Kerja Sama Indonesia-Korea dalam Peningkatan Kualitas Air Minum di Denpasar
Selama lima tahun terakhir, Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sewakadharma atau PDAM Denpasar mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah Korea Selatan melalui K-Water. Hibah senilai Rp 60 miliar ini digunakan untuk berbagai proyek peningkatan infrastruktur air minum di kota Denpasar.
Hibah tersebut mencakup penggantian pipa yang sudah usang, pembangunan District Metered Area (DMA), serta pelatihan sumber daya manusia (SDM) bagi staf PDAM Denpasar. Direktur Utama Perumda, I Putu Yasa, mengungkapkan bahwa pelaksanaan hibah ini dilakukan sejak tahun 2022 hingga 2027.
“Ini adalah kerja sama antara Korea dengan Indonesia melalui Kementerian PUPR pusat. Kemudian diteruskan ke Denpasar,” jelasnya.
Putu Yasa menambahkan bahwa semua bantuan hibah ini dialokasikan khususnya untuk wilayah Denpasar Barat yang sering mengalami gangguan pasokan air. Saat ini, telah dipasang lima unit DMA di kawasan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki distribusi air dan mengurangi kebocoran.
Selain itu, juga dilakukan penggantian pipa sepanjang 9 km. Beberapa kawasan yang mendapat penggantian pipa antara lain Perumnas Monang-maning, Jalan Gunung Bromo, Gunung Lempuyang, Gunung Lebah, Gunung Muria, dan Jalan Gunung Sraya.
“Itu adalah pipa-pipa yang usianya sudah tua. Termasuk sambungan ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Anggaran hibah tersebut juga mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi proyek. Semua proses ini diatur oleh K-Water, termasuk pemilihan kontraktor yang akan melakukan pekerjaan.
Selain itu, beberapa staf PDAM Denpasar juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial staf PDAM.
Saat ini, proses hibah masih dalam tahap evaluasi. Dari testimoni masyarakat di Jalan Gunung Bromo, aliran air yang dulu kecil kini menjadi lebih kuat.
Proses dan Manfaat Hibah dari Korea Selatan
Proyek hibah ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan SDM dan sistem manajemen yang lebih baik. Dengan adanya DMA, PDAM Denpasar dapat mengelola distribusi air secara lebih efisien dan mengurangi kehilangan air akibat kebocoran.
Penggantian pipa juga memberikan dampak signifikan terhadap kualitas layanan air minum. Warga di kawasan yang telah dilakukan penggantian pipa melaporkan peningkatan aliran air yang lebih stabil dan lancar.
Selain itu, pelatihan yang diberikan kepada staf PDAM Denpasar di Korea Selatan membuka wawasan baru tentang teknologi dan metode pengelolaan air yang lebih modern.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun proyek hibah ini telah memberikan manfaat yang nyata, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur yang telah dibangun. Selain itu, pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan penggunaan air secara bijak juga menjadi fokus utama.
Harapan besar diarahkan agar proyek ini dapat menjadi contoh sukses dalam kerja sama internasional, khususnya antara Indonesia dan Korea Selatan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan layanan air minum di Denpasar semakin optimal dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.





