PBNU menguji tiga pesantren di Cirebon, Buntet jadi kandidat kuat tuan rumah muktamar NU

Peluang Kabupaten Cirebon Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Peluang Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 semakin terbuka setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan survei di tiga pondok pesantren. Dari hasil peninjauan sementara, Pondok Buntet Pesantren dinilai paling memenuhi persyaratan, meski keputusan akhir masih menunggu evaluasi panitia pusat.

Tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) PBNU melakukan survei lapangan ke tiga pesantren di Kabupaten Cirebon, yaitu Pondok Buntet Pesantren, Babakan Ciwaringin, dan Kempek. Survei ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan masing-masing lokasi dalam mendukung pelaksanaan forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Menurut Katib Syuriyah PBNU, KH Abu Yazid Al-Busthami, survei dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi dari berbagai aspek seperti fasilitas persidangan, akses transportasi, akomodasi, serta kelancaran mobilitas peserta dan tamu yang akan hadir dalam Muktamar. Ia menjelaskan bahwa agenda lima tahunan NU tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi, ditambah ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil survei yang dilakukan belum menjadi keputusan final. Seluruh hasil peninjauan akan dilaporkan kepada panitia pusat untuk dibahas lebih lanjut sebelum menentukan lokasi penyelenggaraan Muktamar.

Dari hasil peninjauan sementara, KH Abu Yazid menyebut bahwa Pondok Buntet Pesantren dinilai cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah Muktamar. Ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui rapat tim SC dan OC PBNU setelah seluruh hasil survei dievaluasi secara menyeluruh.

Saat berada di Buntet Pesantren, tim PBNU meninjau sejumlah fasilitas yang dianggap mampu menunjang penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. Salah satunya adalah gedung berkapasitas besar yang dapat digunakan untuk sidang pleno. Jika diperlukan kapasitas lebih, tersedia lapangan yang telah beberapa kali digunakan untuk kegiatan besar, bahkan pernah menjadi lokasi kunjungan Wakil Presiden.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, menyatakan kesiapan penuh apabila Kabupaten Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35. Ia mengatakan bahwa di Kabupaten Cirebon ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Menurutnya, seluruh elemen NU di Kabupaten Cirebon siap bergotong royong menyukseskan agenda besar tersebut.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Pengasuh Pondok Buntet Pesantren, KH Fahad Ahmad Sadat. Ia menyebut bahwa hasil kunjungan tim PBNU memberikan sinyal positif terhadap kesiapan pesantren yang dipimpinnya. Tim PBNU, kata Fahad, telah meninjau berbagai fasilitas penting, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga sejumlah area yang diproyeksikan menjadi lokasi sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.

Survei di tiga pesantren tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi PBNU sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Keputusan akhir mengenai tuan rumah akan ditentukan oleh panitia pusat berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek yang telah disurvei.

Adapun, survei tersebut dipimpin langsung oleh Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami bersama Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma’ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta staf PBNU Hj Qonitatul Ulya. Kegiatan itu turut didampingi oleh Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani.


Pos terkait