Pameran Seni Art Jakarta Gardens Kembali Digelar Tahun 2026
Art Jakarta Gardens akan kembali menjadi ajang yang dinantikan oleh para pecinta seni di Jakarta pada 5 hingga 10 Mei 2026. Acara ini akan diselenggarakan di Hutan Kota by Plataran, yang berada di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Di sini, para pengunjung akan diperkenalkan dengan karya-karya seni dari 26 galeri yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
Acara yang awalnya digelar pada 2022 ini bertujuan menjadi bursa seni untuk karya-karya tiga dimensi seperti patung dan instalasi. Dalam pameran kali ini, terdapat 31 patung yang dihasilkan oleh 29 seniman. Karya-karya tersebut akan ditempatkan di beberapa titik di area ruang terbuka, mulai dari karya seniman senior seperti Pak Sunaryo hingga generasi muda seperti Naufal Abshar.
Direktur Artistik Art Jakarta Gardens, Enin Supriyanto, menjelaskan bahwa karya-karya seniman akan tersebar di berbagai lokasi dalam area pameran. Hal ini dilakukan agar para pengunjung dapat menikmati karya-karya seni secara lebih luas dan interaktif.
Selain karya seni tiga dimensi yang dipajang di luar ruangan, galeri-galeri yang terlibat juga akan menampilkan karya-karya seniman mereka di dua tenda besar, seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa karya yang akan ditampilkan berasal dari hasil kolaborasi dengan institusi bisnis keuangan, seperti Bibit yang menghadirkan karya Mulyana the Mogus atau Mang Moel, yakni instalasi berjudul “Tentacles of Wealth” dan instalasi .this/PLAY dari iForte Energi.
Pertunjukan dan Musik Menambah Keindahan Acara
Konsep bursa seni di ruang terbuka juga akan menyuguhkan berbagai pertunjukan dan musik. Beberapa nama yang akan tampil antara lain Sarita Ibnoe dan Agus Nur Amal atau yang dikenal sebagai Agus PM Toh serta koreografi dari Swargaloka. Mereka akan tampil pada jadwal yang telah ditentukan mulai 6 hingga 10 Mei 2026. Untuk memperkaya suasana, Plainsong Love akan menjadi teman bagi para pecinta seni saat menikmati karya-karya seniman.

Karya seni berjudul Dancing Queen II karya Nyoman Nuarta (kiri) dan karya berjudul Gold is King karya seniman Naufal Abshar dalam Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Plataran, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa, 23 April 2024. Art Jakarta Gardens menampilkan karya seni dari 23 galeri seni mulai 23 hingga 28 April 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Sejarah dan Tujuan Art Jakarta Gardens
Art Jakarta Gardens awalnya digelar sebagai respons terhadap situasi usai Pandemi Covid-19. Tujuannya adalah menciptakan platform bursa seni yang aman dan nyaman di ruang terbuka. Awalnya, Enin dan tim Art Jakarta tidak menyangka ide ini akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Hingga kini, acara ini tetap berlanjut dan menjadi ajang penting bagi para seniman dan penggemarnya. Enin menyampaikan bahwa dalam helatan ini, tidak ada karya-karya patung dari para maestro atau tribute khusus untuk seniman tertentu. Hal ini karena keterbatasan koleksi dan peran utama yang dimainkan oleh galeri.
Enin menegaskan bahwa menghadirkan karya tiga dimensi bukanlah hal mudah bagi galeri. Ia mengatakan, “Itu perlu usaha besar bagi galeri, untuk menghadirkan seniman dan karya tiga dimensinya. Tapi memang perlu didorong, kalau tidak, ya susah.”
Peran Galeri dalam Mengembangkan Seni
Enin berharap ajang ini menjadi alat pemantau perkembangan karya baru para seniman. Dari sini, galeri bisa menemukan karya-karya dari para seniman dan mempertemukannya dengan para pecinta seni serta kolektor. Dengan demikian, Art Jakarta Gardens tidak hanya menjadi tempat pameran, tetapi juga menjadi wadah yang membantu perkembangan seni di Indonesia.






