Pemilik Alva Cervo Lacak Motor Listriknya dengan Taktik Ini di Kebon Jeruk

Kehilangan Motor Listrik Akibat Begal Modus Hipnotis, Pemilik Alva Cervo Berhasil Lacak dengan Taktik Ini

Seorang pemilik motor listrik Alva Cervo bernama Abay Akbar berhasil melacak dan menemukan kendaraannya yang hilang setelah menjadi korban begal modus hipnotis di Kebon Jeruk. Kejadian ini berawal saat Abay kehilangan motornya tanpa menyadari secara penuh, sehingga pelaku bisa mengambil alih kendaraannya.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @infojakarta30. Dalam unggahan tersebut, diceritakan bagaimana Abay kehilangan motornya dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ia sadari di daerah Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia diduga menjadi korban hipnotis oleh pelaku, sehingga tanpa perlawanan menyerahkan motor listrik Alva Cervo pada tanggal 1 April lalu, saat hendak pulang ke rumah dari kantor.

“Sebenarnya yang saya ingat itu, kejadian terakhir di TKP itu jam 23.30 WIB. Tapi yang viral itu jam 02.30 WIB (dini hari), karena saya baru sadar. Entah ketiduran atau apa segala macam,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, Abay dibantu pulang ke rumah. Keesokan paginya, ia langsung menghubungi layanan pelanggan Alva untuk meminta bantuan pelacakan. Abay memiliki aplikasi My Alva, sebuah aplikasi khusus untuk pengguna motor listrik Alva.

Setelah itu customer service Alva kemudian membantu melacak lokasi terakhir motor tersebut. “Setelah kejadian viral segala macam, terus saya istirahat. Saya bangun sekitar jam 07.00 WIB langsung minta ke customer care Alva Experience buat non-aktifkan motor,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proses pelacakan berlangsung cukup cepat. “Sekitar jam 09.00-10.00 WIB, lokasi motor terdeteksi di dekat Pasar Lembang, Ciledug. Pas saya cek, itu tempat agak terpencil, kayak tempat pemotongan ayam,” beber Abay.

Selanjutnya, Abay langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi sambil terus memantau pergerakan motornya. “Terus saya langsung ke Polsek buat laporan. Sambil itu saya terus update lokasi motor. Menjelang jam 11.00 WIB, belum ada pergerakan,” ujarnya.

Setelah mengetahui motornya bergerak, Abay kemudian menginfokan ke temannya untuk mengintai atau melihat kondisi motornya. Rupanya motornya terparkir dan dikunci setang oleh pelaku. Setelah memastikan motornya dari info customer service dan Aplikasi My Alva, tanpa menunggu kawalan kepolisian, Abay bersama beberapa rekannya kemudian memutuskan untuk mendatangi lokasi motor tersebut.

“Waktu saya sampai di lokasi, saya lihat ada tiga orang lagi menggeser motor saya. Posisi motor sudah menghadap jalan, kunci setang sudah terbuka,” ujar Abay. “Akhirnya saya pepetin, tapi tetap jaga jarak karena takut salah orang atau mereka membawa senjata. Begitu saya teriak ‘maling’, dua orang kabur naik motor.”

Di tengah maraknya kasus begal dengan berbagai modus, kejadian yang dialami Abay menunjukkan teknologi dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan keamanan kendaraan. Selain kewaspadaan pengguna, dukungan sistem keamanan berbasis digital juga berperan penting dalam melindungi kendaraan di era modern.

Pos terkait