Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan dalam Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan
MEDAN – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Nasional, Musim Mas kembali menegaskan komitmennya yang mendalam untuk membangun industri kelapa sawit yang lebih inklusif. Komitmen ini diwujudkan melalui upaya pemberdayaan perempuan dan pengarusutamaan kesetaraan gender. Musim Mas meyakini bahwa perempuan memegang peranan krusial dalam mendorong keberlanjutan dan kemajuan industri sawit secara keseluruhan. Oleh karena itu, kesetaraan gender tidak hanya dipandang sebagai kewajiban moral, tetapi sebagai pilar strategis dalam rencana bisnis jangka panjang perusahaan.
Komitmen ini telah diimplementasikan melalui berbagai inisiatif konkret, termasuk pembentukan Komite Gender dan berbagai program pemberdayaan perempuan. Komitmen tersebut kini semakin diperkuat dan terintegrasi dalam Sustainability Roadmap Musim Mas 2026–2030. Dalam peta jalan keberlanjutan ini, Gender Equity and Women Empowerment (Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan) ditetapkan sebagai salah satu dari lima strategi prioritas utama perusahaan.
Melalui penguatan fungsi Komite Gender di setiap lini operasional perusahaan, serta melalui Women Smallholders Program (WSP) yang menyasar komunitas, Musim Mas secara konsisten berupaya meningkatkan peran dan kontribusi perempuan di seluruh rantai pasok kelapa sawit. Upaya ini merupakan bagian integral dari visi perusahaan untuk menciptakan industri yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga sangat berdaya saing.
Komite Gender: Pilar Dukungan Nyata bagi Perempuan di Lingkungan Kerja
Sejak pertama kali dibentuk pada tahun 2008, Komite Gender telah menjadi elemen vital dalam upaya Musim Mas menciptakan lingkungan kerja yang aman, penuh penghormatan, dan inklusif bagi seluruh karyawan, dengan fokus khusus pada perempuan, di seluruh unit operasional perusahaan. Di tingkat operasional, Komite Gender memegang peranan aktif dalam berbagai aspek, mulai dari perlindungan hak-hak perempuan hingga dukungan terhadap partisipasi dan kontribusi strategis perempuan dalam berbagai tingkatan.
Musim Mas juga menjalin kolaborasi strategis dengan DIWA (Dignity in Work For All), sebuah organisasi nirlaba global yang memiliki fokus kuat pada pemenuhan hak dan martabat pekerja. Melalui serangkaian kegiatan yang komprehensif, seperti penilaian independen, diskusi kelompok terarah yang melibatkan para pekerja, serta pelatihan yang ditujukan bagi anggota Komite Gender dan seluruh pekerja di kebun maupun pabrik, program ini secara efektif mendorong terjadinya perubahan. Perubahan ini tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga menyentuh akar pola pikir dan budaya kerja sehari-hari.
Inisiatif ini secara signifikan membuka ruang aman bagi para pekerja perempuan untuk secara terbuka menyampaikan aspirasi, harapan, dan pengalaman mereka. Lebih lanjut, program ini memperkuat mekanisme penanganan isu-isu sensitif, termasuk diskriminasi, kekerasan berbasis gender, dan pelecehan seksual, dengan menerapkan pendekatan yang mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan penyintas. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kolektif mengenai pentingnya kesetaraan gender, kepemimpinan perempuan, serta peran fundamental laki-laki sebagai pendukung aktif dalam mendorong tercapainya kesetaraan gender dan perubahan sosial yang positif.
Bagi Musim Mas, pemberdayaan perempuan bukan sekadar sebuah program tambahan, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi keberlanjutan perusahaan secara keseluruhan. Melalui Komite Gender, perusahaan secara konsisten berupaya memastikan akses dan kesempatan yang setara bagi perempuan dalam menduduki berbagai peran dan jenjang kepemimpinan. Perusahaan juga mengakui dan menghargai peran ganda perempuan, baik sebagai pekerja maupun sebagai anggota keluarga, serta secara aktif mendorong perubahan norma sosial melalui keterlibatan laki-laki dalam dialog kesetaraan gender.

