Pemilihan Pemain “To My Beloved Thief”: Kata Sutradara

Perjuangan di Balik Layar: Memilih Bintang untuk “To My Beloved Thief”

Di balik gemerlap layar kaca dan narasi yang memikat dalam sebuah drama Korea, tersimpan proses krusial yang seringkali luput dari perhatian penonton. Bukan adegan romantis yang menghanyutkan, bukan pula konflik pelik yang menguras emosi, melainkan sebuah keputusan fundamental di balik layar: siapa yang akan mengisi setiap peran? Sutradara Ham Young Geol pun merasakan dilema serupa sebelum akhirnya memutuskan empat nama besar yang akan menjadi tulang punggung drama terbarunya, “To My Beloved Thief”.

Melalui sebuah konferensi pers, sang sutradara membagikan pandangannya tentang bagaimana proses pemilihan pemain ini merupakan bagian integral dari persiapan drama agar dapat memberikan pengalaman terbaik bagi penonton. Di balik setiap keputusan casting, terdapat makna dan pertimbangan mendalam yang membentuk karakter dan alur cerita.

1. Nam Ji Hyun: Transformasi Feminin dan Maskulin dalam Karakter Kompleks Hong Eun Jo

Pertanyaan mendasar yang kerap muncul adalah bagaimana keempat pemeran utama “To My Beloved Thief” akhirnya terpilih. Sutradara Ham Young Geol, dengan nada santai namun penuh keyakinan, menjelaskan bahwa kombinasi antara kemampuan akting yang mumpuni dan daya tarik visual menjadi faktor utama. Namun, di balik candaan tersebut, tersirat keinginan tulus untuk menciptakan sebuah karya yang benar-benar sukses dan dicintai.

Awalnya, sang sutradara sempat diliputi kegelisahan saat pertama kali membaca naskah. Skala cerita yang ambisius menimbulkan keraguan tentang bagaimana mewujudkan visi tersebut. Titik balik terjadi ketika aktris Nam Ji Hyun menyatakan kesediaannya untuk bergabung. Dikenal sebagai aktris yang teliti dan memiliki pemahaman naskah yang mendalam, kehadiran Nam Ji Hyun membawa ketenangan dan keyakinan bagi Ham Young Geol.

Dengan rekam jejak panjang dalam drama sageuk (drama sejarah) dan stabilitas aktingnya, Nam Ji Hyun dinilai sangat mumpuni untuk memerankan Hong Eun Jo. Karakter ini digambarkan sebagai sosok yang kompleks, hidup dalam dua dunia: sebagai tabib perempuan di siang hari dan seorang pencuri di malam hari. Tantangan peran ini semakin berat dengan adanya elemen pertukaran jiwa, yang menuntut kemampuan akting untuk menampilkan sisi maskulin. Ham Young Geol yakin sepenuhnya bahwa Nam Ji Hyun memiliki spektrum akting yang luas untuk menghidupkan seluruh lapisan karakter Hong Eun Jo.

“Saat pertama membaca naskah, saya sempat khawatir dengan skala cerita dan bagaimana menggarapnya. Namun ketika Nam Ji Hyun memutuskan bergabung—dia dikenal sangat jeli membaca naskah—saya merasa bisa sedikit ikut tenang. Itu memberi saya kepercayaan diri. Dia punya pengalaman panjang di drama sejarah dan kemampuan akting yang solid. Karakter Eun Jo harus menjadi tabib perempuan sekaligus pencuri, dan karena ada pertukaran jiwa, ia juga perlu menampilkan sisi maskulin. Tidak banyak aktris yang bisa menangani rentang seperti itu. Dalam hal ini, spektrum Nam Ji Hyun sangat luas dan saya yakin dia mampu menampilkan berbagai sisi Eun Jo,” jelas Ham Young Geol.

2. Moon Sang Min: Aura Pangeran dan Citra Ningrat yang Memikat

Sang sutradara menekankan pentingnya aura seorang daegun (pangeran) untuk karakter Yi Yeol. Sosok ini harus memancarkan kharisma seorang pangeran sejati, terutama saat berinteraksi dengan Hong Eun Jo yang berasal dari kalangan rakyat biasa. Menurut Ham Young Geol, Moon Sang Min memiliki kesesuaian yang luar biasa dengan gambaran ini, bahkan dianggap mewakili citra ningrat yang mampu memikat hati penonton dengan mudah.

