Pemkab Sigi Gelar Kegiatan Strategis di Kecamatan Pipikoro
Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar kunjungan kerja dan rapat kerja daerah di Kecamatan Pipikoro, sebagai bagian dari upaya strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat serta memaparkan arah percepatan pembangunan wilayah pegunungan. Kegiatan ini berlangsung di ruang SD Kompleks Lapangan Desa Kantewu, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Rapat kerja dipimpin langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi. Turut hadir pula Ketua TP PKK Sigi Siti Halwiah, Staf Ahli PKK Roro Istanti Pongi, Ketua DPRD Sigi Minhar Tjeho, sejumlah anggota DPRD, para kepala OPD, Camat Pipikoro, seluruh kepala desa, serta tokoh pendidik dan tokoh masyarakat setempat.
Suasana rapat terasa sederhana namun khidmat. Ruang kelas SD yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar, hari itu dipenuhi para peserta rapat yang terdiri dari kepala desa, tokoh masyarakat, hingga petugas kesehatan seperti kader Posyandu. Antusiasme warga terlihat jelas, menandai besarnya harapan masyarakat pegunungan terhadap percepatan pembangunan di wilayah mereka.
Penurunan Angka Stunting dan Kemiskinan
Dalam arahannya, Bupati Rizal menegaskan bahwa penurunan angka stunting dan kemiskinan di Kabupaten Sigi merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor. Menurutnya, peran aktif PKK dan pemerintah desa yang langsung melakukan intervensi di lapangan menjadi kunci keberhasilan tersebut.
“Menurunkan angka kemiskinan itu tidak mudah. Namun melalui aksi nyata, seperti pemberian bantuan pangan dan intervensi gizi tepat sasaran, angka kemiskinan Sigi berhasil turun signifikan,” ujar Bupati Rizal.
Meski demikian, ia menyoroti masih adanya persoalan ketidaksinkronan data bantuan sosial, khususnya terkait kepesertaan jaminan sosial dan bantuan bagi warga tidak mampu. Ia menilai, penurunan angka kemiskinan seharusnya berbanding lurus dengan berkurangnya beban anggaran jaminan sosial.
“Ini menandakan masih ada persoalan data. Karena itu, kita dorong penguatan satu data agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Sigi telah meluncurkan program Satu Data Kependudukan, termasuk percepatan pelaporan peristiwa kematian agar segera tercatat di Dinas Kependudukan dan terintegrasi dengan data kemiskinan serta bantuan sosial.
Investasi PLTA Ramah Lingkungan
Pada kesempatan itu, Bupati Rizal juga menyampaikan rencana masuknya investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah Pipikoro. Ia menegaskan, investasi tersebut dinilai ramah lingkungan dan sejalan dengan komitmen daerah dalam menjaga kelestarian alam.
“PLTA tidak merusak lingkungan, justru menjaga daerah hulu. Selain membuka lapangan kerja, masyarakat sekitar juga akan mendapatkan manfaat listrik dan program CSR untuk pendidikan, kesehatan, serta rumah ibadah,” jelasnya.
Bupati Rizal menegaskan, Pemkab Sigi tidak membuka ruang bagi investasi yang merusak alam, termasuk pertambangan yang tidak berkelanjutan. Arah pembangunan daerah, kata dia, difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta pengembangan energi hijau.
Hilirisasi Produk Pertanian
Di sektor ekonomi, Bupati Rizal memaparkan langkah hilirisasi produk pertanian, khususnya kakao, kopi, bawang, dan komoditas unggulan Pipikoro lainnya. Pemkab Sigi disebut telah menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk membuka akses pasar, termasuk peluang ekspor dan pengembangan industri pengolahan.
“Saya siap menjadi manajer pemasaran hasil pertanian masyarakat. Kita ingin petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mendapatkan nilai tambah,” ungkap, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sigi ini.
Selain itu, Rizal menyebutkan adanya kajian kelayakan (feasibility study) dari Universitas Tadulako yang tengah berjalan sebagai dasar pengembangan kawasan perkebunan dan peternakan terpadu di Pipikoro, sekaligus membuka peluang masuknya investasi nasional.
Percepatan Infrastruktur dan Program Nasional
Pemkab Sigi juga memastikan percepatan pembangunan infrastruktur jalan, termasuk akses penghubung antarwilayah pegunungan. Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan siap mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, serta pengembangan kawasan transmigrasi prioritas nasional.
Menutup arahannya, Bupati Rizal meminta seluruh kepala desa menjadikan program pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal sebagai prioritas utama desa, dengan pengawalan serius dari seluruh perangkat daerah.
“Kalau soal jalan dan pelayanan dasar, itu sudah menjadi tanggung jawab kami. Tanpa diminta pun, itu akan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan dokumen strategis secara simbolis oleh Bupati Rizal kepada perwakilan aparat desa, menandai komitmen bersama dalam penguatan program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting di wilayah pegunungan Pipikoro.






