Pemulihan Jalan Cisinga Tasikmalaya: Evakuasi Longsor Berlanjut Hingga Kamis Dini Hari

Longsor Tutup Jalan Baru Cisinga, Akses Dua Arah Terputus Dini Hari

KABUPATEN TASIKMALAYA – Material longsor menutup badan Jalan Baru Cisinga di Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis (12/2/2026) dini hari. Akibatnya, akses jalan dari dua arah terputus total, memaksa pengendara motor mencari jalur alternatif.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Koramil Cisayong, Polsek Cisayong, Tagana, RPB Kecamatan, dan petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Satu unit alat berat dikerahkan untuk mengeruk dan memindahkan tumpukan tanah yang menutup jalan.

Proses pengerukan diprioritaskan untuk membuka kembali akses secepatnya. Kendaraan berat tersebut tampak fokus memindahkan tanah dari sisi kanan jalan untuk sementara membuka jalur.

Lokasi longsor dilaporkan berada tidak jauh dari Cafe Z Dulur. Penutupan jalan diperkirakan mencapai sekitar 100 meter untuk memberikan ruang aman dan mengantisipasi potensi longsor susulan.

Longsor terjadi sekitar pukul 20.15 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak sore hari. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kelumpuhan akses dua arah dari Singaparna menuju Ciawi, maupun sebaliknya, menimbulkan dampak signifikan.

Upaya pembersihan ditargetkan untuk memaksimalkan pembukaan akses di kedua arah sebelum aktivitas pagi dimulai. Setelah tumpukan tanah utama berhasil dibersihkan, fokus selanjutnya akan beralih ke penanganan tebing yang longsor.

“Kita targetkan hari ini tanah yang menutup badan jalan bisa dibersihkan semua, tinggal kita semprot supaya jalan tidak licin. Nanti pagi harinya petugas lakukan pengerukan tebing yang longsor,” ujar Kabid Darlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahmat, saat ditemui di lokasi longsor pada Kamis (12/2/2026).

Hingga pukul 01.08 WIB, proses pengerukan material longsor masih terus berlangsung. Prioritas utama adalah memastikan badan jalan benar-benar bersih dari timbunan tanah sebelum fajar menyingsing.

Jalan Baru Cisinga: Arterii Penting dengan Potensi Wisata

Jalan Baru Cisinga, yang membentang sepanjang 26 kilometer menghubungkan Ciawi dan Singaparna di Kabupaten Tasikmalaya, merupakan jalur alternatif yang memiliki nilai strategis tinggi. Selain sebagai jalur transportasi, jalan ini juga menawarkan potensi wisata yang menarik.

Keindahan alam di sepanjang Jalan Cisinga seringkali menjadi daya tarik bagi para pengendara, terutama bagi komunitas motor yang menjadikannya rute favorit untuk Sunmori (Sunday Morning Riding). Pada hari Minggu pagi, area Kecamatan Sukahening, khususnya, akan ramai dikunjungi warga karena adanya pasar kaget yang menjajakan berbagai kebutuhan.

Pembangunan Jalan Cisinga dimulai sejak awal tahun 2000-an sebagai proyek monumental untuk menyambungkan dua wilayah penting di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, proyek ini sempat mengalami penundaan dan mangkrak selama beberapa tahun. Kendala pendanaan dan isu-isu teknis dalam proses pembangunan sempat menghambat penyelesaiannya, terutama pada periode 2018-2019.

Setelah melalui berbagai hambatan, proses pengaspalan jalan akhirnya rampung. Jalan ini mulai dapat diakses dan dimanfaatkan oleh masyarakat menjelang akhir Desember 2019, membuka lembaran baru bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Peristiwa longsor yang terjadi kali ini menunjukkan kerentanan infrastruktur jalan terhadap kondisi alam, terutama curah hujan tinggi. Upaya pemulihan akses yang cepat menjadi prioritas utama, sembari mengevaluasi langkah-langkah mitigasi untuk kejadian serupa di masa mendatang.

Pos terkait