GOW Badung Gelar Pelatihan Keterampilan Produktif untuk Pemberdayaan Perempuan
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan kaum perempuan melalui berbagai aksi nyata. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah penyelenggaraan Pelatihan Garnish dan Fruit Carving yang ditujukan bagi komunitas muslimah di wilayah Desa Dalung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Maret, dan bertempat di Bamboo Coffee.
Acara yang dikemas secara hangat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga dirangkaikan dengan agenda arisan bulanan serta buka puasa bersama. Ketua GOW Kabupaten Badung, Yunita Alit Sucipta, menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bagian integral dari rangkaian program kerja yang dilaksanakan secara bergilir di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Badung.
Setelah sebelumnya berhasil diselenggarakan di Kecamatan Abiansemal, Desa Dalung menjadi lokasi kedua pelaksanaan program ini. Rencananya, kegiatan serupa akan berlanjut ke empat kecamatan lainnya di Kabupaten Badung.
“Kami sengaja mengemas kegiatan ini dalam konsep ‘Ngabuburit Produktif’. Kami melihat bulan suci Ramadhan sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengasah berbagai keterampilan yang dimiliki oleh para perempuan,” ujar Yunita. Ia menambahkan bahwa melalui pelatihan fruit carving, para ibu-ibu tidak hanya akan mendapatkan pengetahuan baru terkait estetika dalam penyajian makanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang menjanjikan di bidang kuliner.
Lebih lanjut, Yunita menekankan bahwa esensi utama dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar organisasi wanita dan komunitas muslimah yang ada di Kabupaten Badung. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana harmoni dan persaudaraan yang berkelanjutan di antara mereka.
Pelatihan Garnish dan Fruit Carving ini menghadirkan seorang instruktur yang sangat berpengalaman di bidangnya, yaitu Ibu Eni Kojiro. Beliau dikenal sebagai seorang Master Fruit Carving dan Garnish. Di bawah bimbingan langsung Ibu Eni Kojiro, para peserta diajak untuk mendalami berbagai teknik mengukir buah dan sayuran. Hasil dari keterampilan ini kemudian diubah menjadi karya seni yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menarik secara visual. Kreasi-kreasi seni dari buah dan sayur ini selanjutnya dipamerkan dan dinikmati bersama oleh seluruh peserta saat sesi buka puasa.
Selain memberikan fokus pada pengembangan keterampilan kuliner, GOW Badung juga menunjukkan kepeduliannya yang mendalam terhadap isu kelestarian lingkungan. Dalam kesempatan yang sama, GOW Badung turut menyerahkan bantuan yang memiliki makna penting. Bantuan tersebut meliputi 5 Unit Tong Komposter, yang merupakan upaya nyata untuk mendukung pengelolaan sampah mandiri di tingkat komunitas. Selain itu, diserahkan pula Sayuran Organik yang merupakan hasil dari budidaya lokal, serta Hampers atau Bingkisan yang ditujukan kepada para peserta. Para penerima bantuan ini berasal dari berbagai organisasi wanita terkemuka, termasuk Aisyiyah, Wanita Islam, Bhayangkari, serta perwakilan dari beberapa masjid di wilayah Desa Dalung.
“Penyerahan bantuan komposter ini menjadi salah satu bentuk kepedulian nyata dari GOW Badung terhadap isu lingkungan. Kami sangat berharap bahwa kreativitas yang dimiliki oleh para perempuan tidak hanya terbatas pada ranah estetika atau kuliner, tetapi juga dapat berjalan seiring dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian alam kita,” ungkap Yunita lebih lanjut.
Acara ini juga turut dihadiri oleh berbagai pihak penting yang menunjukkan dukungan terhadap inisiatif GOW Badung. Di antaranya adalah Kabid Tata Laksana Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Wayan Narayana. Hadir pula Sekdes Dalung, I Made Trimayasa, Kelian Dinas Desa Dalung, serta seluruh jajaran pengurus GOW Kabupaten Badung yang turut memeriahkan dan mendukung jalannya kegiatan. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Badung.



