Safari Masjid Ramadan: Oki Setiana Dewi dan Keluarga Jelajahi Keagungan Masjid Sultan Hasan di Kairo
Bulan suci Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi Oki Setiana Dewi untuk menjalankan agenda rutinnya, yaitu safari masjid. Kali ini, destinasi yang dipilih adalah salah satu masjid tertua dan terbesar di Kairo, Mesir: Masjid Sultan Hasan. Perjalanan spiritual ini tidak hanya diikuti oleh Oki sendiri, tetapi juga bersama ibunda tercinta dan kedua buah hatinya yang masih kecil. Momen berharga ini dibagikan Oki melalui akun media sosialnya, memperlihatkan keindahan arsitektur dan suasana khidmat di masjid bersejarah tersebut.
Perjalanan Oki Setiana Dewi kali ini terasa lebih lengkap dengan kehadiran ibunda dan kedua anak laki-lakinya. Mereka tampak antusias menjelajahi setiap sudut Masjid Sultan Hasan, sebuah pengalaman yang diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan pada rumah ibadah sejak dini pada anak-anaknya.
Sejarah dan Kemegahan Masjid Sultan Hasan
Masjid Sultan Hasan bukan sekadar bangunan tua; ia adalah saksi bisu sejarah peradaban Islam yang kaya. Dibangun pada periode antara tahun 1356 hingga 1363 Masehi, masjid ini merupakan salah satu monumen arsitektur Islam paling signifikan di Kairo. Keberadaannya menandai era kejayaan Kesultanan Mamluk.

Salah satu aspek yang paling mencolok dari Masjid Sultan Hasan adalah ukurannya yang monumental. Masjid ini tidak hanya masuk dalam daftar yang tertua, tetapi juga terbesar di Kairo. Luas bangunan yang sangat besar ini memberikan kesan megah dan agung, memukau setiap pengunjung yang datang.

Lebih dari sekadar tempat untuk menunaikan ibadah salat, Masjid Sultan Hasan memiliki fungsi yang jauh lebih luas. Bangunan ini dirancang sebagai pusat pendidikan Islam yang komprehensif, berfungsi sebagai madrasah yang mengajarkan empat mazhab Sunni utama: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Hal ini menunjukkan peran penting masjid sebagai pusat penyebaran ilmu pengetahuan agama pada masanya.

Bagi Oki Setiana Dewi, berkeliling dan mengunjungi berbagai masjid di Kairo selama Ramadan telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan sebuah cara untuk lebih mendalami sejarah, arsitektur, dan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap masjid.

Kehadiran sang ibunda dan anak-anak dalam safari masjid kali ini memberikan kebahagiaan tersendiri. Mereka merasakan kegembiraan dapat beribadah di tempat yang baru dan penuh makna sejarah. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak Oki, memperkenalkan mereka pada keindahan dan kemuliaan masjid-masjid di negeri orang.

Kunjungan ke masjid-masjid di Kairo juga membuka kesempatan bagi anak-anak Oki untuk bertemu dengan banyak orang baru. Interaksi sosial ini penting untuk perkembangan mereka, mengajarkan pentingnya bersosialisasi dan berinteraksi dengan beragam individu.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi sesama Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kairo. Bertemu dan berkumpul dengan sesama anak bangsa di negeri orang dapat mempererat tali persaudaraan dan memberikan rasa kebersamaan, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Oki Setiana Dewi melihat kegiatan safari masjid ini sebagai sarana penting untuk mengenalkan dan memuliakan masjid kepada generasi muda. Pengalaman berkesan ini diharapkan dapat menanamkan rasa hormat dan cinta pada rumah Allah sejak dini, serta memberikan warisan nilai-nilai keagamaan yang kuat bagi keluarganya.

Keagungan dan kemegahan Masjid Sultan Hasan mampu memukau siapa saja yang memandangnya, termasuk anak-anak Oki. Mereka tampak takjub menyaksikan keindahan arsitektur masjid yang memadukan unsur-unsur seni Islam klasik dengan detail yang memukau.
Kegiatan safari masjid yang dilakukan Oki Setiana Dewi di Kairo selama bulan Ramadan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membagikan pengalaman edukatif dan spiritual yang berharga bagi keluarganya, sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan Islam kepada publik luas. Momen-momen seperti ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merenung, beribadah, dan mempererat ikatan keluarga serta komunitas.




