Jakarta Dilanda Banjir, Warga Dibekali Panduan Lengkap Pantau Genangan Secara Real-Time
Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota kembali menyebabkan genangan air di berbagai wilayah permukiman serta ruas jalan dan jalan tol di Jakarta pada Minggu pagi (18/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa setidaknya 16 Rukun Tetangga (RT) dan 10 ruas jalan masih terendam banjir. Kondisi ini tentu membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh masyarakat, terutama yang berdomisili di area rawan.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 16 RT dan 10 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, pada Minggu. Menghadapi situasi yang terus berubah ini, masyarakat sangat diimbau untuk terus memantau perkembangan banjir secara real-time. Pemantauan ini penting guna menentukan rute perjalanan yang aman atau langkah antisipasi lainnya untuk meminimalkan risiko.
Untuk memudahkan warga dalam mendapatkan informasi terkini, berbagai kanal pemantauan telah disediakan oleh pemerintah provinsi maupun instansi terkait. Berikut adalah panduan lengkap tujuh cara efektif yang dapat dimanfaatkan oleh warga Jakarta untuk memantau titik lokasi banjir serta ruas jalan yang terdampak.
1. Website Resmi BPBD DKI Jakarta
BPBD DKI Jakarta menyediakan platform utama untuk pemantauan banjir melalui situs web resminya. Di sini, masyarakat dapat mengakses peta banjir Jakarta yang komprehensif dan laporan data banjir per jam. Informasi yang disajikan mencakup sebaran genangan air mulai dari tingkat RT hingga ruas-ruas jalan utama.
- Peta Banjir Jakarta:
https://bpbd.jakarta.go.id/infobanjir - Laporan Data Banjir Per Jam:
https://bpbd.jakarta.go.id/kategori-berita/Tm9tVGdPOHdIeTh0ZzFTRTVJTWRvQT09/berita-harian
Melalui kedua tautan ini, warga dapat memperoleh informasi lokasi terdampak banjir yang paling mutakhir dan terverifikasi langsung dari sumbernya.
2. Situs Pantau Banjir Jakarta
Platform lain yang tak kalah penting adalah Situs Pantau Banjir Jakarta. Situs ini menyajikan informasi yang lebih mendalam, meliputi tinggi muka air di pintu air, status kesiagaan banjir, arah aliran sungai, serta prakiraan cuaca terkini.
- Link Akses:
https://pantaubanjir.jakarta.go.id/peta-informasi-banjir
Dengan memahami kondisi hulu dan hilir sungai serta potensi cuaca, warga dapat melakukan antisipasi dini terhadap kemungkinan banjir yang lebih luas.
3. Website Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga berperan aktif dalam memberikan informasi terkait potensi banjir. Melalui website resminya, Dinas SDA menyediakan data pemantauan tinggi muka air sungai yang dikumpulkan dari berbagai posko dan pintu air di seluruh penjuru kota.
- Link Akses:
https://poskobanjir.dsdadki.web.id/
Data ini menjadi indikator awal yang krusial untuk memprediksi kemungkinan meluapnya sungai yang dapat berimbas pada permukiman warga dan infrastruktur jalan di sekitarnya.
4. Aplikasi JAKI (Jakarta Kini)
Untuk kemudahan akses melalui perangkat mobile, aplikasi JAKI (Jakarta Kini) menawarkan fitur unggulan bernama JakPantau. Fitur ini terintegrasi langsung dengan data real-time dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Cara menggunakannya sangat sederhana:
1. Buka aplikasi JAKI.
2. Pilih ikon JakPantau.
3. Masuk ke menu Info Banjir.
Peta banjir yang ditampilkan akan menggunakan kode warna yang berbeda untuk setiap titik genangan, sesuai dengan kedalaman air. Hal ini memudahkan pengguna untuk segera memahami tingkat risiko di suatu lokasi.
Aplikasi JAKI dapat diunduh melalui:
* Google Play Store: https://play.google.com/
* Apple App Store: https://www.apple.com/id/app-store/
5. Google Maps
Siapa sangka, aplikasi navigasi populer seperti Google Maps juga dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi banjir. Google Maps menampilkan laporan banjir atau hambatan jalan melalui ikon segitiga yang berasal dari laporan pengguna.
Lebih lanjut, aplikasi ini secara otomatis akan menyarankan rute alternatif apabila jalur utama yang ingin dilalui terdampak genangan. Dengan demikian, pengendara dapat terhindar dari titik-titik rawan banjir.
- Akses melalui:
https://www.google.com/maps
6. CCTV Publik Jakarta
Memantau kondisi lalu lintas dan ruas jalan secara langsung kini semakin mudah dengan adanya CCTV publik yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
- Link Akses:
https://smartcity.jakarta.go.id/id/blog/pantau-lalu-lintas-dan-keamanan-dengan-cctv-jakarta
Melalui tayangan kamera CCTV ini, warga dapat melihat kondisi aktual di lapangan, termasuk genangan air yang terjadi dan tingkat kepadatan kendaraan di berbagai titik strategis.
7. Media Sosial Resmi Dinas dan Instansi Terkait
Informasi terkini mengenai banjir juga kerap dibagikan secara cepat melalui akun media sosial resmi. Warga dapat memantau akun-akun berikut:
- BPBD DKI Jakarta:
- Instagram: @bpbddkijakarta
- Dinas Perhubungan DKI Jakarta:
- Instagram: @dishubdkijakarta
- TMC Polda Metro Jaya:
- X.com: @tmcpoldametro
- Jasa Marga:
- X.com: @PTJASAMARGA
Melalui kanal-kanal ini, warga bisa mendapatkan pembaruan cepat mengenai lokasi banjir, perkembangan penanganan, serta imbauan resmi dari pemerintah.
Selain itu, informasi mengenai layanan transportasi publik yang terdampak banjir juga dapat dipantau melalui:
* Transjakarta:
* X.com: @PT_Transjakarta
* KRL Commuter Line:
* X.com: @commuterline
Kondisi Banjir Terkini dan Imbauan Warga
Berdasarkan catatan BPBD DKI Jakarta, wilayah Jakarta Barat menjadi daerah dengan jumlah RT terendam terbanyak, yakni mencapai 13 RT. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan berkisar antara 25 hingga 60 sentimeter, sebagai dampak langsung dari tingginya curah hujan.
Selain permukiman warga, genangan juga melanda sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. Dinas Perhubungan DKI Jakarta, TMC Polda Metro Jaya, serta Jasa Marga juga melaporkan adanya genangan di beberapa jalan protokol dan akses tol, yang berujung pada pengalihan arus lalu lintas dan penutupan sementara di beberapa titik krusial.
BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh warga, khususnya yang berdomisili di kawasan rawan banjir dan bantaran sungai, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, kesiapan adalah kunci.
Dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan segera, masyarakat diimbau untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.
Dengan memanfaatkan berbagai kanal pemantauan banjir yang telah disebutkan di atas, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih cepat, aman, dan terukur, baik terkait rencana perjalanan maupun langkah evakuasi jika diperlukan.