Women Smallholders Program: Memperkuat Kapasitas Perempuan di Komunitas Perkebunan
Tidak berhenti pada lingkup operasional internal perusahaan, Musim Mas juga berupaya memperluas dampak positif pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat komunitas melalui program Women Smallholders Program (WSP). Program ini secara khusus dirancang untuk para pekebun perempuan dan istri dari para pekebun, dengan tujuan utama untuk memperkuat kapasitas sosial dan ekonomi mereka. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam skala keluarga, usaha perkebunan, serta komunitas mereka secara lebih luas.
Program WSP dirancang secara cermat untuk menjawab berbagai tantangan spesifik yang seringkali dihadapi oleh perempuan di wilayah perkebunan. Fokus pelatihan mencakup tiga area utama: Nutrisi dan Kesehatan Keluarga, Literasi Keuangan, serta pengembangan Peluang Bisnis. Pada tahun 2023, tahap awal implementasi WSP telah berhasil dilaksanakan di tiga kabupaten yang berbeda di Provinsi Riau. Pelaksanaan program ini merupakan hasil kolaborasi yang erat dengan para akademisi dari Universitas Sumatera Utara dan berbagai lembaga keuangan nasional.
Hasil dari implementasi awal program ini telah menunjukkan dampak yang sangat nyata dan positif. Lebih dari 500 perempuan telah berpartisipasi aktif dalam pelatihan Nutrisi dan Kesehatan Keluarga, di mana pemantauan perubahan perilaku kesehatan menjadi salah satu indikator keberhasilan. Sebanyak 574 perempuan telah mengikuti pelatihan Literasi Keuangan, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga mereka. Selain itu, program ini juga berhasil membentuk tiga kelompok bisnis perempuan yang secara berkelanjutan mendapatkan pelatihan intensif dan pendampingan usaha, khususnya dalam bidang penyediaan sembako. Saat ini, ketiga kelompok bisnis perempuan tersebut telah berhasil mengelola usaha mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan sembako bagi masyarakat dan warung-warung di sekitar lingkungan mereka, dengan pencapaian aset rata-rata mencapai Rp 80 juta per kelompok.
Prof. Ir. Diana Chalil, M.Si., Ph.D., seorang Dosen Agribisnis dari Universitas Sumatera Utara yang terlibat langsung dalam pendampingan program WSP, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini, menyebutnya sebagai langkah yang sangat strategis. “Pekebun rakyat umumnya dikelola sebagai usaha keluarga, di mana perempuan memegang peran yang sangat penting, baik sebagai tenaga kerja yang aktif maupun sebagai pengelola keuangan rumah tangga. Oleh karena itu, setiap upaya untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat perlu secara aktif melibatkan dan memberdayakan perempuan,” ujar beliau.


Langkah Strategis Menuju Masa Depan yang Inklusif
Musim Mas berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas Komite Gender di seluruh lini operasionalnya. Selain itu, perusahaan juga akan mengintegrasikan pembelajaran yang diperoleh dari program-program pemberdayaan perempuan ke dalam sistem manajemen perusahaan secara menyeluruh. Upaya perluasan jangkauan Women Smallholders Program ke berbagai wilayah geografis lainnya juga menjadi prioritas utama.
Dengan mengadopsi pendekatan yang kolaboratif dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang, Musim Mas bertekad untuk memastikan bahwa perempuan tidak hanya mendapatkan perlindungan yang memadai, tetapi juga diberikan ruang yang luas dan kesempatan yang setara untuk berkembang. Perusahaan berupaya agar pendapat, kontribusi, dan peran perempuan senantiasa diakui dan dihargai. Lebih dari itu, Musim Mas ingin memberdayakan perempuan untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam mewujudkan industri kelapa sawit yang benar-benar inklusif dan berkelanjutan bagi semua.






