Pemimpin Bupati Tangerang Mulai Normalisasi Sungai Cirarab, Tertibkan 62 Bangunan Ilegal

Penanganan Banjir di Kabupaten Tangerang Dimulai dengan Penertiban Bangunan Liar

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya untuk menangani masalah banjir yang sering terjadi di wilayahnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan bantaran Sungai Cirarab. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara langsung memimpin kegiatan penertiban bangunan liar di Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan pada Minggu (12/4/2026).

Kehadiran Bupati dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang dapat membahayakan keselamatan warga. Selain melakukan pengawasan, Bupati juga turut serta dalam proses pembersihan material sisa pembongkaran. Hal ini menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menjalankan program penanganan banjir.

Menurut Bupati Maesyal, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama yang telah dibuat melalui beberapa pertemuan dengan pemangku kepentingan. “Alhamdulillah, hari ini kita mulai pelaksanaan penertiban dan penataan di bibir Sungai Cirarab. Semua ini sudah melalui proses sosialisasi dan kesepakatan bersama, termasuk penandatanganan pernyataan dari para pemilik bangunan,” ujarnya.

Sungai Cirarab memiliki fungsi vital sebagai saluran air yang terhubung ke Situ Gelam, dengan aliran hulu dari kawasan Legok. Namun, kondisi bantaran yang mengalami erosi membuat kawasan tersebut rentan terhadap bencana. “Kalau kita lihat langsung di lapangan, sudah terjadi penggerusan tanah. Kami khawatir bangunan di bantaran sungai ini berisiko tinggi, apalagi saat debit air meningkat. Ini bisa membahayakan keselamatan warga,” tambahnya.

Dalam kegiatan penertiban ini, sebanyak 62 bangunan ditertibkan, dengan rincian 41 bangunan di Pasar Kemis dan 21 bangunan di Sepatan. “Ini bukan semata-mata penertiban, tetapi upaya perlindungan terhadap masyarakat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” jelas Maesyal.

Setelah proses penertiban selesai, pemerintah akan segera melakukan normalisasi sungai dengan dukungan alat berat. Proses ini kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan turap untuk memperkuat bantaran. “Setelah akses alat berat terbuka, kita langsung lakukan normalisasi. Selanjutnya akan dilakukan penurapan agar lebih aman dan mampu meminimalisir banjir,” katanya.

Bupati yang karib disapa Rudi Maesyal itu juga menyampaikan bahwa program ini didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah pusat melalui BBWS. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur Banten, dan alhamdulillah mendapat dukungan, termasuk dari BBWS. Ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” jelasnya.

Di sisi lain, Pengurus Gereja HKBP Kutabumi, Risma, menyampaikan persetujuannya terhadap kebijakan tersebut. “Pada dasarnya kami dari pihak gereja setuju untuk dilakukan normalisasi dan pembongkaran bangunan liar. Kami juga akan mematuhi aturan, karena ini semua demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku usaha tempe yang terdampak, Suryo, berharap adanya toleransi waktu untuk proses relokasi barang. “Kami setuju dilakukan pembongkaran dan normalisasi agar nantinya tidak terjadi banjir di wilayah Pasar Kemis. Namun kami berharap diberikan keringanan waktu untuk melakukan pemindahan barang-barang. Kami minta waktu satu sampai dua hari untuk proses tersebut,” harapnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah

  • Penertiban Bangunan Liar: Sebanyak 62 bangunan ditertibkan dalam kegiatan ini, dengan rincian 41 bangunan di Pasar Kemis dan 21 bangunan di Sepatan.
  • Normalisasi Sungai: Setelah penertiban selesai, pemerintah akan melakukan normalisasi sungai dengan dukungan alat berat.
  • Pembangunan Turap: Proses normalisasi akan diikuti dengan pembangunan turap untuk memperkuat bantaran sungai.
  • Koordinasi dengan Pihak Terkait: Program ini didukung oleh pemerintah provinsi dan pusat melalui BBWS.
  • Partisipasi Masyarakat: Berbagai pihak seperti gereja dan pelaku usaha memberikan dukungan terhadap kebijakan penanganan banjir.


Pos terkait