindasan: Sejumlah kelompok oposisi Iran selama hampir dua dekade menuduh Mojtaba terlibat dalam penindasan terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Salah satu tuduhan yang paling menonjol adalah terkait penanganan aksi protes besar yang dikenal sebagai Gerakan Hijau Iran pada tahun 2009, pasca pemilihan presiden yang kontroversial. Pasukan paramiliter Basij, yang berada di bawah pengaruh IRGC, kerap menjadi ujung tombak dalam meredam gelombang protes di Iran.
- Kontroversi Kekayaan dan Jaringan Ekonomi: Beberapa laporan media Barat juga mengindikasikan bahwa Mojtaba memiliki jaringan ekonomi yang luas, bahkan diduga terkait dengan aset di berbagai negara. Namun, tuduhan ini belum pernah dikonfirmasi secara resmi, dan Mojtaba sendiri belum pernah memberikan tanggapan publik terkait hal tersebut.
- Status Keulamaan: Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam, yang merupakan tingkat ulama menengah dalam hierarki ulama Syiah. Status ini sempat menimbulkan perdebatan, mengingat posisi pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi. Perdebatan ini mungkin akan menjadi salah satu tantangan awal bagi kepemimpinannya.
Penunjukan Mojtaba Khamenei menandai babak baru dalam lanskap politik Iran, dengan potensi dampak yang signifikan baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.






