Pejabat Mundur, Penyerang Air Keras Buron: Viral Fenomena Terpopuler

Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Pemkab Deli Serdang, Mobil Terbakar di Magetan, Hingga Pelaku Penyiraman Air Keras Diburu Polisi

Berbagai peristiwa menarik dan penting terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mencakup dinamika birokrasi hingga insiden kriminalitas yang menggemparkan publik. Salah satu fenomena yang menjadi sorotan adalah gelombang pengunduran diri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. Di sisi lain, kebakaran mobil di Magetan dan perburuan pelaku penyiraman air keras di Jakarta Pusat juga menjadi berita yang menarik perhatian.

Pejabat Deli Serdang Kompak Ajukan Pengunduran Diri

Lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tengah dihebohkan dengan fenomena pengunduran diri yang melanda pejabat eselon II dan III. Setelah sebelumnya beberapa pejabat tinggi mengundurkan diri, kini giliran para Kepala Bidang (Kabid) yang turut menyusul langkah serupa. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa gelombang pengunduran diri ini dipicu oleh adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada pilihan sulit bagi para pejabat: mengundurkan diri secara sukarela atau menghadapi sanksi disiplin yang lebih berat.

Pejabat Senior dan Kepala Dinas Ikut Mundur

Salah satu pejabat yang menjadi sorotan adalah Jumakir, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Jumakir, seorang pejabat senior dengan rekam jejak panjang, memutuskan untuk melepaskan jabatannya meskipun baru beberapa bulan menduduki posisi tersebut. Ia kemudian dipindahkan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip. Pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pengunduran diri ini murni atas keinginan pribadi Jumakir dan bukan karena paksaan, dengan alasan utama yang disebutkan adalah masalah kesehatan.

Fenomena serupa juga terjadi di Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) yang melibatkan Mahyudin Siregar selaku Kabid Konsumsi. Pengunduran dirinya terjadi tak lama setelah atasannya, Rahman Saleh Dongoran, yang menjabat sebagai Kepala Dinas, mengajukan surat pengunduran diri terlebih dahulu. Keduanya diketahui memiliki hubungan kerja yang erat dan telah lama bertugas bersama. Menariknya, seluruh pejabat yang mengundurkan diri ini kompak mencantumkan alasan yang seragam dalam surat resmi mereka, yaitu terkait penurunan kondisi kebugaran fisik.

Rahman Saleh Dongoran, mantan Kepala Dinas Ketapang, mengonfirmasi pengunduran dirinya dengan alasan kesehatan. Ia berharap agar keputusannya tidak diperpanjang dan dikaitkan dengan isu-isu lain, mengingat kondisi kesehatannya yang memang sedang menurun.

Ketidakpastian Birokrasi dan Alasan Medis

Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai jumlah total pejabat non-database yang tidak masuk dalam pendataan terbaru di lingkungan Pemkab Deli Serdang. Hal ini disebabkan oleh sistem rekrutmen dan kontrak yang dikelola secara mandiri oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Munculnya fenomena pengunduran diri pejabat eselon ini menambah daftar panjang ketidakpastian birokrasi menjelang rotasi besar-besaran di Pemkab Deli Serdang.

Pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Deli Serdang, M Yusuf, membenarkan pengunduran diri Rahman Saleh Dongoran sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Ia menyatakan bahwa permohonan pengunduran diri tersebut sudah diajukan sejak beberapa waktu lalu dan telah disetujui secara resmi. Meskipun alasan pastinya tidak tertulis secara eksplisit dalam dokumen awal, proses administratif telah dilalui.

Teka-teki di Balik Pengunduran Diri

Meskipun alasan resmi yang diajukan adalah masalah kesehatan, fenomena mundurnya para pejabat di Deli Serdang ini kerap dikaitkan oleh berbagai pihak dengan adanya dugaan tekanan dari pimpinan daerah. Mengingat mekanisme pencopotan jabatan yang cukup rumit secara regulasi, opsi pengunduran diri sering kali menjadi jalan tengah bagi pejabat yang diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan.

Namun, Inspektur Deli Serdang, Edwin Nasution, menegaskan bahwa hingga saat ini Rahman Saleh Dongoran tidak sedang tersangkut kasus hukum atau pemeriksaan internal di Inspektorat. Menurut pantauan pihak Inspektorat, keputusan tersebut lebih condong pada keinginan pribadi sang pejabat untuk kembali ke kampung halaman menjelang masa purna tugas.

