Pemimpin mantan anggota boyband WINNER, Nam Tae Hyun, mendapat vonis satu tahun penjara dari Pengadilan Distrik Barat Seoul pada hari Kamis, 9 April 2026. Penyanyi ini dihukum karena terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas berupa mengemudi dalam keadaan mabuk (DUI) dan melanggar batas kecepatan yang sangat tinggi.
Vonis tersebut mencakup hukuman penjara selama satu tahun dan denda sebesar 1 juta won atau sekitar Rp 11,8 juta. Putusan ini diambil karena tindakan Nam Tae Hyun dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Pengadilan menilai tindakannya memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.
Kecepatan Tinggi dan Kadar Alkohol Tinggi
Menurut fakta persidangan, insiden terjadi pada 27 April 2025, sekitar pukul 04.10 pagi waktu setempat. Saat itu, Nam Tae Hyun diketahui mengendarai kendaraannya di atas Jembatan Dongjak dengan kecepatan mencapai 182 kilometer per jam. Padahal, batas kecepatan di jalan tersebut hanya 80 kilometer per jam.
Selain itu, hasil tes menunjukkan kadar alkohol dalam darahnya mencapai 0,122 persen, jauh melampaui ambang batas pencabutan izin mengemudi sebesar 0,08 persen. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pengadilan tetap mempertimbangkan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan Nam Tae Hyun.
Hakim Ketua Yang Eun Sang menyatakan bahwa tingkat bahaya yang ditimbulkan sangat tinggi sehingga hukuman tegas diperlukan. Dalam putusannya, ia menyebutkan bahwa tindakan terdakwa membahayakan keselamatan umum.
Status Residivis dan Masa Percobaan
Salah satu faktor yang memberatkan hukuman adalah status hukum Nam Tae Hyun saat terjadi pelanggaran. Pada saat itu, ia sedang menjalani masa percobaan atas kasus penyalahgunaan narkotika. Selain itu, ini merupakan pelanggaran DUI kedua yang dilakukan oleh Nam Tae Hyun dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Majelis hakim menyoroti sikap tidak bertanggung jawab dari Nam Tae Hyun yang kembali melakukan tindak pidana saat berada di bawah pengawasan hukum. Pengadilan menilai tindakan ini sangat patut dicela, terlebih lagi karena dilakukan selama masa percobaan atas pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Narkotika.
Meski divonis penjara, hakim tidak langsung mengeluarkan perintah penahanan karena dianggap tidak ada risiko bahwa Nam Tae Hyun akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.
Pembelaan dan Penyesalan Nam Tae Hyun
Pihak kuasa hukum Nam Tae Hyun sempat memohon keringanan dengan alasan bahwa kliennya sedang berusaha hidup normal sebagai karyawan kantor dan menjalani perawatan psikiatri. Nam Tae Hyun juga mengaku mengalami depresi dan tekanan sosial akibat popularitas di masa muda yang membuatnya tidak dewasa.
Dalam pernyataan terakhirnya di hadapan hakim, ia menyatakan bahwa kesalahan masa lalu tidak dapat ditoleransi. Ia berjanji akan mengubah diri untuk memastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.