Pengalaman Moon Sang Min dalam drama sageuk sebelumnya, seperti “Under The Queen’s Umbrella” (2022), serta prestasinya meraih penghargaan Baeksang Arts Awards 2023 sebagai Aktor Pendatang Baru Terbaik, semakin memperkuat keputusan casting ini. Pesona alami Yi Yeol berpadu harmonis dengan kepribadian Moon Sang Min, menjadikannya aktor yang solid dan dapat dipercaya untuk membawakan peran tersebut.

“Yi Yeol harus memiliki aura seorang daegun. Dia harus terlihat seperti pangeran sejati di hadapan Eun Jo yang berasal dari status rakyat jelata. Moon Sang Min sangat cocok dengan citra itu, sebagai daegun idaman yang bisa menjadi pujaan banyak orang. Ia sudah membuktikan kemampuan akting sageuk lewat ‘Under The Queen’s Umbrella’ dan bahkan meraih penghargaan pendatang baru Baeksang. Karakter Yi Yeol jahil tapi menawan, dan kualitas itu berpadu dengan baik dalam proyek ini. Saya merasa dia aktor yang solid, jadi kami memilihnya,” terangnya.

3. Hong Min Gi: Karakter Kuat dan Ketegangan dalam Segitiga Cinta

Kehadiran Hong Min Gi juga menjadi sorotan tersendiri bagi Ham Young Geol. Ia menilai bahwa wajah dan karakter yang dimiliki Hong Min Gi memiliki keunikan dan kekuatan yang jarang ditemui belakangan ini. Salah satu keunggulan drama ini terletak pada kecocokan visual para pemeran utamanya, dan Hong Min Gi dipandang sebagai elemen kunci dalam dinamika segitiga cinta yang dihadirkan. Dalam skenario romantis yang melibatkan tiga orang, dibutuhkan sosok yang mampu menciptakan ancaman emosional, dan Hong Min Gi diyakini dapat menghadirkan ketegangan tersebut hanya melalui kehadirannya.

“Wajahnya jarang ditemui akhir-akhir ini dan punya karakter yang kuat. Salah satu kekuatan drama kami adalah kecocokan visual dua pemeran utama. Dalam segitiga cinta, dibutuhkan sosok yang memberi ancaman. Hong Min Gi bisa membawa ketegangan itu dengan kehadirannya,” jelasnya.

4. Han So Eun: Pesona Polos dan Manis yang Bagai Anugerah

Sementara itu, Han So Eun digambarkan sebagai sebuah kejutan yang menyenangkan. Awalnya, Ham PD-nim mengaku sempat kesulitan membayangkan dirinya memerankan karakter Shin Hae Rim. Selama ini, Han So Eun kerap tampil dalam peran-peran yang lebih dewasa dan melankolis. Namun, di luar ekspektasi, ia ternyata memiliki pesona polos dan manis yang baru. Melalui karya-karyanya sebelumnya seperti “The Haunted Palace” (2025) dan “Death to Snow White” (2024), kedalaman aktingnya telah terbukti. Dalam drama ini, ia berhasil menampilkan sisi baru yang terasa sangat pas dan melengkapi keseluruhan cerita. Pada akhirnya, sang sutradara meyakini bahwa pilihan ini merupakan kecocokan yang sempurna untuk narasi “To My Beloved Thief”.

“Dia seperti berkah yang datang begitu saja. Awalnya saya sulit membayangkannya sebagai Hae Rim. Selama ini ia sering memerankan karakter yang dewasa dan sendu, tetapi ternyata ia juga punya pesona polos dan manis. Perannya di ‘The Haunted Palace’ dan ‘Death to Snow White’ menunjukkan sisi mendalamnya, namun di sini ia menampilkan wajah baru. Hasil akhirnya sangat cocok,” jelasnya.

Proses casting dalam “To My Beloved Thief” menjadi bukti nyata bahwa sebuah drama yang kuat lahir dari keberanian sutradara untuk melakukan observasi dan riset mendalam. Setiap aktor dipilih tidak hanya berdasarkan kemampuan akting semata, tetapi juga karena kesediaan mereka untuk bertumbuh bersama karakter yang mereka perankan, menciptakan harmoni yang memukau di layar kaca.

Pos terkait