Rahman Saleh Dongoran sendiri secara tegas membantah adanya paksaan dalam keputusannya. Ia menekankan bahwa faktor kesehatan yang kian menurun menjadi pertimbangan utama baginya untuk segera mengakhiri masa jabatan sebelum waktunya. Ia berharap agar keputusannya tidak dipandang secara berlebihan atau dikaitkan dengan isu-isu birokrasi yang berkembang di luar.

Dari Honorer Hingga Puncak Eselon II: Perjalanan Karier Rahman Saleh Dongoran

Rahman Saleh Dongoran bukanlah sosok baru di dunia birokrasi Deli Serdang. Dengan total pengabdian mencapai 37 tahun, perjalanannya dimulai dari posisi honorer di Balai Benih Tanjung Selamat sebelum akhirnya diangkat menjadi CPNS pada tahun 1991. Dalam karier eselon II, ia telah menduduki dua posisi strategis, yaitu sebagai Kepala Dinas Pertanian dan terakhir sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Pencapaian tertingginya diraih melalui proses seleksi lelang jabatan yang kompetitif. Rahman dijadwalkan akan memasuki masa pensiun secara formal pada 1 Mei 2026 mendatang.

Mobil Daihatsu Zebra Terbakar di Magetan Akibat Dugaan Kebocoran Bahan Bakar

Di Magetan, Jawa Timur, masyarakat Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, digemparkan oleh insiden kebakaran mobil Daihatsu Zebra milik Misiran. Kejadian terjadi pada Sabtu pagi (14/3/2026) saat mobil hendak dihidupkan di teras rumah. Menurut Misiran, ia sempat mendengar suara tidak normal dari kendaraan sebelum akhirnya terjadi ledakan kecil yang memicu api. Api dengan cepat menjalar ke bagian teras rumah, namun beruntung tidak sampai membakar bangunan utama dan berhasil dikendalikan oleh warga serta petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkar Magetan, Dovi Saputra, menjelaskan bahwa laporan kejadian diterima pada pukul 08.11 WIB. Dua unit mobil pemadam, satu unit rescue, dan satu unit tangki suplai air diterjunkan ke lokasi. Meskipun api sebagian telah berhasil dipadamkan oleh warga, petugas melakukan pemadaman lanjutan dan pendinginan. Diduga kuat, penyebab kebakaran adalah kebocoran pada sistem bahan bakar kendaraan yang memicu api saat mesin dinyalakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp33 juta.

Dua Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS Masih Diburu Polisi

Di Jakarta Pusat, kepolisian masih memburu dua orang pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Peristiwa nahas ini terjadi di Jalan Salemba I, Kelurahan Senen, pada Kamis (12/3/2026) malam. Pelaku terdiri dari dua orang, satu bertugas sebagai pengendara motor dan satu lagi yang melakukan penyiraman. Warga sempat berusaha mengejar pelaku, namun mereka berhasil melarikan diri.

Menurut saksi mata, Buyung (32), penyiraman terjadi menjelang tengah malam. Ia mendengar teriakan minta tolong dan mendapati korban sudah tergeletak dengan pakaian robek akibat siraman air keras. Andrie Yunus, yang mengidentifikasi dirinya sebagai aktivis KontraS, mengalami luka serius pada bagian dada, tangan, dan mata. Setelah mendapat pertolongan awal dari warga, ia memutuskan untuk menuju mess KontraS dengan mengendarai motornya sendiri.

Desakan Internasional untuk Pengusutan Tuntas

Insiden penyiraman air keras terhadap aktivis HAM ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui akun media sosial X, @UNHumanRights menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak agar pelaku dimintai pertanggungjawaban. Dewan HAM PBB menekankan pentingnya perlindungan bagi para pembela hak asasi manusia.

Pelapor Khusus PBB untuk Pembela Hak Asasi Manusia, Mary Lawlor, juga menyerukan kepada aparat berwenang di Indonesia untuk mengusut tuntas kasus penyerangan ini. Ia menyatakan bahwa impunitas atau kebebasan dari hukuman atas kekerasan terhadap pembela HAM tidak dapat diterima.

Berita viral lainnya terus menghiasi layar kaca dan pemberitaan, mencerminkan beragam peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat.

Pos terkait