Persiapan Klinik Kesehatan untuk Jemaah Haji Indonesia di Tahun 2026
Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan sejumlah klinik kesehatan yang akan beroperasi di Kota Makkah dan Madinah dalam rangka melayani jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Dalam persiapan ini, pemerintah menyiapkan total 45 klinik yang tersebar di dua kota tersebut. Setiap klinik dirancang untuk melayani minimal 5.000 jemaah haji.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menjelaskan bahwa kebijakan ini disesuaikan dengan aturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi terkait rasio pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa setiap klinik akan mampu melayani jumlah jemaah yang cukup besar, sehingga layanan kesehatan dapat lebih optimal.
Di Makkah, pemerintah akan mendirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor. Sementara itu, di Madinah disiapkan 5 klinik kesehatan yang juga dibagi ke dalam 5 sektor. Selain itu, satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan beroperasi di masing-masing kota tersebut.
Sistem Rujukan Berbasis Tingkat Keparahan
Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level). Melalui sistem ini, petugas kesehatan kloter dapat menentukan apakah jemaah perlu dirujuk ke KKHI atau langsung ke rumah sakit di Arab Saudi. Pendekatan ini bertujuan agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.
Liliek menekankan pentingnya sistem ini dalam menjaga kualitas layanan kesehatan bagi jemaah haji. “Dengan pendekatan severity level, kami berharap jemaah bisa mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Pengawasan Layanan Kesehatan
Untuk menjaga mutu layanan, pemerintah Arab Saudi mensyaratkan adanya supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.
Selain itu, distribusi obat selama masa operasional haji akan dilakukan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jemaah di hotel. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan obat yang cukup dan mudah diakses oleh semua jemaah.
Tips untuk Menjaga Kondisi Kesehatan Jemaah
Liliek juga mengingatkan jemaah yang masih menunggu keberangkatan agar menjaga kondisi kesehatan sejak dini. Ia menyarankan penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti:
- Mencuci tangan sebelum makan
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
- Rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari
Selain itu, jemaah juga diminta untuk cukup beristirahat, setidaknya enam jam per hari, serta menjaga kondisi mental tetap positif.
Bagi jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid, Liliek menekankan pentingnya disiplin dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Ia berharap dengan persiapan yang matang, layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia bisa lebih optimal dan memberikan rasa aman serta nyaman selama menjalankan ibadah haji.





