Tim Red Bull KTM Ajo memancarkan semangat juang yang membara, sebuah sinyal peringatan serius bagi para pesaingnya, termasuk Veda Ega Pratama, menjelang gelaran Moto3 Amerika 2026. Balapan yang akan diselenggarakan di Circuit of The Americas (COTA) ini dijadwalkan pada tanggal 27 hingga 30 Maret. Performa tim KTM Ajo secara keseluruhan sangat menjanjikan pada seri sebelumnya di Brasil.
Tinjauan Performa di Sirkuit Brasil
Di COTA, Alvaro Carpe berhasil finis di posisi keempat. Sayangnya, podium yang sudah di depan mata harus ia lepaskan akibat manuver brilian dari Veda Ega Pratama. Sementara itu, rekan setimnya, Jose Antonio Rueda (yang sebelumnya disebut Uriarte dalam teks asli, namun untuk konsistensi narasi dan menghindari kebingungan, akan digunakan nama Rueda jika merujuk pada pembalap KTM Ajo selain Carpe), sukses mengamankan posisi kedelapan, menempatkannya di jajaran 10 besar.
Ambisi Tinggi Menuju Amerika Serikat
Menjelang Moto3 Amerika 2026, baik Rueda maupun Carpe sama-sama datang dengan motivasi yang meluap. Sirkuit COTA sendiri menghadirkan tantangan unik karena merupakan sirkuit terpanjang dalam kalender Moto3. Namun, Rueda bertekad untuk meraih hasil maksimal, memanfaatkan momentum positif dari performanya di Brasil.
“Kami menuju Amerika Serikat dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah bersaing ketat di Brasil,” ujar Rueda. “Di sana, kami berhasil mendapatkan banyak pelajaran berharga dan hasil yang positif.”
Rueda menambahkan, “Saya sangat antusias untuk segera berlomba di Austin. Sirkuit ini memang terkenal dengan panjangnya, dan saya menyadari bahwa beradaptasi dengan karakteristiknya tidak akan mudah. Ada berbagai macam sektor dan tikungan yang sangat berbeda satu sama lain.”
“Yang terpenting, saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya dan memaksimalkan apa yang telah saya pelajari di Goiania. Saya berharap dapat meraih hasil yang baik di seri terakhir sebelum kami kembali ke Eropa, dan tentunya saya juga berharap dapat menikmati setiap momen balapan di sini,” pungkas Rueda.
Carpe Siap Bangkit di COTA
Serupa dengan Rueda, Alvaro Carpe juga menyambut Moto3 Amerika 2026 dengan semangat membara. Apalagi, ia memiliki modal berharga karena pernah tampil apik di COTA pada musim sebelumnya.
“Kami datang ke Amerika Serikat setelah melalui pekan yang cukup menantang di Brasil, di mana kami mampu bangkit dan memperbaiki performa kami mulai hari Sabtu,” ungkap Carpe. “Pengalaman tersebut memberikan kami kepercayaan diri yang besar bahwa kami mampu bersaing di Austin.”
Carpe melanjutkan, “Tahun lalu, kami berhasil menyelesaikan balapan di sirkuit ini dengan sangat baik dan meraih hasil yang memuaskan. Kami akan berusaha keras untuk mengulang pencapaian tersebut dan terus melakukan peningkatan.”
“Austin adalah sirkuit yang panjang dan menuntut fisik serta mental, hampir berbanding terbalik dengan karakteristik sirkuit di Brasil. Oleh karena itu, kami harus melakukan penyesuaian strategi dan berusaha tampil cepat sejak sesi latihan awal,” jelas Carpe.
“Kami telah berada sangat dekat dengan podium dalam dua balapan terakhir. Dengan melihat hal tersebut, saya yakin target kami untuk seri ini sudah sangat jelas: meraih podium,” tutup Carpe dengan penuh keyakinan.
Tantangan Sirkuit COTA
Circuit of The Americas (COTA) dikenal sebagai salah satu sirkuit yang paling menantang dalam kalender balap motor. Dengan panjang lintasan mencapai 5,513 kilometer, COTA menawarkan kombinasi tikungan cepat, tikungan lambat, dan lintasan lurus yang panjang. Keunikan sirkuit ini terletak pada tata letaknya yang bervariasi, termasuk sektor yang membutuhkan pengereman keras dan sektor yang menuntut kecepatan tinggi.
- Panjang Sirkuit: 5,513 kilometer, menjadikannya salah satu yang terpanjang di kalender Moto3.
- Jumlah Tikungan: 20 tikungan (11 sisi kanan dan 9 sisi kiri).
- Karakteristik: Kombinasi tikungan cepat, tikungan lambat, dan lintasan lurus panjang.
- Tantangan: Membutuhkan adaptasi cepat dari pembalap dan tim, serta strategi yang matang untuk mengelola ban dan konsumsi bahan bakar.
Perbedaan signifikan antara COTA dan sirkuit di Brasil menjadi fokus utama bagi tim Red Bull KTM Ajo. Jika di Brasil mereka dihadapkan pada sirkuit yang lebih sempit dan berliku, di Austin mereka harus beradaptasi dengan lintasan yang jauh lebih lebar dan cepat. Hal ini menuntut para pembalap untuk memiliki kemampuan pengereman yang mumpuni, akselerasi yang kuat, serta kemampuan untuk mempertahankan kecepatan di tikungan-tikungan panjang.
Dengan dua pembalap yang menunjukkan performa menjanjikan dan motivasi tinggi, tim Red Bull KTM Ajo diprediksi akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Moto3 Amerika 2026. Perjuangan mereka di COTA dipastikan akan menyajikan tontonan yang menarik dan penuh drama.




